Jum’atan di Masjid Salman,.

Jum’at (14/11/08) menjelang siang, pasca kuLiah Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek, sekitar pukul 11.00 dan usai berdiskusi singkat dengan rekan kelompok tugas mata kuLiah yang bersangkutan, segera menuju Lab Rekayasa Perangkat Lunak untuk menyelesaikan laporan pengerjaan tugas mata kuLiah Rekayasa Lingkungan bersama dua rekan lain,.

Menjelang waktu Jum’atan, akhirnya diajak untuk menuju Masjid Salman, setelah kegagalan membujuk untuk beralih ke Masjid PDAM yang juga berada di dekat Salman, dengan pertimbangan tugas yang belum selesai dan durasi sholat Jum’at di Salman yang relatif lama,.πŸ˜›

Setelah sekian lama tak menginjakkan kaki untuk sholat Jum’at di Masjid Salman ITB, karena lebih sering menunaikannya di Masjid BATAN yang berlokasi di belakang kampus ITB, akhirnya untuk kali ini kembali lagi menyaksikan fenomena penuhnya shaf dan penggunaan infokus untuk menampilkan wajah sang khatib,.πŸ˜€

Tak lama setelah mengambil wudhu dan sholat sunnah, menempati shaf yang berada di GSG Salman, melihat ke arah infokus yang menampilkan wajah khatib yang tampak bukan dari Indonesia, setelah memperhatikan sejenak apa yang disampaikan, ternyata memang bukan bahasa Indonesia, melainkan bahasa Arab atau sekitarnya,.πŸ˜€

Kemudian, segera mengamati sekeliling dan menyadari bahwa hampir semua orang tidak mengerti apa yang disampaikan, mulai dari tatapan kosong diselingi rasa ngantuk yang mulai menyerang, hingga pandangan fokus dengan wajah terheran-heran, terlihat menghiasi wajah para jama’ah,.πŸ˜€

Hal yang lebih mengejutkan adalah, sekitar pukul 12.00, ceramah (red: bahasa Arab) pun berakhir yang diiringi dengan cukup banyak sedikit keterkejutan dari semua orang dan dilanjutkan dengan sholat Jum’at yang berakhir sekitar pukul 12.10 yang juga mengundang kegemparan pembicaraan heboh seputar apa yang baru saja dialami para jama’ah,.πŸ˜€

Bukan masalah tidak boleh berbahasa Arab atau bahasa lainnya dalam menyampaikan ceramah, akan tetapi ingin mencoba menggarisbawahi satu hal, bahwasanya jika kita hendak menyampaikan sesuatu kepada seseorang atau sekelompok orang, maka gunakanlah bahasa dan cara penyampaian yang paling dimengerti dan diterima oleh orang yang bersangkutan, karena jika tidak, apa yang akan mereka dapatkan dari kita?? tidak ada!!

WeLL, nobody’s perfect, but doesn’t mean mistakes are unfixable,.

14 comments so far

  1. agrit on

    whew, pake infokus? kereeeeennn *norak mode: ON*πŸ˜€

    jadi agak sia-sia yah tu penceramah ngasih ceramahnya? sayaang..

  2. dwinanto on

    He2, iya, infokusnya emang hal biasa, tapi penceramahnya luar biasa kayaknya,.πŸ˜€

  3. kzcl on

    waduh makanya gunakanlah bahasa universal yang mudah dimengerti…
    yaitu bahasa Eeiiisssss…. hehe… :p

  4. Dhimas L N ---- (^-^)v on

    sekali-kali gpp. kalo bahasa indonesia juga ga banyak yg dengerin, eh yg dengerin banyak deh, tapi sambil tidur :lol hehe

    untung awa soljum di DT

  5. dwinanto on

    @kzcL: Ada apa ini, kLo bahasanya Eiissss aja nanti cuma anak IF 2006 yang ngerti (sama saya juga sih),.πŸ˜€

    @Dhimas: Iya sih, tapi kan setidaknya yang dengerin juga dapet iLmu, kLo ini kan sulit,.πŸ˜›

  6. limpo50 on

    ceramah bahasa Arab dari awal sampe habis pernah sering di dekat rumah aye… soalnya memang dari Arab sono, dosen IAIN… kita semua dikira mahasiswa heheee.
    Hanya satu dua nyengar-nyengir tak paham kalo hotbahnya seru….
    Apa bhs Inggris dan Arab dijadikan wajib saja yah… biar muslim atau non muslim bisa ngerti dan tak usah merasa asing dengan dunia ini.

  7. dwinanto on

    Pendidikan bahasa Arab masih kurang diminati di Indonesia, agak sulit untuk menjadikannya hal yang wajib,.

  8. riripinkygirl on

    Hahaha… kasian juga…
    Ya skalian berlatih bahasa arab-lah nto…
    Masa b. inggris jago, tapi bahasa Al-quran memble, hehehe….

    Tapi, emang kasian juga c jamaahnya, jadi bengong kaya sapi ompong, hihihi…

  9. dwinanto on

    Gimana bisa latihan, ga ada terjemahannya nih,.😦

  10. riripinkygirl on

    hahaha….
    makanya belajar dunx..
    ikut les b. arab, hihihi….
    Jadi ntar nanto jadi penerjemah deh, hohoho

  11. paw on

    *serius mode: ON*
    dulu pernah pas SD ada khatib dari al-azhar mesir datang berkunjung ke sekolah kami, lalu memberikan khutbah jum’atnya dengan bahasa Arab. Betul sekali apa yang dikatakan bung nanto, tidak ada yang mengertiπŸ˜›
    *serius mode: OFF*

    makanya gan,, unduh srt nya dulu di ftp biasa, pasti ngerti dehπŸ˜›

  12. monter on

    assa.
    yaelah to, ambil sisi positifnya lah, misalnya orang2 yg gw liatin dah pd ngantuk sblm adzan eh jd trsadar krn keheranannya krn khutbah bhs arab td, lbh baik kan dngrin walo gak ngrti drpd tidur, iye gak iye gak ajeeb
    wass.

  13. Wahyu Fahmy on

    Hmmm, lama ga berkunjung, ternyata dah pindah blog… Ketinggalan zaman awak…

    Iya… Hehe.. Untung pas itu, bener-bener sekali-kalinya aku jum’atan di BATAN, biasanya di Salman atau di masjid dekat rumah… [Kebalik ama bung Nanto]πŸ˜€

  14. dwinanto on

    @Riri: Weqs, nanti deh kLo udah ada waktu ya,.

    @Paw: He2, iya nih, kan jadi sayang ga termanfaatkan,.😦

    @Monter: Iya c, tapi kan sulit nih jadinya buat yang emang niat dengerin,.πŸ˜›

    @Wahyu: He2, iya nih, jadi agak menyesal nih di Salman,. :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: