ForSiL Himatika,.

Jum’at (27/02/09) sekitar pukul 19.20, bertempat di dekat ruang sekretariat Himatika (Himpunan Mahasiswa Matematika) ITB berlangsung sebuah forum silaturahmi yang diselenggarakan oleh rekan-rekan Himatika bersamaan dengan berakhirnya masa kepengurusan Himatika 2008/2009,.

Agenda yang dibahas adalah:

1. Sosialisasi agenda terdekat dari masing-masing lembaga

Sebagian besar lembaga yang hadir ketika itu, khususnya dari himpunan mahasiswa, tengah menjalani masa pergantian kepengurusan, sehingga agenda terdekat yang akan dilakukan berkisar persiapan pengurus.

Dari HMIF, akan melakukan PHP (Pekan HMIF Peduli), yang berupa kunjungan ke SD dan pelatihan komputer bagi para guru pada pertengahan Maret 2009. Juga di awal April 2009 akan ada Arkavidia yang merupakan perlombaan implementasi teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kelanjutan Kasus IMG

Pada hari Senin (16/02/09) dilaksanakan sidang terhadap 3 rekan mahasiswa Teknik Geodesi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) ITB, yaitu ketua IMG, ketua pelaksana dan penanggungjawab lapangan pada acara yang dinyatakan telah merenggut nyawa rekan Dwiyanto Wisnunugroho, seorang mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007. Namun, pada sidang tersebut belum diungkapkan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada rekan-rekan yang terlibat.

Hingga saat ini, diketahui telah ada sejumlah hukuman yang dikeluarkan ITB, yaitu:

  • hukuman maksimal 15 SKS untuk semester genap 2008/2009 dan semester ganjil 2009/2010 bagi semua mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007 yang menjadi peserta acara
  • skorsing selama 4 semester bagi 3 rekan yang menjalani sidang dan disertai kewajiban berpartisipasi dalam agenda pengabdian masyarakat yang akan dirumuskan kemudian oleh pihak ITB
  • pembekuan IMG selama waktu yang belum ditentukan dan kewajiban bagi KaProdi Teknik Geodesi yang baru untuk melakukan pembenahan dalam internal IMG

3. Follow-up forum rembug

Pada hari Minggu (15/02/09), sekitar pukul 20.30, dilaksanakan forum rembug yang mengundang seluruh lembaga kemahasiswaan di ITB untuk membicarakan nasib KM (Keluarga Mahasiswa) ITB yang merupakan wadah kemahasiswaan terpusat. Pada kesempatan tersebut, seluruh lembaga sepakat untuk memperbaiki KM ITB bersama-sama.

Pembahasan yang dilakukan adalah mengenai bagaimana internalisasi hasil forum tersebut di masing-masing lembaga dan kesiapan untuk perbaikan sistem ke depannya.

4. Grand Desain Kaderisasi (GDK)

Kamis (26/02/09) pukul 19.30, dimulai pembahasan nasib GDK KM ITB yang diajukan oleh rekan-rekan Kongres KM ITB, seputar bagaimana masukan yang diberikan lembaga dan harapan ke depannya terkait implementasi GDK dalam proses di masing-masing lembaga.

Diskusi yang terjadi adalah menyangkut pengutaraan singkat seputar bagaimana hasil forum sebelumnya serta penyikapan dari setiap lembaga.

5. Sesi Bebas

Pada sesi bebas ini, berkembang sejumlah isu, yang paling mendominasi adalah terkait pengubahan nama 4 gedung yang semula ditandai dengan LabTek V, VI, VII dan VIII menjadi 4 nama tokoh yang disinyalir terkait dengan isu pemberian sumbangan uang sejumlah 25 milyar rupiah. Rincian penggantian nama tersebut adalah:

  • LabTek V, gedung Teknik Informatika beserta Tata Usaha FTI (Fakultas Teknologi Industri), diubah menjadi Gedung Benny Subianto
  • LabTek VI, gedung Teknik Fisika dan Teknik Kelautan, diubah menjadi Gedung Teddy P. Rachmat
  • LabTek VII, gedung Sekolah Farmasi, diubah menjadi Gedung Yusuf Panigoro
  • LabTek VIII, gedung Teknik Elektro, diubah menjadi Achmad Bakrie

Sejumlah pandangan yang terlontar selama diskusi adalah seputar penyikapan terhadap penggantian nama tersebut yang dikaitkan dengan berbagai hal, diantaranya:

  • nama-nama tersebut dilakukan atas sumbangan 25 milyar yang diberikan 4 pihak berbeda yang diangsur selama 5 tahun
  • bahwa penggantian nama tersebut berlaku selama 5 tahun
  • bagaimana independensi ITB sebagai institusi pendidikan
  • kebutuhan dana ITB setiap tahunnya untuk pendidikan
  • status ITB sebagai BHP dan peraturan pendidikan yang berlaku
  • pinjaman yang diperoleh ITB dari Jepang sejumlah 72 milyar
  • budaya dan sikap bangsa Indonesia dalam merancang dan menjaga suatu yang telah dihasilkan
  • prestasi bangsa dan pola pikir pasca lulus dari kampus
  • pandangan terhadap birokrasi ITB dan pemerintah Indonesia

Usai pembahasan tersebut disudahi, terdapat sejumlah pesan terkait ajang Pemilu Raya KM ITB, Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa (I3M) dan Desa Mitra PM KM ITB. Hingga akhirnya forum ditutup sekitar pukul 23.30.

WeLL, for a brighter tomorrow,.

3 comments so far

  1. Tomi on

    wow, masih sempet2nya nulis, saya aja langsung tidur begitu nyentuh kasur..tapi ga ilang koq😀

  2. Dhimas L N ---- (^-^)v on

    ITB minjem dari jepang bwt apa y? tau ga?

  3. dwinanto on

    @Tomi: He2, iya, habis nulis baru pulang dan masih belum tidur, ada kerjaan dulu,.😀

    @Dhimas: Katanya sih pinjaman lunak, untuk pembangunan gedung baru,.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: