Archive for the ‘DokuMentasi’ Category

Bencana Situ Gintung,.

Dini hari Jum’at (27/03/09) terjadi sebuah musibah di wilayah Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten. Musibah yang berupa robohnya tanggul di kawasan tersebut telah memakan 73 warga hilang dengan daftar nama yang dapat diperoleh dari sumber berita ini,.

Berikut kronologis singkat terjadinya musibah tersebut:

Kamis, 26 Maret 2009

  • Pukul 16.00 WIB, hujan deras disertai es dan angin kencang melanda kawasan Jakarta Selatan dan sekitarnya, termasuk wilayah Ciputat dan Cirendeu
  • Pukul 23.00 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh dari arah tanggul
  • Pukul 24.00 WIB, beberapa warga mulai berbenah dan siaga

Jumat, 27 Maret 2009

  • Pukul 03.00 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh lebih keras dari sebelumya yang berasal dari arah tanggul dan tanggul pun jebol
  • Pukul 03.30 WIB, air sudah menerjang Kampung Situ RT 1/8 Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten
  • Pukul 04.00 WIB, warga mulai mengungsi dengan air yang mulai meninggi
  • Pukul 05.00 WIB, beberapa warga mulai naik ke atap rumah, pertolongan dari warga yang rumahnya tidak terendam
  • Pukul 08.00 WIB, empat warga dibawa ke RS Fatmawati
  • Pukul 10.00 WIB, Kapolres Tangerang datang meninjau lokasi
tanggul Situ Gintung jeboL

tanggul Situ Gintung jeboL

Hingga saat ini telah banyak aksi tanggap bencana yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, dari mulai mahasiswa hingga partai politik,.

Semoga setiap jiwa yang hilang dalam bencana tersebut diterima di sisi Yang Maha Kuasa,.

evakuasi dan pencarian korban hilang musibah Situ Gintung

evakuasi dan pencarian korban hilang musibah Situ Gintung

WeLL, death is the closest thing in our life,.

Pembukaan PeMiLu Raya KM ITB 2009,.

Setelah melalui 2 kali pengulangan, akhirnya proses pemilu raya KM ITB 2009 dapat berlangsung dan Senin (23/03/09) sekitar pukul 15.30 bertempat di Lapangan CC Barat kampus ITB dimulai dengan didahului oleh serangkaian pawai keliling kampus oleh ketiga pasangan calon Presiden dan MWA Wakil Mahasiswa KM ITB, yaitu:

  1. Muhamad Yunus (Pn’05) – Ridwan Wijaya (Ti’05); dengan sebutan YuRi
  2. Ridwansyah Yusuf (PL’05) – Benny Nafariza (EL’05); dengan sebutan Be-U
  3. iLham Arif (GL’05) – Sjaikhunnas El Muttaqien (FT’05); dengan sebutan HamAs

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Kongres KM ITB 2008/2009, Rahmat Danu Andhika (TL’04), serangkaian video testimoni dari Presiden KM ITB 2008/2009, Shana Fatina (TI’04), dan Presiden KM ITB 2007/2008, Zulkaida Akbar (Fi’03), mengenai kesan mereka selama menjadi presiden KM ITB dan pesan mereka untuk para calon penerusnya,. πŸ™‚

Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia pelaksana PeMiLu Raya KM ITB 2009, Andika Yus Pratama (MT’06), diiringi dengan pengumandangan lagu yang khusus dibuat oleh rekan PSM ITB untuk momen PeMiLu Raya KM ITB 2009 ini oleh rekan-rekan dari PSM ITB,. πŸ˜€

Diakhiri dengan acara puncak sekaligus penting dalam rangkaian pembukaan, yaitu penyampaian visi-misi pasangan calon kepada rekan-rekan yang hadir ketika itu, yang tentunya tidak akan disampaikan di sini, namun bagi yang berkesempatan dipersilahkan hadir pada agenda hearing dengan jadwal:

  1. Selasa (24/03/09) 17.00-19.30 @Double Helix / Kantin Kebab
  2. Jum’at (27/03/09) 17.00-19.30 @Selasar GKU Timur
  3. Sabtu (28/03/09) 09.00-12.00 @Sunken Court
  4. Senin (30/03/09) 17.00-19.30 @Selasar LabTek V
  5. Selasa (31/03/09) 17.00-19.30 @Selasar GKU Barat
  6. Rabu (01/01/09) 17.00-selesai @Lapangan CC Barat
  7. Kamis (02/01/09) 17.00-19.30 @Selasar Planologi

Berikut siluet dari ketiga pasangan calon Presiden dan MWA Wakil Mahasiswa KM ITB 2009/2010,. πŸ™‚

Yunus (CaPres Pasangan 1)

Yunus (CaPres Pasangan 1)

Ridwan (CaMWA Pasangan 1)

Ridwan (CaMWA Pasangan 1)

Yusuf (CaPres Pasangan 2)

Yusuf (CaPres Pasangan 2)

Benny (CaMWA Pasangan 2)

Benny (CaMWA Pasangan 2)

iLham (CaPres Pasangan 3)

iLham (CaPres Pasangan 3)

Anas (CaMWA Pasangan 3)

Anas (CaMWA Pasangan 3)

Agenda yang berakhir sekitar pukul 18.30 itu tampak cukup menggambarkan antusiasme rekan-rekan kampus menyambut ajang tersebut,. πŸ™‚

WeLL, for better KM ITB,.

Hearing 2 Cakahim IF,.

Kali ini mencoba menampilkan ide terkait struktur dan program yang dibawa oleh kedua calon Ketua HMIF 2009/2010,.

Cakahim 1, Ivan Nugraha, visi: Bersama, Berkesinambungan, Bermanfaat

Struktur HMIF yang diajukan Ivan Nugraha,.

Struktur HMIF yang diajukan Ivan Nugraha,.

Secara umum, hanya dilakukan sedikit perubahan struktur di top level management dari kepengurusan tahun lalu.Β  Saya akan mengoptimalisasi struktur kan kegiatan dari kepengurusan yang sekarang.
Perubahan yang terlihat jelas adalah munculnya Wakil Ketua I dan II menggantikan Sekjen Internal dan Sekjen Eksternal. Fungsi dari masing-masing adalah:

  1. Wakil Ketua I bertugas membantu ketua di bidang sumber daya manusia himpunan (seperti sekjen internal dari kepengurusan tahun lalu), ditambah pengawas penerapan kaderisasi informal di tiap-tiap divisi-biro. Selain itu, Wakil Ketua I bertugas membantu ketua menjadi supervisi di kegiatan-kegiatan Biro Rumah Tangga, Divisi PSDA, Divisi Kekeluargaan, dan Divisi Keprofesian.
  2. Wakil Ketua II bertugas membantu kedua di bidang pengonsepan hubungan HMIF dengan entitas luar (seperti sekjen eksternal kepengurusan tahun lalu). Selain itu, Wakil Ketua II juga membantu ketua di bidang ekonomi yang berhubungan dengan entitas luar. Wakil Ketua II juga bertugas membantu ketua menjadi supervisi di kegiatan-kegiatan Biro Ekonomi, Divisi Media, Divisi Pengabdian Masyarakat, dan Divisi Hubungan Luar.

Pembagian divisi-biro yang dilakukan supervisi oleh Wakil Ketua, banyaknya sumber daya di divisi-divisi, entitas kegiatan di divisi-divisi, dan mempertimbangkan objek dari divisi (dalam-luar). Yang akan ditekankan di sini adalah pembagian tersebutΒ  tidak merupakan batasan divisi untuk saling koordinasi.

Perbedaan dan perubahan dari kepengurusan tahun lalu untuk optimalisasi dari kepengurusan sekarang :

  1. Biro Ekonomi masih menjalankan fungsi seperti tahun lalu, yaitu di sektor ekonomi, biro ekonomi sebagai peran strategis pencari dana. Marketing proyek yang dilakukan sekarang ditambahkan menumbuhkan β€œbrand” HMIF seperti pembuatan brosur penawaran proyek, dan lain-lain. Untuk kegiatan yang berhubungan dengan penjualan, lebih mengutamakan bidang ekonomi yang berorientasi profit dan lebih diutamakan ke luar HMIF (luar di sini berarti yang tidak berhubungan dengan HMIF sebagai organisasi), seperti lab-lab, himpunan lain, anggota HMIF yang melakukan kerja sama di luar keorganisasian HMIF, dan lain-lain.
  2. Biro Rumah Tangga masih menjalankan fungsi seperti tahun lalu dan masih akan menekankan agar BRT tidak terkesan sebagai penjaga sekre saja. Fungsi BRT kali ini akan ditambah penjualan yang bersifat pelayanan ke anggota HMIF yang tidak berorientasi profit dan bersifat pelayanan. Seperti suvenir himpunan, kaos sepakbola, dll.
  3. PSDA masih menjalankan fungsi di bidang kaderisasi, kemahasiswaan, softskil, dan akademis.Β  Namun, harapannya di kepengurusan kali ini sudah mendapatkan bentuk dari step-step kaderisasi formal yang akan dilakukan untuk anggota HMIF yang bisa dipakai sampai beberapa kepengurusan ke depan.
  4. Divisi kekeluargaan. Ada optimalisasi dan efisiensi proker di Divisi Kekeluargaan. Selain itu, inginnya beberapa acara disisipi oleh esensi-esensi lain seperti pengabdian masyarakat.
  5. Divisi Pengabdian Masyarakat: Inginnya sense Pengabdian Masyarakat lebih mengena ke banyak orang. Pengabdian masyarakat di sini juga melibatkan bidang keprofesian dan bukan keprofesian. Masalah pewacanaan ke dalam kepantiaan dan himpunan juga ingin ditekankan lagi. Selain itu, diharapkan tetap melanjutkan apa-apa yang telah dilakukan rutin tahun lalu serperti bina ekskul, dll.
  6. Divisi Media : Yang dilakukan divisi media kepengurusan kemarin sudahlah bagus, namun yang perlu dilakukan adalah follow up dari kegiatan tersebut, seperti portal HMIF, update HMIF Inside, dll. Selain itu, Divmed sendiri diharapkan lebih berperan dalam memberikan update informasi ke massa HMIF, seperti optimalisasi mading atau facebook.
  7. Sibulu: Yang dilakukan di kepengurusan kemarin telah baik. HMIF telah berkontribusi besar ke KM ITB. Hal tersebut haruslah dipertahankan. Selain itu, untuk tahun ini harus dilakukan follow up dari kegiatan temu alumni Arkavidia. Optimalisasi AIB, nilai apa saja yang bisa kita ambil dari sana. Kontribusi lebih ke Keluarga Mahasiswa jika kebutuhan dan kewajiban himpunan telah terpenuhi.
  8. Divisi Keprofesian : apa yang sudah dilakukan sudah luar biasa yang terlihat dengan banyaknya proyek. Untuk internalisasi akan lebih ditekankan, agar proyek tidak dapat hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. .Selain itu, mencoba untuk membangkitkan kembali riset dan inovasi, yaitu dalam hal pengembangan yang bukan berbasiskan proyek. Inginnya banyak yang terlibat di sini. Perbanyak training-training internal yang dilakukan sesuai kebutuhan-kebutuhan tiap angkatan yang telah dianalisis sebelumnya. Seminar ke luar dapat dilakukan dengan kerja sama dengan divisi lain. Selain itu, pengadaan lomba desain software yang berbasiskan pengabdian masyarkat dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan divisi lain.

Cakahim 2, Wisnu Adityo, visi: Satu Padu dan Saling Menghargai menuju HMIF yang Sadar Kontribusi

(karena tidak berhasil mengontak rekan yang bersangkutan ketika pembuatan tulisan ini, sehingga hanya mampu mengambil gambar dari buletin yang beredar ketika hearing,. :D)

Struktur HMIF yang diajukan Wisnu Adityo

Struktur HMIF yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Bukan bermaksud kampanye, hanya membantu memberikan informasi bagi yang membutuhkan dan menginginkan, juga karena sedang kekurangan ide dan waktu menulis sesuatu yang baru,. πŸ˜€

WeLL, one step ahead towards the future,.

Hearing I Calon Senator HMIF,.

Meski telah beberapa hari berlalu, namun karena belum memperoleh ide baru, juga dukungan teknis lainnya, akhirnya mencoba sedikit menceritakan mengenai proses berlangsungnya hearing I calon senator HMIF 2009/2010 pada hari Jum’at (13/03/09) mulai dari pukul 17.15,.

Pasca rapat Arkavidia, segera dimulai hearing calon Senator HMIF sebagai perwakilan di Kongres KM ITB 2009/2010 di ruang 7601, seperti hearing cakahim,.

Diskusi dimulai dengan pemaparan singkat dari rekan Adi Purwanto Sujarwadi a.k.a Anto sebagai calon tunggal senator HMIF terkait visi dan struktur yang dibawa dalam proses pencalonan sebagai senator,.

Calon Senator HMIF 2009/2010

Calon Senator HMIF 2009/2010

Kemudian, muncul pertanyaan terkait pencalonan Anto yang hanya sebagai calon tunggal dalam pemilu senator HMIF kali ini dan hal tersebut dijawab langsung oleh DPP (Dewan Perwakilan dan Pengawasan). Selanjutnya, pertanyaan berlangsung dengan apa kebermanfaatan peran seorang senator bagi HMIF,.

Akhirnya, setelah menggali lebih dalam mengenai peran dan fungsi senator dalam HMIF dan bagaimana harapan ke depannya terhadap hal tersebut, diikuti dengan nilai strategis dan normatif senator dalam fungsi KM ITB, khususnya Kongres KM ITB, terkait aspirasi massa dan sejenisnya,.

Akhirnya, hearing pun berakhir dan ditutup dengan sedikit informasi dari PanPeL terkait agenda berikutnya,.

Rekan-rekan PanPeL HMIF 2009/2010

Rekan-rekan PanPeL HMIF 2009/2010

WeLL, just another day in campus,.

Hearing1 Cakahim IF,.

Rabu (11/03/09), sekitar pukul 17.15, dimulailah agenda hearing pertama Calon Ketua HMIF dengan tema besar mengenai Visi Misi calon yang berlangsung hingga sekitar pukul 21.15, dengan pasangan calon adalah:

  1. Ivan “VaNug” Nugraha – 13506073
  2. Wisnu “Cuz” Adityo – 13506029
Calon bersama dengan PanPeL ketika Hearing 1,.

Tampaknya tren kahim berikutnya adalah "biru-garis-garis",. ^^

Dengan dimoderatori oleh rekan Joelian Samuel, hearing pun berlangsung dengan menghabiskan 1 sesi pertanyaan sebelum waktu jeda Magrib yang diisi dengan sejumlah pertanyaan, yang terakhir adalah terkait kekeluargaan sebagai modal untuk pencapaian visi misi kedua calon,.

Diskusi pun berlanjut seiring dengan dibukanya sesi pertanyaan berikutnya, pembicaraan sempat menjurus ke arah asal muasal visi misi yang dibawa kedua calon sebelum akhirnya beralih ke titik tekan pencapaian visi misi kedua calon dengan keterbatasan waktu yang ada,.

Beranjak dari sana, sempat bergulir ide mengenai pengabdian masyarakat melalui ide salah seorang rekan, hingga akhirnya tiba di motivasi diri dan persiapan masing-masing calon serta bagaimana penyikapan terhadap momen pemilu ketua HMIF dari sudut pandang calon seharusnya,.

Akhirnya, hearing pun ditutup dengan pesan-pesan singkat dari kedua calon dan penjelasan dari panitia pelaksana (PanPel) pemiLu HMIF terkait hearing pertama calon senator HMIF pada hari Jum’at mendatang,.

WeLL, for better HMIF,.

Perjalanan di hari Minggu,.

MInggu (08/03/09) pagi sekitar pukul 06.00, segera bergegas ke kampus untuk berkumpul di Gerbang Ganesha sebelum pemberangkatan menuju alamat yang menjadi lokasi walimahan rekan Verry Aria Firmansyah (Planologi ITB 2005) dengan rekan Inna Arumsari Fitriany (Teknik Lingkungan ITB 2005), yaitu Jl.Mini 3 No. 17A Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur bersama rekan-rekan dari Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB dan Teknik Lingkungan ITB menggunakan 2 buah bus yang dipesan untuk 1 hari perjalanan pergi-pulang Bandung-Jakarta,. πŸ˜€

Akhirnya, perjalanan dimulai pukul 07.00 dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30, padahal awalnya berniat menghadiri acara akad nikahnya pada pukul 07.30, namun ternyata hanya syukurannya saja yang dapat dihadiri,. πŸ˜›

Sesampainya di sana, segera beraksi dengan VS (baca postingan ini) dengan target sejumlah rekan yang hadir di sana dan tentunya kedua mempelai serta tak luput sejumlah makanan yang disajikan,. πŸ˜›

Salah satu hal yang paling diingat dari kehadiran pada acara tersebut adalah pesan yang disampaikan rekan Very kepada hampir setiap rekan sejawat beliau, yaitu “Segera menyusul ya,. :)”,. πŸ˜€

Berikut beberapa cuplikannya:

Sesi foto rekan-rekan IF, rombongan terbanyak ketiga setelah PL dan TL,. :D

Sesi foto rekan-rekan IF, rombongan terbanyak ketiga setelah PL dan TL,. ^^

Sejumlah makanan yang dihidangkan,. :D

Sejumlah makanan yang dihidangkan,. ^^

Sekitar pukul 11.15, akhirnya diputuskan rombongan akan berangkat ke JCC (Jakarta Convention Center) Senayan untuk mampir di IBF (Islamic Book Fair) sebelum kembali ke Bandung, tentunya setelah melalui rapat singkat di dalam bus,. πŸ˜€

Setibanya di TKP sekitar pukul 12.05, disepakati bahwa perjalanan menuju Bandung akan dimulai pukul 14.00 dari Senayan. Berikut cuplikan dari TKP IBF yang ternyata sedang menghadirkanΒ  sebagai bintang tamu dalam penjualan buku berjudul Komeng Undercover,.

Pose di depan gedung tempat Islamic Book Fair,.

Pose di depan gedung tempat Islamic Book Fair,.

Talkshow Komeng Undercover

Talkshow Komeng Undercover

Setelah dari Senayan, perjalanan ke Bandung pun dilakukan, setelah sempat beristirahat sejenak di KM57 Tol Cipularang, akhirnya rombongan tiba di Gerbang Ganesha pukul 17.30 dan segera kembali ke kos untuk bersiap menghadiri Opera Ganesha di Sabuga pada pukul 19.00,.

Datang bersama dengan rekan Shinta PL’05 dan Ridwan TI’05, dan sempat bertemu beberapa rekan di sekitar gerbang belakang ITB dan gerbang Sabuga, dengan diawali pembayaran retribusi parkir yang agak kelewat mahal (Rp 2000,00 dibayar di awal), akhirnya memilih untuk menempati tempat yang agak terpencil dari rekan-rekan lain. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memperoleh tempat yang cukup strategis untuk menonton dan mengambil dokumentasi menggunakan VS,.

Acara tersebut merupakan hasil kompilasi dari berbagai penampilan seni rekan-rekan dari unit kesenian dan kebudayaan daerah yang dirangkai dalam suatu alur cerita sejarah perjalanan mahasiswa ITB dari awal pemberian nama Institut Teknologi Bandung hingga saat ini. Meski tiada klimaks yang ditunjukkan, namun karya dan penampilan yang disajikan begitu memukau, namun sayang terlalu singkat untuk sebuah acara yang cukup tenar di kalangan mahasiswa,. πŸ˜€

Ternyata tidak sia-sia, meski harus sendirian selama acara, beberapa dokumentasi pun berhasil dibuat, mencakup foto dan video singkat, berikut beberapa gambar yang diambil selama acara,.

Salah satu tarian,. ^^

Salah satu tarian,. ^^

Tarian lagi,. ^^

Tarian lagi,. ^^

Agenda penutupan,. ^^

Agenda penutupan,. ^^

Akhirnya, acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 itu berakhir pukul 20.30 dan tentunya dilengkapi dengan sejumlah sesi foto bebas para tamu di area acara bersama para pengisi acara (baik berupa manusia atau atribut penampilan,. :D),.

WeLL, what a day,.

Pendaftaran Pemilu KM ITB Diulang,.

Sabtu (07/03/09) sore, sekitar pukul 16.00, rekan-rekan panitia pelaksana PemiLu Raya KM ITB mengundang rekan-rekan bakal pasangan calon presiden KM ITB dan MWA wakil mahasiswa 2009/2010 beserta tim promotor untuk memberikan informasi hasil verifikasi pendaftaran calon,.

Sebagai informasi, pendaftaran pasangan calon telah mengalami pengulangan sebelumnya akibat hanya ada 1 pasangan calon yang dinyatakan lolos verifikasi, dari 6 pasangan calon yang mengambil formulir pendaftaran dan 5 pasangan yang mengembalikan formulir,.

Kali ini, proses verifikasi pun hanya menghasilkan satu pasangan calon yang dinyatakan lolos, dari 2 pasangan calon yang mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran. Penyebab tidak lolosnya salah satu pasangan calon adalah kurangnya jumlah dukungan massa kampus yang diperoleh kurang dari 1000,.

Pada kesempatan tersebut, panpel bersama kongres menyampaikan rencana pengulangan proses pendaftaran, namun dengan tetap meloloskan pasangan Yusuf-Benny yang telah dinyatakan lolos verifikasi sehingga tidak perlu mengulang proses pengumpulan dukungan massa kampus. Hal tersebut telah diputuskan sebelumnya oleh Kongres KM ITB 2008/2009 pada malam hari sebelumnya dan merupakan keputusan akhir,.

Setelah melalui sejumlah diskusi terkait keputusan yang diambil kongres yang terkesan abu-abu dan tidak tegas, akhirnya keputusan tersebut tetap dipertahankan, namun timeline pendaftaran akan dibicarakan kembali sehingga tidak mengurangi anemo massa kampus juga pasangan calon yang akan mendaftarkan diri,.

Pada kesempatan tersebut sempat terdapat sesi istirahat untuk menyegarkan pikiran dan memberi waktu bagi panpel dan kongres bagi yang harus menunaikan ibadah sholat Ashar,.

Di jeda tersebut, sempat mengambil sebuah gambar anyaman rotan berbentuk gajah Ganesha yang ada di dekat sekre panpel dan plaza widya,.

Anyaman rotan berbentuk gajah Ganesha di wilayah pusat gaung

Anyaman rotan berbentuk gajah Ganesha di wilayah pusat gaung

Hal yang diharapkan semua pihak terhadap ajang PemiRa KM ITB ini adalah sebagai pesta demokrasi yang menghasilkan sosok pemimpin kemahasiswaan ITB yang terbaik untuk kemahasiswaan yang lebih baik,. πŸ™‚

WeLL, for a better tomorrow,.

ForSiL Himatika,.

Jum’at (27/02/09) sekitar pukul 19.20, bertempat di dekat ruang sekretariat Himatika (Himpunan Mahasiswa Matematika) ITB berlangsung sebuah forum silaturahmi yang diselenggarakan oleh rekan-rekan Himatika bersamaan dengan berakhirnya masa kepengurusan Himatika 2008/2009,.

Agenda yang dibahas adalah:

1. Sosialisasi agenda terdekat dari masing-masing lembaga

Sebagian besar lembaga yang hadir ketika itu, khususnya dari himpunan mahasiswa, tengah menjalani masa pergantian kepengurusan, sehingga agenda terdekat yang akan dilakukan berkisar persiapan pengurus.

Dari HMIF, akan melakukan PHP (Pekan HMIF Peduli), yang berupa kunjungan ke SD dan pelatihan komputer bagi para guru pada pertengahan Maret 2009. Juga di awal April 2009 akan ada Arkavidia yang merupakan perlombaan implementasi teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kelanjutan Kasus IMG

Pada hari Senin (16/02/09) dilaksanakan sidang terhadap 3 rekan mahasiswa Teknik Geodesi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) ITB, yaitu ketua IMG, ketua pelaksana dan penanggungjawab lapangan pada acara yang dinyatakan telah merenggut nyawa rekan Dwiyanto Wisnunugroho, seorang mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007. Namun, pada sidang tersebut belum diungkapkan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada rekan-rekan yang terlibat.

Hingga saat ini, diketahui telah ada sejumlah hukuman yang dikeluarkan ITB, yaitu:

  • hukuman maksimal 15 SKS untuk semester genap 2008/2009 dan semester ganjil 2009/2010 bagi semua mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007 yang menjadi peserta acara
  • skorsing selama 4 semester bagi 3 rekan yang menjalani sidang dan disertai kewajiban berpartisipasi dalam agenda pengabdian masyarakat yang akan dirumuskan kemudian oleh pihak ITB
  • pembekuan IMG selama waktu yang belum ditentukan dan kewajiban bagi KaProdi Teknik Geodesi yang baru untuk melakukan pembenahan dalam internal IMG

3. Follow-up forum rembug

Pada hari Minggu (15/02/09), sekitar pukul 20.30, dilaksanakan forum rembug yang mengundang seluruh lembaga kemahasiswaan di ITB untuk membicarakan nasib KM (Keluarga Mahasiswa) ITB yang merupakan wadah kemahasiswaan terpusat. Pada kesempatan tersebut, seluruh lembaga sepakat untuk memperbaiki KM ITB bersama-sama.

Pembahasan yang dilakukan adalah mengenai bagaimana internalisasi hasil forum tersebut di masing-masing lembaga dan kesiapan untuk perbaikan sistem ke depannya.

4. Grand Desain Kaderisasi (GDK)

Kamis (26/02/09) pukul 19.30, dimulai pembahasan nasib GDK KM ITB yang diajukan oleh rekan-rekan Kongres KM ITB, seputar bagaimana masukan yang diberikan lembaga dan harapan ke depannya terkait implementasi GDK dalam proses di masing-masing lembaga.

Diskusi yang terjadi adalah menyangkut pengutaraan singkat seputar bagaimana hasil forum sebelumnya serta penyikapan dari setiap lembaga.

5. Sesi Bebas

Pada sesi bebas ini, berkembang sejumlah isu, yang paling mendominasi adalah terkait pengubahan nama 4 gedung yang semula ditandai dengan LabTek V, VI, VII dan VIII menjadi 4 nama tokoh yang disinyalir terkait dengan isu pemberian sumbangan uang sejumlah 25 milyar rupiah. Rincian penggantian nama tersebut adalah:

  • LabTek V, gedung Teknik Informatika beserta Tata Usaha FTI (Fakultas Teknologi Industri), diubah menjadi Gedung Benny Subianto
  • LabTek VI, gedung Teknik Fisika dan Teknik Kelautan, diubah menjadi Gedung Teddy P. Rachmat
  • LabTek VII, gedung Sekolah Farmasi, diubah menjadi Gedung Yusuf Panigoro
  • LabTek VIII, gedung Teknik Elektro, diubah menjadi Achmad Bakrie

Sejumlah pandangan yang terlontar selama diskusi adalah seputar penyikapan terhadap penggantian nama tersebut yang dikaitkan dengan berbagai hal, diantaranya:

  • nama-nama tersebut dilakukan atas sumbangan 25 milyar yang diberikan 4 pihak berbeda yang diangsur selama 5 tahun
  • bahwa penggantian nama tersebut berlaku selama 5 tahun
  • bagaimana independensi ITB sebagai institusi pendidikan
  • kebutuhan dana ITB setiap tahunnya untuk pendidikan
  • status ITB sebagai BHP dan peraturan pendidikan yang berlaku
  • pinjaman yang diperoleh ITB dari Jepang sejumlah 72 milyar
  • budaya dan sikap bangsa Indonesia dalam merancang dan menjaga suatu yang telah dihasilkan
  • prestasi bangsa dan pola pikir pasca lulus dari kampus
  • pandangan terhadap birokrasi ITB dan pemerintah Indonesia

Usai pembahasan tersebut disudahi, terdapat sejumlah pesan terkait ajang Pemilu Raya KM ITB, Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa (I3M) dan Desa Mitra PM KM ITB. Hingga akhirnya forum ditutup sekitar pukul 23.30.

WeLL, for a brighter tomorrow,.

Sidang Kasus IMG,.

Kamis (19/02/09) mulai pukul 09.00 hingga 15.00, bertempat di rektorat ITB jalan Tamansari, berlangsung sidang oleh komisi disiplin ITB terhadap kasus yang melibatkan rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) beberapa waktu yang lalu,.

Pihak yang hadir dalam persidangan tersebut yang terlibat dalam persidangan, tidak termasuk penonton adalah:

  1. pihak IMG, yaitu ketua IMG, Agun; ketua panitia acara IMG, Zahril; dan penanggungjawab lapangan ketika acara tersebut.
  2. pihak KM ITB, yaitu Presiden KM ITB, Shana; MWA Wakil Mahasiswa, Bagus; beserta tim MWA, Nita; dan tim advokasi IMG, Jack.
  3. pihak komisi disiplin ITB dan institusi

Berdasarkan aturan yang ada, hukuman yang dijatuhkan merupakan keputusan rektor, dengan melalui rekomendasi yang dihasilkan melalui sidang tersebut. Dalam kasus ini, hukuman paling ringan yang akan dikeluarkan adalah peringatan berat dan hukuman paling berat adalah dicabutnya status mahasiswa. Keputusan akhirakan diumumkan secara resmi pada hari Senin (23/02/09) pagi.

Selama sidang berlangsung, hal yang menjadi pembahasan adalah pemaparan aturan yang dilanggar oleh IMG, yang mencakup setidaknya 5 aturan secara institusi pendidikan ITB. Kemudian, disertai dengan penjelasan faktor yang dapat meringankan kondisi yang dihadapi IMG. Hal ini berbeda dengan kondisi yang dihadapi ketika kasus GEA, di mana sidang menjadi ajang penuduhan berbagai hal dan tanpa adanya pembelaan dan sejenisnya,.

Hal yang mengherankan adalah walaupun selama sidang berlangsung, sama sekali tidak disinggung mengenai hukuman terhadap pihak mahasiswa teknik geodesi angkatan 2007 yang menjadi peserta acara IMG tersebut, namun secara mendadak WRMA mengumumkan penjatuhan hukuman berupa pembatasan SKS bagi seluruh peserta acara IMG sebanyak maksimal 10 SKS. Bagaimana hal ini terjadi dan dari mana sumber keputusan tersebut berasal masih menjadi misteri,.

WeLL, nothing to say,.

Meninggalnya Mahasiswa ITB,.

Akhirnya kembali dari Depok hari Senin (09/02/09) pukul 20.15, sejak Sabtu (07/02/09) sore, tepatnya pukul 17.30 meninggalkan Bandung untuk pulang ke Depok untuk melakukan beberapa hal, yaitu urusan keluarga dan masalah alat-alat elektronik di rumah,. πŸ™‚

Setibanya di Bandung, segera menuju kos dan menaruh beberapa barang sekaligus menjemput motor yang tertidur selama lebih dari 48 jam dan langsung dipacu ke kampus,. πŸ˜€

Kehadiran di kampus adalah untuk menghadiri rapim (rapat pimpinan) lembaga KM ITB membahas masalah yang terjadi dengan rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) pada hari Minggu (08/02/09),.

Agenda utama ketika itu memang untuk klarifikasi kejadian sesungguhnya, karena memang telah berbagai berita tersebar di media, khususnya internet, agar jangan sampai bahkan mahasiswa ITB sendiri tidak mengetahui kebenarannya,.

Berdasarkan pemaparan perwakilan IMG pada rapim berikut kronologis secara garis besar peristiwa yang terjadi, perlu diingat bahwa berikut adalah versi pada hari Senin (09/02/09) yang tentunya akan mengalami perubahan sesuai perkembangan informasi dan penyelidikan ke depannya,.

Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu (mohon maaf jika terdapat kesalahan) merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang,.

Acara tersebut didampingi tim dari AMP, yaitu suatu kesatuan medis dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran UnPad yang memang sering dilibatkan dalam agenda-agenda kemahasiswaan ITB (HMIF sendiri pernah melibatkan mereka). Sebelum keberangkatan, rekan-rekan AMP telah melakukan tes medis untuk memastikan kesehatan seluruh peserta, termasuk Wisnu,.

Berangkat sekitar pukul 09.00 menuju TKP dengan menggunakan angkot yang dipesan hingga Dago Bengkok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sejauh kira-kira 800 meter,.

Hingga sekitar 400 meter pertama, Wisnu mulai roboh dan dipapah pada paruh kedua perjalanan sambil beristirahat di bawah pengawasan panitia,.

Setibanya di lokasi, detil peristiwanya tidak begitu ingat, yang pasti sempat beristirahat dan tentunya panitia memberi perhatian lebih kepada Wisnu yang tadi sempat menunjukkan gejala kurang sehat mengenai motivasinya untuk melanjutkan acara juga kesiapan secara fisik dan mental,.

Hal yang sempat diingat adalah, sebelum akhirnya mendekati waktu keberangkatan ke lokasi acara berikutnya, Wisnu sempat diminta memikirkan masak-masak untuk melanjutkan atau tidak, dengan panitia membiarkannya di sebuah ruangan sendirian dan meminta beberapa rekannya untuk mengajaknya berdiskusi. Dan sempat terjadi beberapa peristiwa sehingga panitia meragukan ketidaksehatan Wisnu dan memang Wisnu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara,.

Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 persiapan berangkat ke rute outbond dan sebelumnya telah diperiksa kembali kesehatan peserta dan dengan berbagai rangkaian yang ada. Wisnu sempat menunjukkan beberapa gejala gangguan kesehatan, mulai dari buang air besar dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Minggu Wisnu tumbang,.

Panitia pun memutuskan mengistirahatkan dan memberikan pertolongan pertama kepada Wisnu sebelum akhirnya menjelang pukul 06.00 akan dilarikan ke rumah sakit, namun ternyata Wisnu telah tiada,.

Itulah kronologis yang paling mendekati kebenaran, terlepas dari berbagai berita yang beredar di media, berita ini langsung dari sumber yang terlibat di lokasi,.

Setelah peristiwa itu, pihak IMG segera mengontak Kepala Program Studi Teknik Geodesi dan pihak keluarga, juga membantu prosesi pemakaman jenazah aLmarhum bersama rekan dari kabinet KM ITB yang baru selesai pukul 23.00,.

Hingga saat ini, belum ada bentuk tuntutan dari pihak keluarga, namun hal yang pasti, jika memang ada tuntutan, maka itu berupa pidana dan memerlukan otopsi jenazah Wisnu sebagai landasan pasti,.

Dan yang akan dilakukan oleh KM ITB adalah membantu mengkondisikan isu yang beredar di kampus agar tidak melenceng dari kebenaran dan mengarahkan pihak luar yang ingin mengetahui soal kasus ini agar menghubungi WRMA (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), karena telah disepakati bahwa jalur informasi dari luar ITB adalah melalui WRMA,.

Selain itu, sedang dilakukan penelusuran mengenai bukti-bukti yang mendukung kejelasan penyebab meninggalnya Wisnu, karena jelas bukan aktivitas fisik yang berlebihan atau kekerasan yang menjadi penyebabnya. Pencarian info mengenai proses hukum dan medis terkait peristiwa ini juga masih dilakukan, karena mahasiswa ITB notabene-nya tidak punya pemahaman mendalam mengenai kedua bidang tersebut,.

Sejak Senin siang, pihak kepolisian mulai terlibat dalam penyelidikan kasus ini, meski belum diketahui siapa yang melibatkan mereka, karena jelas hal ini akan berdampak pada sifat pidana pada perkara tersebut,.

Reaksi pihak WRMA yang mewakili ITB terhadap hal ini adalah akan diadakannya sidang penentuan siapa yang paling bersalah dalam kasus ini yang akan dihadiri oleh rektor sebagai hakim dan komisi disiplin ITB sebagai penuntut, namun belum dipastikan kapan dan bagaimana mekanisme pembelaan terdakwa, yaitu pihak IMG, dalam hal ini,.

Semoga peristiwa ini tidak memberikan kesan buruk di kalangan luar terhadap mahasiswa ITB, juga tidak menghancurkan pergerakan yang selama ini dibangun,.

WeLL, just another obstacle, a big one,.