Archive for February, 2009|Monthly archive page

ForSiL Himatika,.

Jum’at (27/02/09) sekitar pukul 19.20, bertempat di dekat ruang sekretariat Himatika (Himpunan Mahasiswa Matematika) ITB berlangsung sebuah forum silaturahmi yang diselenggarakan oleh rekan-rekan Himatika bersamaan dengan berakhirnya masa kepengurusan Himatika 2008/2009,.

Agenda yang dibahas adalah:

1. Sosialisasi agenda terdekat dari masing-masing lembaga

Sebagian besar lembaga yang hadir ketika itu, khususnya dari himpunan mahasiswa, tengah menjalani masa pergantian kepengurusan, sehingga agenda terdekat yang akan dilakukan berkisar persiapan pengurus.

Dari HMIF, akan melakukan PHP (Pekan HMIF Peduli), yang berupa kunjungan ke SD dan pelatihan komputer bagi para guru pada pertengahan Maret 2009. Juga di awal April 2009 akan ada Arkavidia yang merupakan perlombaan implementasi teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kelanjutan Kasus IMG

Pada hari Senin (16/02/09) dilaksanakan sidang terhadap 3 rekan mahasiswa Teknik Geodesi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) ITB, yaitu ketua IMG, ketua pelaksana dan penanggungjawab lapangan pada acara yang dinyatakan telah merenggut nyawa rekan Dwiyanto Wisnunugroho, seorang mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007. Namun, pada sidang tersebut belum diungkapkan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada rekan-rekan yang terlibat.

Hingga saat ini, diketahui telah ada sejumlah hukuman yang dikeluarkan ITB, yaitu:

  • hukuman maksimal 15 SKS untuk semester genap 2008/2009 dan semester ganjil 2009/2010 bagi semua mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007 yang menjadi peserta acara
  • skorsing selama 4 semester bagi 3 rekan yang menjalani sidang dan disertai kewajiban berpartisipasi dalam agenda pengabdian masyarakat yang akan dirumuskan kemudian oleh pihak ITB
  • pembekuan IMG selama waktu yang belum ditentukan dan kewajiban bagi KaProdi Teknik Geodesi yang baru untuk melakukan pembenahan dalam internal IMG

3. Follow-up forum rembug

Pada hari Minggu (15/02/09), sekitar pukul 20.30, dilaksanakan forum rembug yang mengundang seluruh lembaga kemahasiswaan di ITB untuk membicarakan nasib KM (Keluarga Mahasiswa) ITB yang merupakan wadah kemahasiswaan terpusat. Pada kesempatan tersebut, seluruh lembaga sepakat untuk memperbaiki KM ITB bersama-sama.

Pembahasan yang dilakukan adalah mengenai bagaimana internalisasi hasil forum tersebut di masing-masing lembaga dan kesiapan untuk perbaikan sistem ke depannya.

4. Grand Desain Kaderisasi (GDK)

Kamis (26/02/09) pukul 19.30, dimulai pembahasan nasib GDK KM ITB yang diajukan oleh rekan-rekan Kongres KM ITB, seputar bagaimana masukan yang diberikan lembaga dan harapan ke depannya terkait implementasi GDK dalam proses di masing-masing lembaga.

Diskusi yang terjadi adalah menyangkut pengutaraan singkat seputar bagaimana hasil forum sebelumnya serta penyikapan dari setiap lembaga.

5. Sesi Bebas

Pada sesi bebas ini, berkembang sejumlah isu, yang paling mendominasi adalah terkait pengubahan nama 4 gedung yang semula ditandai dengan LabTek V, VI, VII dan VIII menjadi 4 nama tokoh yang disinyalir terkait dengan isu pemberian sumbangan uang sejumlah 25 milyar rupiah. Rincian penggantian nama tersebut adalah:

  • LabTek V, gedung Teknik Informatika beserta Tata Usaha FTI (Fakultas Teknologi Industri), diubah menjadi Gedung Benny Subianto
  • LabTek VI, gedung Teknik Fisika dan Teknik Kelautan, diubah menjadi Gedung Teddy P. Rachmat
  • LabTek VII, gedung Sekolah Farmasi, diubah menjadi Gedung Yusuf Panigoro
  • LabTek VIII, gedung Teknik Elektro, diubah menjadi Achmad Bakrie

Sejumlah pandangan yang terlontar selama diskusi adalah seputar penyikapan terhadap penggantian nama tersebut yang dikaitkan dengan berbagai hal, diantaranya:

  • nama-nama tersebut dilakukan atas sumbangan 25 milyar yang diberikan 4 pihak berbeda yang diangsur selama 5 tahun
  • bahwa penggantian nama tersebut berlaku selama 5 tahun
  • bagaimana independensi ITB sebagai institusi pendidikan
  • kebutuhan dana ITB setiap tahunnya untuk pendidikan
  • status ITB sebagai BHP dan peraturan pendidikan yang berlaku
  • pinjaman yang diperoleh ITB dari Jepang sejumlah 72 milyar
  • budaya dan sikap bangsa Indonesia dalam merancang dan menjaga suatu yang telah dihasilkan
  • prestasi bangsa dan pola pikir pasca lulus dari kampus
  • pandangan terhadap birokrasi ITB dan pemerintah Indonesia

Usai pembahasan tersebut disudahi, terdapat sejumlah pesan terkait ajang Pemilu Raya KM ITB, Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa (I3M) dan Desa Mitra PM KM ITB. Hingga akhirnya forum ditutup sekitar pukul 23.30.

WeLL, for a brighter tomorrow,.

Draft Koridor Kaderisasi KM ITB,.

Berikut konsep yang diajukan sebagai koridor kaderisasi atau yang menjadi batasan pelaksanaan kaderisasi yang akan dicoba diajukan untuk disepakati bersama di tingkat ITB. Rancangan ini diajukan rekan-rekan PSDM KM ITB beberapa hari lalu dan telah sempat dibahas oleh pihak lembaga kemahasiswaan dan masih akan disepakati dahulu sebelum diajukan ke pihak ITB,.

Latar Belakang

Senat akademik sebagai salah satu struktur lembaga ITB, telah menyusun kebijakan pembinaan kemahasiswaan yang mengatur kegiatan kemahasiswaan ITB. Menurut poin 6.2 pada kebijakan organisasi kemahasiswaan, ruang lingkup organisasi kemahasiswaan ITB dapat berupa kegiatan pengembangan diri atau pendidikan karakter, pelatihan berorganisasi dan kepemimpinan, peningkatan kreativitas dan penalaran, dst. Kegiatan yang terdefinisi sebagai kegiatan kaderisasi adalah kegiatan-kegiatan yang mencakup pembentukan karakter, pengembangan diri, maupun kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan oleh KM ITB merupakan kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi kemahasiswaan. Mengacu pada Keputusan Rektor ITB nomor 082 pasal 2 ayat 6 tentang menyelenggarakan orientasi studi dan sejenisnya pada tingkat institut, fakultas, dan prodi yang merupakan salah satu kegiatan yang dilarang yang melanggar etika akademik ITB dan hak asasi manusia. Orientasi studi yang terdapat dalam keputusan tersebut masih membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut tentang batasan-batasan teknis yang bisa membuat suatu kegiatan terdefiniskan sebagai orientasi studi, hal ini diperlukan untuk keberjalanan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan kedepannya. Maka disusunlah draft koridor kaderisasi sebagai aturan bersama yang disepakati oleh elemen KM ITB yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi dan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan kaderisasi antara pihak ITB dengan organisasi kemahasiswaan.

Tujuan Kaderisasi

Membentuk anggota KM ITB yang berkarakter sesuai dengan amanah konsepsi

Kajian tentang karakter yang ingin dibentuk serta orientasi KM ITB dituangkan oleh mahasiswa dalam konsepsi KM ITB. Sesuai dengan yang tertulis dalam konsepsi KM ITB, bahwa tugas perguran tinggi adalah untuk membentuk insan akademis. Yang dimaksud insan akademis adalah insan yang senantiasa untuk mengembangkan diri sehingga tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus dapat menkritisi kondisi masyarakat di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang ideal dengan landasan kebenaran ilmiah. Yang dimaksud dengan tatanan masyarakat masa depan ideal disini adalah masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki nilai parsitipatif, aspriratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika.

Prinsip Kaderisasi

Dalam pelaksanaan kaderisasi terdapat beberapa prinsip yang menjadi dasar dan pegangan dalam pelaksanaan kaderisasasi:

  • Menjunjung nilai-nilai intelektualitas
    Sebagai insan-insan yang berpendidikan sudah seyogyanya dalam pelaksanaan aktivitas apapun didasarkan pada nilai-nilai intelektualitas. Nilai-nilai yang terdefinisi dari intelektualitas adalah :
  1. Mengutamakan kebenaran ilmiah. Dalam setiap aktivitas yang dilakukan, didasarkan pada proses pemikiran yang berujung pada kesimpulan mengapa aktivitas tersebut harus dilakukan, sehingga selalu ada alasan rasional yang mendasari dilaksanakannya suatu aktivitas kaderisasi.
  2. Kritis terhadap kondisi. Pencapaian tujuan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap prosesnya. Perbaikan-perbaikan ini dapat dilakukan dengan diawalli adanya kekritisan terhadap realita yang sedang terjadi. Pencapaian tujuan kaderisasi akan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan dalam proses kaderisasi. Sikap kritis ini juga akan mendasari adanya perbaikan-perbaikan dalam lingkup yang lebih luas. Misalnya lingkungan bangsa.
  3. Pembelajaran. Kaderisasi yang ideal adalah kaderisasi yang bisa memberikan nilai tambah bagi yang mengkader maupun yang dikader. Dengan adanya nilai pembelajaran dalam kaderisasi, maka setiap individu yang terlibat dalam kaderisasi dapat meningkat kapasitasnya tidak hanya kebutuhan jangka pendek tetapi juga kebutuhan jangka panjang untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan.
  • Kaderisasi yang komprehensif
    Kaderisasi yang dilakukan oleh KM ITB merupakan kaderisasi yang bisa melingkupi aktivitas-aktivitas mahasiswa baik akademik maupun non akademik.Kegiatan yang dilakukan di organisasi kemahasiswaan harus bisa melingkupi berbagai bidang, termasuk bidang akademik dan keprofesian. Walaupun tidak secara langsung memberikan muatan akademik dan keprofesian, tetapi dalam prosesnya bagaimana kegiatan ekstrakurikuler bisa memberikan muatan-muatan yang bisa mendukung mahasiswa untuk berprestasiΒ  dalam bidang akademik dan keprofesian.
  • Kebersamaan
    Kesadaran akan kedudukan kaderisasi sebagai kebutuhan dan tanggungjawab bersama haruslah tertanam pada stake holder di lapangan (dalam hal ini lembaga yang menyelenggarakan , panitia, dan peserta). Setiap elemen menyadari posisinya untuk akhirnya memberikan hasil yang terbaik dari proses kaderisasi. Semangat kekeluargaan juga tercakup dalam prinsip kaderisasi ini.
  • Efektifitas dan efisiensi
    Yang tercakup dalam poin ini adalah terkait waktu yang digunakan dihubungkan dengan output yang dihasilkan. Rentang waktu yang digunakan untuk pelaksanaan kaderisasi disesuaikan dengan kebutuhan untuk hasil yang terbaik. Waktu yang lama dalam pelaksanaan kaderisasi bukan berarti inefektif tetapi bisa jadi dalam kondisi yang sebenarnya memang dibutuhkan waktu sepanjang itu untuk menghasilkan output kader yang telah ditetapkan oleh lembaga kemahasiswaan.
  • Komitmen bersama
    Dalam konsepsi KM ITB bagian posisi organisasi kemahasiswaan di kampus disebutkan bahwa Organisasi Kemahasiswaan ITB berada dalam sistem ITB, akan tetapi secara struktural tidak berada di bawah rektor dan memiliki otonom penuh untuk menentukan kehidupan organisasinya. Dalam pelaksanaan kegiatannya organisasi kemahasiswaan berhak untuk menentukan kebijakan terkait keberjalanan organisasinya, di sisi lain terdapat hal-hal tertentu terkait kegiatan orgsanisasi kemahasiswaan yang disepakati antara kedua belah pihak (ITB dan organisasi kemahasiswaan ITB). Begitu juga dengan pelaksanaan kaderisasi, terdapat hal-hal tertentu yang membutuhkan kerjasama antara kedua belah pihak yang bersifat membangun.
  • Religius dan humanis
    Insan akademis yang bermoral menjadi tinjauan dari pelaksanaan kaderisasi. Nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang mendasari menjadi dasarΒ  pendukung terciptanya suasana yang terarah, bertanggungjawab, dan kondusif bagi pelaksanaan kaderisasi.

Kaidah Pelaksanaan Kaderisasi

  1. Tahapan pembelajaran dalam sebuah pendidikan adalah : pengenalan, pemahaman, melakukan dan mengajarkan. Maka dalam setiap proses kaderisasi harus melewati proses tersebut. tahap pengenalan adalah tahap dimana peserta didik mengenal sesuatu yang akan dipelajarinya secara definitive. Tahap pemahaman adalah tahap dimana peserta didik memahami secara detail β€œuntuk apa, kenapa dan bagaimana” tentang sesuatu yang dipelajarinya. Tahap melakukan adalah tahap dimana peserta didik mengimplementasikan segala hal yang dia pahami. Sedangkan tahap mengajarkan adalah tahap dimana dia mengajarkan segala pengetahuan tentang sesuatu tersebut kepada orang lain. selain itu, karena kaderisasi adalah suatu proses pendidikan, maka sifat pendidikan yaitu berkelanjutan dan tiada henti pun adalah sifat dari kaderisasi.
  2. Kaderisasi bukanlah suatu kegiatan atau proses untuk membentuk karakter kader secara langsung, namun adalah upaya untuk memberikan penyadaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung kader untuk membentuk karakternya secara mandiri. Karena kita fahami secara sadar bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter sesorang yaitu adalah latar belakang dan lingkungan tempat dia berada.

Batasan Pelaksanaan

Pasal 1 – Perizinan

  • Penanggungjawab
  1. Pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi adalah pembina kemahasiswaan di tingkat institut atau pada tingkat fakultas/sekolah (pihak ITB), Ketua Lembaga dan Ketua Panitia (pihak pelaksana kegiatan)
  2. Kegiatan kaderisasi yang tidak mendapatkan perizinan dari pihak ITB tidak berhak menggunakan fasilitas ITB

Pasal 2 – Pelaksanaan

  • Waktu
  1. Pelaksanaan kegiatan kaderisasi disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas formal akademik (pelaksanaan kuliah, praktikum, dll)
  2. Rentang pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan kaderisasi
  • Tempat
  1. Kegiatan kaderisasi dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar kampus
  • Pelaksanaan Teknis, melingkupi hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam pelaksanaan teknis kaderisasi:
  1. Kontak fisik yang bisa mencederai baik secara langsung maupun menggunakan alat (mialnya: menampar, memukul, dll)
  2. Kata dan perbuatan yang melecehkan (termasuk di dalamnya SARAS: suku, agama, ras, adat dan aseksual)
  3. Hukuman fisik, menjadikan olahraga sebagai hukuman (misalnya: push-up, sit-up, dll)

Selain yang disebutkan di atas, masih terdapat komponen prakata dan kedudukan draft koridor kaderisasi.

WeLL, one big idea for a big step,.

Sidang Kasus IMG,.

Kamis (19/02/09) mulai pukul 09.00 hingga 15.00, bertempat di rektorat ITB jalan Tamansari, berlangsung sidang oleh komisi disiplin ITB terhadap kasus yang melibatkan rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) beberapa waktu yang lalu,.

Pihak yang hadir dalam persidangan tersebut yang terlibat dalam persidangan, tidak termasuk penonton adalah:

  1. pihak IMG, yaitu ketua IMG, Agun; ketua panitia acara IMG, Zahril; dan penanggungjawab lapangan ketika acara tersebut.
  2. pihak KM ITB, yaitu Presiden KM ITB, Shana; MWA Wakil Mahasiswa, Bagus; beserta tim MWA, Nita; dan tim advokasi IMG, Jack.
  3. pihak komisi disiplin ITB dan institusi

Berdasarkan aturan yang ada, hukuman yang dijatuhkan merupakan keputusan rektor, dengan melalui rekomendasi yang dihasilkan melalui sidang tersebut. Dalam kasus ini, hukuman paling ringan yang akan dikeluarkan adalah peringatan berat dan hukuman paling berat adalah dicabutnya status mahasiswa. Keputusan akhirakan diumumkan secara resmi pada hari Senin (23/02/09) pagi.

Selama sidang berlangsung, hal yang menjadi pembahasan adalah pemaparan aturan yang dilanggar oleh IMG, yang mencakup setidaknya 5 aturan secara institusi pendidikan ITB. Kemudian, disertai dengan penjelasan faktor yang dapat meringankan kondisi yang dihadapi IMG. Hal ini berbeda dengan kondisi yang dihadapi ketika kasus GEA, di mana sidang menjadi ajang penuduhan berbagai hal dan tanpa adanya pembelaan dan sejenisnya,.

Hal yang mengherankan adalah walaupun selama sidang berlangsung, sama sekali tidak disinggung mengenai hukuman terhadap pihak mahasiswa teknik geodesi angkatan 2007 yang menjadi peserta acara IMG tersebut, namun secara mendadak WRMA mengumumkan penjatuhan hukuman berupa pembatasan SKS bagi seluruh peserta acara IMG sebanyak maksimal 10 SKS. Bagaimana hal ini terjadi dan dari mana sumber keputusan tersebut berasal masih menjadi misteri,.

WeLL, nothing to say,.

Ketika mencoba mengikukti beberapa rekan lain yang mencoba tes yang ada di sini, diperoleh hasil berikut ini. Meskipun masih merasa di beberapa tempat agak kurang cocok, tapi untuk tambahan pengetahuan cukup baik lah,. πŸ˜€


Your view on yourself:

You are intelligent, honest and sweet. You are friendly to everybody and don’t like conflict. Because you’re so cheerful and fun people are naturally attracted to you and like to talk to you.

Setuju dengan ini, khususnya di bagian konflik dan cheerful,. πŸ˜›

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You are not looking merely for a girl/boyfriend – you are looking for your life partner. Perhaps you should be more open-minded about who you spend time with. The person you are looking for might hide their charm under their exterior.

… πŸ˜€

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

masih no-comment,. πŸ˜›

The seriousness of your love:

You are very serious about relationships and aren’t interested in wasting time with people you don’t really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.

belum berani ber-comment,. πŸ™‚

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

Pembelajaran yang tentunya harus bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri,.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

Untuk rencana di awal masa pasca perkuliahan memang akan seperti ini, namun bukan berarti tantangan di dunia wirausaha adalah mustahil,.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

Usaha, kerja keras dan tentunya kedekatan dengan Yang Maha Kuasa yang akan menentukan hal ini,.

What are you most afraid of:

You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.

Yang ini agak sedikit menyimpang, karena tampaknya image dalam hidup memang perlu dibangun, namun akanjadi seperti apa image itu adalah pilihan kita masing-masing,.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.]

Kadang-kadang memang merasa demikian,. πŸ˜€


WeLL, just another way to know yourself better,.

Perpisahan,.

Jum’at (13/02/09) malam, usai agenda penutupan rangkaian Olimpiade ITB 2009 yang bertempat di Lapangan CC sejak sekitar pukul 19.30 hingga 22.00 dan kembali ke ruang sekretariat HMIF (sekre) di lantai satu gedung LabTek V kampus ITB untuk beristirahat dengan diselingi aktivitas bersih-bersih sejenak, muncul suatu musibah yang amat menyedihkan di hari itu,.

Setelah sebelumnya karena tengah melamun merenungkan suatu hal saat mengemudikan motor mendekati wilayah sekre, dengan kondisi hujan yang membasahi jalanan dan roda motor menyebabkan licin yang tidak biasa pada jalur kendaraan, akhirnya akibat terlambat kembali ke pikiran yang benar bahwa ketika itu sedang mengemudikan kendaraan sehingga terlambat menginjak rem dan menyebabkan posisi tidak stabil dan terjatuh bersama kendaraan. Meski memang kecelakaan amat ringan, namun cukup menyiksa batin karena amat konyol dan disaksikan banyak rekan,. 😦

Malam itu, ketika hendak menyalakan Laptop, terdengar suara mencurigakan saat membuka Laptop, ternyata setelah diperiksa, sambungan menuju LCD (monitor) terganggu dan akibatnya dapat menyala dengan tampilan amat sangat gelap,. 😦

Selain fakta bahwa akhirnya batal untuk mengakses internet ketika itu, pemikiran akan mahalnya biaya perbaikan dan bagaimana kehidupan beberapa hari ke depan tanpa keberadaan Laptop yang amat menyiksa menjadikan hari itu ditutup dengan penuh kesedihan. Untungnya di akhir hari itu sempat berkumpul dengan sejumlah rekan untuk membicarakan seputar kemahasiswaan, yang merupakan satu dari tiga hal yang mampu mengalihkan pikiran ini dari berbagai kepenatan hidup,. πŸ˜€

Akhirnya keesokan harinya, Sabtu (14/02/09), setelah mencoba menghubungi lokasi servis Laptop dengan tanpa balasan, tetap bersikeras memastikan langsung apakah buka atau tidak di hari Sabtu. Menuju lokasi di Jalan Gatot Subroto no.2, sekitar 400 meter dari lokasi, ketika tengah menyalip sejumlah mobil yang terperangkap kemacetan, tanpa disadari sebuah motor mendekat dari arah berlawanan dan tanpa mampu mengantisipasi lebih jauh karena sedang dalam posisi gas ditarik dan badan motor agak miring, segera menekan rem sekuatnya untuk menghindari benturan dan akhirnya bersama kami terseret jatuh tanpa sempat berbenturan,. 😦

Kali ini, mungkin karena trauma yang masih tersisa dari peristiwa sebelumnya dan berbagai beban pikiran, juga faktor rezeki yang buruk, akhirnya kali ini dengan benturan yang lebih keras namun dengan tetap untungnya sang motor lolos dengan hampir tanpa cacat, namun celana panjang sedikit sobek. Hal yang lebih menyedihkan adalah bahwa ternyata lokasi servis yang didatangi tutup pada hari Sabtu,. 😦

Akhirnya kembali ke kos dan melakukan sedikit penjahitan modifikasi pada celana agar dapat tetap dipakai,. πŸ˜›

Setelah dua hari yang menyedihkan, akhirnya Senin (16/02/09) pagi kembali menuju lokasi servis dan memperoleh fakta bahwa kemungkinan kerusakan adalah menyangkut LCD yang menyebabkan mahalnya biaya,. 😦

Hingga kini, hari-hari sulit dan sepi tanpa sang Laptop masih melanda, semoga dapat segera kembali seperti sedia kala dengan tanpa perlu merugikan secara berlebihan dari sisi finansial,. πŸ™‚

WeLL, yesterday is history, tomorrow is mystery,.

Komunikasi Antar Personal,.

Kuliah dengan kode IF3094 yang berlabel Komunikasi Antar Personal merupakan salah satu kuliah dengan nilai 2 SKS yang menjadi kuliah wajib pada semester 6 di jenjang perkuliahan mahasiswa S1 Informatika ITB sejak diterapkannya kurikulum 2008 pada semester ganjil 2008/2009 yang lalu,.

Berbagai hal yang cukup mengejutkan mewarnai kisah awal perkuliahan ini, mulai dari prosesi pemilihan kelas yang pada awalnya terdapat 3 kelas dengan masing-masing dosen yang tercantum namanya, sehingga mahasiswa yang hendak mengambil kuLiah tersebut, yang berkisar pada rekan-rekan angkatan 2005, 2006 dan sebagian 2007, menetapkan pilihan masing-masing.

Sebagian mahasiswa memang mengikuti aturan dengan memilih kelas K-1 untuk NIM ganjil dan K-2 untuk NIM genap, serta K-3 tanpa penjelasan lengkap,. πŸ˜€

Usai penetapan mata kuliah yang diambil masing-masing mahasiswa dengan kelas pilihannya, ternyata terdapat pengumuman penggantian dosen pengajar salah satu kelas mata kuliah ini. Pada dasarnya penggantian dosen adalah hal biasa, namun tampaknya beberapa rekan menanggapinya dengan cukup histeris, entah dengan alasan apa,.

Akhirnya perkuliahan pertama pun dimulai dan rekan-rekan dengan kelas yang mengalami perubahan dosen, termasuk penulis, dikejutkan dengan beberapa kenyataan terkait sikap dosen di awal dan sepanjang kuliah, juga terkait tugas yang diberikan di akhir kuliah,.

Yang paling membingungkan adalah kenyataan bahwa untuk semua kelas, diwajibkan mengenakan nametag selama kuliah yang mencantumkan nama dan NIM, di mana hal ini mengingatkan kembali pada masa-masa pembinaan organisasi yang pernah kamu jalani,. πŸ˜€

H-1 menjelang perkuliahan kedua, yaitu hari Selasa (10/02/09), sejumlah rekan sibuk mengerjakan tugas yang akan dikumpulkan esok harinya pukul 10.00. Hal yang paling menggelitik adalah bahwa sejumlah rekan membuat nametag dengan mencetak tulisan pada kertas A4 dalam berbagai desain, mulai dari yang sederhana, hingga yang berlebihan, belum termasuk metode pemasangan yang variatif,. πŸ˜€

WeLL, hope tomorrow is just fine,.

Meninggalnya Mahasiswa ITB,.

Akhirnya kembali dari Depok hari Senin (09/02/09) pukul 20.15, sejak Sabtu (07/02/09) sore, tepatnya pukul 17.30 meninggalkan Bandung untuk pulang ke Depok untuk melakukan beberapa hal, yaitu urusan keluarga dan masalah alat-alat elektronik di rumah,. πŸ™‚

Setibanya di Bandung, segera menuju kos dan menaruh beberapa barang sekaligus menjemput motor yang tertidur selama lebih dari 48 jam dan langsung dipacu ke kampus,. πŸ˜€

Kehadiran di kampus adalah untuk menghadiri rapim (rapat pimpinan) lembaga KM ITB membahas masalah yang terjadi dengan rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) pada hari Minggu (08/02/09),.

Agenda utama ketika itu memang untuk klarifikasi kejadian sesungguhnya, karena memang telah berbagai berita tersebar di media, khususnya internet, agar jangan sampai bahkan mahasiswa ITB sendiri tidak mengetahui kebenarannya,.

Berdasarkan pemaparan perwakilan IMG pada rapim berikut kronologis secara garis besar peristiwa yang terjadi, perlu diingat bahwa berikut adalah versi pada hari Senin (09/02/09) yang tentunya akan mengalami perubahan sesuai perkembangan informasi dan penyelidikan ke depannya,.

Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu (mohon maaf jika terdapat kesalahan) merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang,.

Acara tersebut didampingi tim dari AMP, yaitu suatu kesatuan medis dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran UnPad yang memang sering dilibatkan dalam agenda-agenda kemahasiswaan ITB (HMIF sendiri pernah melibatkan mereka). Sebelum keberangkatan, rekan-rekan AMP telah melakukan tes medis untuk memastikan kesehatan seluruh peserta, termasuk Wisnu,.

Berangkat sekitar pukul 09.00 menuju TKP dengan menggunakan angkot yang dipesan hingga Dago Bengkok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sejauh kira-kira 800 meter,.

Hingga sekitar 400 meter pertama, Wisnu mulai roboh dan dipapah pada paruh kedua perjalanan sambil beristirahat di bawah pengawasan panitia,.

Setibanya di lokasi, detil peristiwanya tidak begitu ingat, yang pasti sempat beristirahat dan tentunya panitia memberi perhatian lebih kepada Wisnu yang tadi sempat menunjukkan gejala kurang sehat mengenai motivasinya untuk melanjutkan acara juga kesiapan secara fisik dan mental,.

Hal yang sempat diingat adalah, sebelum akhirnya mendekati waktu keberangkatan ke lokasi acara berikutnya, Wisnu sempat diminta memikirkan masak-masak untuk melanjutkan atau tidak, dengan panitia membiarkannya di sebuah ruangan sendirian dan meminta beberapa rekannya untuk mengajaknya berdiskusi. Dan sempat terjadi beberapa peristiwa sehingga panitia meragukan ketidaksehatan Wisnu dan memang Wisnu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara,.

Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 persiapan berangkat ke rute outbond dan sebelumnya telah diperiksa kembali kesehatan peserta dan dengan berbagai rangkaian yang ada. Wisnu sempat menunjukkan beberapa gejala gangguan kesehatan, mulai dari buang air besar dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Minggu Wisnu tumbang,.

Panitia pun memutuskan mengistirahatkan dan memberikan pertolongan pertama kepada Wisnu sebelum akhirnya menjelang pukul 06.00 akan dilarikan ke rumah sakit, namun ternyata Wisnu telah tiada,.

Itulah kronologis yang paling mendekati kebenaran, terlepas dari berbagai berita yang beredar di media, berita ini langsung dari sumber yang terlibat di lokasi,.

Setelah peristiwa itu, pihak IMG segera mengontak Kepala Program Studi Teknik Geodesi dan pihak keluarga, juga membantu prosesi pemakaman jenazah aLmarhum bersama rekan dari kabinet KM ITB yang baru selesai pukul 23.00,.

Hingga saat ini, belum ada bentuk tuntutan dari pihak keluarga, namun hal yang pasti, jika memang ada tuntutan, maka itu berupa pidana dan memerlukan otopsi jenazah Wisnu sebagai landasan pasti,.

Dan yang akan dilakukan oleh KM ITB adalah membantu mengkondisikan isu yang beredar di kampus agar tidak melenceng dari kebenaran dan mengarahkan pihak luar yang ingin mengetahui soal kasus ini agar menghubungi WRMA (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), karena telah disepakati bahwa jalur informasi dari luar ITB adalah melalui WRMA,.

Selain itu, sedang dilakukan penelusuran mengenai bukti-bukti yang mendukung kejelasan penyebab meninggalnya Wisnu, karena jelas bukan aktivitas fisik yang berlebihan atau kekerasan yang menjadi penyebabnya. Pencarian info mengenai proses hukum dan medis terkait peristiwa ini juga masih dilakukan, karena mahasiswa ITB notabene-nya tidak punya pemahaman mendalam mengenai kedua bidang tersebut,.

Sejak Senin siang, pihak kepolisian mulai terlibat dalam penyelidikan kasus ini, meski belum diketahui siapa yang melibatkan mereka, karena jelas hal ini akan berdampak pada sifat pidana pada perkara tersebut,.

Reaksi pihak WRMA yang mewakili ITB terhadap hal ini adalah akan diadakannya sidang penentuan siapa yang paling bersalah dalam kasus ini yang akan dihadiri oleh rektor sebagai hakim dan komisi disiplin ITB sebagai penuntut, namun belum dipastikan kapan dan bagaimana mekanisme pembelaan terdakwa, yaitu pihak IMG, dalam hal ini,.

Semoga peristiwa ini tidak memberikan kesan buruk di kalangan luar terhadap mahasiswa ITB, juga tidak menghancurkan pergerakan yang selama ini dibangun,.

WeLL, just another obstacle, a big one,.

Gelar HC untuk SBY,.

Pemberian gelar Doktor Honoris Causa (HC) yang hingga kini masih menuai berbagai kontroversial di kalangan internal ITB, mulai dari mahasiswa hingga staf pengajar, maupun eksternal ITB, mulai dari kalangan akademisi hingga politisi,.

Sidang penetapan gelar untuk SBY tersebut dilakukan pada hari Jum’at (16/01/09) di Gedung Majelis Guru Besar (MGB) ITB di Jalan Surapati nomor 1, Bandung,.

Alasan pemberian gelar tersebut kepada SBY adalah karena jasa beliau dalam pengembangan industri melalui kebijakan yang dikeluarkannya selama menjabat sebagai Presiden RI,.

Selain alasan di balik pemberian gelar tersebut yang ternyata telah lama dipertimbangkan oleh pihak Senat Akademik (SA) ITB, hal yang menjadi pertanyaan terbesar adalah pada waktu pemberian gelar itu sendiri; yaitu mengapa harus pada bulan Maret 2009, di mana kondisi politik sedang marak dengan suasana kampanye,.

Hal yang dijadikan alasan pemilihan waktu untuk pemberian gelar tersebut adalah disesuaikan dengan momen Dies Emas ITB yang akan diperingati dalam sebuah acara puncak pada hari Senin (02/03/09) di ITB,.

Setelah melalui berbagai kontroversi, akhirnya pada hari Jum’at (06/02/09), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Rektor ITB, Djoko Santoso ke Istana Negara, Jakarta, dan mengemukakan permintaannya untuk menunda pemberian gelar tersebut hingga usai masa pemilihan Presiden RI,.

Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Haryanto Danutirto; Ketua Ikatan Alumni ITB, Hatta Rajasa; dan Mendiknas, Bambang Soedibyo turut hadir di Istana Negara ketika SBY meminta penundaan pemberian gelar tersebut kepadanya,.

Meski kehadiran SBY tetap diharapkan pada agenda peringatan Dies Emas ITB, namun setidaknya tidak ada nuansa perpolitikan yang terlalu kental yang akan terjadi,. πŸ™‚

WeLL, just another case of our government,.

Design Your Software and Help our Nation,.

Mungkin para mahasiswa, khususnya jurusan IT, sudah tidak asing lagi dengan kompetisi Software Design di Microsoft Imagine Cup. Nah Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) ITB dalam rangka acara besarnya yaitu ARKAVIDIA, mengadakan sebuah Software Design Competition yang bertemakan β€œFuture Public Service” . Kompetisi ini sendiri merupakan suatu ajang yang kompetitif untuk meningkatkan kepedulian terhadap β€œFuture Public Service” di Indonesia dan kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan suatu desain perangkat lunak yang mudah digunakan oleh masyarakat. Terlebih lagi di masa depan, layanan yang bersifat publik sudah seharusnya dikendalikan oleh otomatisasi berbasis komputer dan diharapkan dapat memberikan ide yang menarik untuk membantu kemajuan pelayanan publik di Indonesia pada khususnya.

arkavidia

Pendaftaran untuk lomba ini telah dibuka sejak awal Januari lalu dan masih akan dibuka hingga akhir Februari ini. Dalam lomba yang diperuntukan bagi seluruh mahasiswa di Indonesia ini, peserta bebas menggunakan teknologi yang digunakan (Java, .NET, dsb. tak terkendala bahasa) dan diperbolehkan menggunakan banyak teknologi sekaligus (interoperabilitas antar teknologi dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian). Peserta diharuskan mengirimkan proposal perangkat lunaknya sebelum batas waktu yang ada.

Nantinya akan dipilih 10 finalis yang akan mempresentasikan karyanya di Expo ARKAVIDIA pada bulan April nanti. Hadiah untuk juara I bernilai 10 juta rupiah, sedangkan untuk juara II sebesar 5 juta rupiah, dan 3 juta rupiah untuk juara III. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat langsung mengunjungi website resmi ARKAVIDIA yaitu http://arkavidia.com.

So, ingin merancang software yang bisa membatu public service kita danmendapatkan hadiah yang besar? Langsung saja berpartisipasi! πŸ˜€

Seminar Tugas Akhir,.

Setelah membatalkan Sumpah Palapa 2 akibat satu dan lain hal yang datang bukan dari dalam diri sendiri, akhirnya tercapai juga apa yang diinginkan dalam sumpah tersebut,. πŸ™‚

Semuanya berawal dari niatan untuk menghadap KaProdi Informatika yang baru menjabat sejak tahun 2009 ini yang tak kunjung membuahkan hasil setelah 3 pekan berusaha, alasannya adalah kesibukan beliau yang bervariasi setiap pekannya, mulai dari rapat-rapat awal bagi KaProdi baru, kejar batas akhir keluar nilai mata kuliah, perwalian hingga urusan laboratorium yang tak dapat ditinggalkan,. 😦

Selasa (27/01/09) siang, ketika hendak berusaha menemui beliau lagi menjelang pukul 14.00 di ruangannya, namun ternyata beliau dinyatakan tengah menjalani sholat dan harap ditunggu. Akhirnya penantian pun berlanjut hingga terbesit pikiran untuk menghadap dosen pembimbing Tugas Akhir yang memang telah berjanji untuk bertemu siang itu. Namun, sempat ragu dan berpikir untuk menemui sang dosen pembimbing pasca menemui sang KaProdi,.

Akibat cukup lamanya waktu penantian, akhirnya memutuskan untuk beranjak menemui dosen pembimbing dan ternyata tepat sekali berpapasan dengan beliau yang bergegas pulang di pintu elevator dan akhirnya kembali ke ruangan beliau untuk berdiskusi,. πŸ™‚

Usai diskusi, setelah suatu revisi minor pada dokumen tugas akhir, akhirnya ditawarkan untuk maju Seminar Tugas Akhir pada hari Senin (02/02/09) dengan Bapak Oerip selaku dosen penguji,.

Hal itu sangat mengejutkan dan di luar dugaan, karena malam hari itu akan segera berangkat keluar Bandung dan baru akan tiba kembali Sabtu pagi, sedangkan dokumen untuk seminar harus diserahkan sebelum seminar kepada dosen yang terlibat dan itu berarti harus sore itu juga diserahkan sebelum terlambat,. πŸ˜€

Setelah menyelesaikan birokrasi pengajuan seminar dan pertemuan dengan dosen penguji, segera menyelesaikan revisi dan menyerahkan dokumen tugas akhir ke meja dosen pembimbing dan dosen penguji,. πŸ™‚

Setelah itu, selama 4 hari ke depan tidak pernah menyentuh lagi tugas akhir yang akan di-seminarkan hingga H-1 waktu pelaksanaan dan baru mempersiapkan diri,.

Hal yang membuat khawatir bukanlah perasaan gugup atau canggung dan sejenisnya, namun hanya rasa bingung, karena ini pertama kalinya berada di seminar tugas akhir, terlebih kali ini sebagai pihak yang tugas akhirnya di-seminar-kan, juga pertama di Informatika angkatan 2005,. πŸ˜€

Dengan slide presentasi yang baru dikerjakan tengah malam dan selesai sekitar pukul 09.00 di hari-H dan persiapan lain, seminar yang berlangsung selama sekitar 50 menit akhirnya dilalui dengan peserta sekitar belasan orang dari rekan-rekan Informatika 2005 (terima kasih banyak kepada semua rekan yang telah berkesempatan hadir),. πŸ™‚

Masalah berikutnya adalah munculnya rasa senggang dan kehendak untuk beristirahat sejenak yang jika tidak dikendalikan, dapat berbahaya,. πŸ˜›

WeLL, aLhamduLiLLah,.