Archive for the ‘ITB’ Tag

Mengawas Kuis,.

Setelah sekitar 20 hari tidak menambah isi blog pribadi ini karena berbagai alasan yang sebenarnya lebih cenderung kepada rasa ‘sedang-enggan’ belaka, akhirnya di sela aktivitas yang tidak begitu padat menyempatkan diri untuk menulis sedikit,. ๐Ÿ˜€

Pagi hari Kamis (30/04/09), sekitar pukul 09.00, menerima pesan singkat (SMS) dari seorang dosen pengajar mata kuliah S1, di mana diri ini sebagai salah satu asisten beliau, isinya adalah permintaan untuk bertemu beliau di ruangannya sekitar pukul 16.00 untuk mengambil soal kuis mata kuliah yang bersangkutan keesokan harinya. Hal tersebut dikarenakan beliau berhalangan hadir pada esok hari, dan memang bukan hal luar biasa, karena itu sama sekali tidak ada pikiran kaget atau sejenisnya,.

Sore harinya, sekitar pukul 16.00, ketika bergegas menemui sang dosen, ternyata beliau menyampaikan bahwa malam harinya beliau akan pergi ke luar kota dan esok harinya ada kuis untuk 3 mata kuliah berbeda yang beliau ajar dan beliau meminta tolong untuk mengawasnya. Sebenarnya sejak tahun lalu memang telah terbiasa menjalani peran asisten dan mengawas kuis, namun berbeda kasusnya ketika mata kuliah yang diawasi adalah mata kuliah tingkat S2,. ๐Ÿ˜€

Permasalahan pertama yang muncul adalah dari segi waktu, yaitu kuis pertama (mata kuliah S2), dilaksanakan pada pukul 07.00-09.00, kuis kedua (masih mata kuliah S2), dilaksanakan pada pukul 13.00-14.00, dan kuis ketiga (untungnya mata kuliah S1), dilaksanakan pada pukul 15.00-16.00. Kebetulan pada pukul 08.00-10.00 dan 13.00-15.00 terdapat jadwal kuliah yang harus diikuti, meskipun demikian, masih mencoba memenuhi keinginan sang dosen sebagai kewajiban asisten,.

Hal yang menambah seru suasana adalah bahwasanya pada kuis yang pertama, pada daftar nama peserta kelas terdapat nama seorang dosen yang menjadi pengajar mata kuliah S1, meski pada semester ini tidak sedang mengambil mata kuliah yang diajar beliau, dan hal tersebut seketika langsung menimbulkan perasaan canggung yang tidak biasa,. ๐Ÿ˜›

Pagi hari Jum’at (01/05/09), segera bergegas ke TKP kuis pertama dan tiba sekitar pukul 07.00, setelah sesaat bingung mencari ruangannya karena belum pernah menjalani kuliah di ruang tersebut. Yang menghebohkan adalah, meski ketika itu telah berdua bersama rekan sesama asisten, ketika peserta pertama yang hadir dari delapan mahasiswa yang namanya tercantum di daftar peserta kelas ternyata adalah dosen kami sendiri,. ๐Ÿ˜€

Untungnya di kuis kedua, yang bersamaan dengan waktu pembuatan tulisan ini, bukan kelas yang terlalu asing, karena beberapa rekan seangkatan yang mengikuti program fasttrack S2 adalah peserta kelas tersebut,. ๐Ÿ˜€

Satu hal yang dipelajari dari pengalaman kali ini adalah, ternyata kelas S2 memiliki toleransi keterlambatan yang lebih dibandingkan dengan kelas S1,. ๐Ÿ˜›

WeLL, what a day,.

Advertisements

Pembukaan PeMiLu Raya KM ITB 2009,.

Setelah melalui 2 kali pengulangan, akhirnya proses pemilu raya KM ITB 2009 dapat berlangsung dan Senin (23/03/09) sekitar pukul 15.30 bertempat di Lapangan CC Barat kampus ITB dimulai dengan didahului oleh serangkaian pawai keliling kampus oleh ketiga pasangan calon Presiden dan MWA Wakil Mahasiswa KM ITB, yaitu:

  1. Muhamad Yunus (Pn’05) – Ridwan Wijaya (Ti’05); dengan sebutan YuRi
  2. Ridwansyah Yusuf (PL’05) – Benny Nafariza (EL’05); dengan sebutan Be-U
  3. iLham Arif (GL’05) – Sjaikhunnas El Muttaqien (FT’05); dengan sebutan HamAs

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Kongres KM ITB 2008/2009, Rahmat Danu Andhika (TL’04), serangkaian video testimoni dari Presiden KM ITB 2008/2009, Shana Fatina (TI’04), dan Presiden KM ITB 2007/2008, Zulkaida Akbar (Fi’03), mengenai kesan mereka selama menjadi presiden KM ITB dan pesan mereka untuk para calon penerusnya,. ๐Ÿ™‚

Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia pelaksana PeMiLu Raya KM ITB 2009, Andika Yus Pratama (MT’06), diiringi dengan pengumandangan lagu yang khusus dibuat oleh rekan PSM ITB untuk momen PeMiLu Raya KM ITB 2009 ini oleh rekan-rekan dari PSM ITB,. ๐Ÿ˜€

Diakhiri dengan acara puncak sekaligus penting dalam rangkaian pembukaan, yaitu penyampaian visi-misi pasangan calon kepada rekan-rekan yang hadir ketika itu, yang tentunya tidak akan disampaikan di sini, namun bagi yang berkesempatan dipersilahkan hadir pada agenda hearing dengan jadwal:

  1. Selasa (24/03/09) 17.00-19.30 @Double Helix / Kantin Kebab
  2. Jum’at (27/03/09) 17.00-19.30 @Selasar GKU Timur
  3. Sabtu (28/03/09) 09.00-12.00 @Sunken Court
  4. Senin (30/03/09) 17.00-19.30 @Selasar LabTek V
  5. Selasa (31/03/09) 17.00-19.30 @Selasar GKU Barat
  6. Rabu (01/01/09) 17.00-selesai @Lapangan CC Barat
  7. Kamis (02/01/09) 17.00-19.30 @Selasar Planologi

Berikut siluet dari ketiga pasangan calon Presiden dan MWA Wakil Mahasiswa KM ITB 2009/2010,. ๐Ÿ™‚

Yunus (CaPres Pasangan 1)

Yunus (CaPres Pasangan 1)

Ridwan (CaMWA Pasangan 1)

Ridwan (CaMWA Pasangan 1)

Yusuf (CaPres Pasangan 2)

Yusuf (CaPres Pasangan 2)

Benny (CaMWA Pasangan 2)

Benny (CaMWA Pasangan 2)

iLham (CaPres Pasangan 3)

iLham (CaPres Pasangan 3)

Anas (CaMWA Pasangan 3)

Anas (CaMWA Pasangan 3)

Agenda yang berakhir sekitar pukul 18.30 itu tampak cukup menggambarkan antusiasme rekan-rekan kampus menyambut ajang tersebut,. ๐Ÿ™‚

WeLL, for better KM ITB,.

Hearing 2 Cakahim IF,.

Kali ini mencoba menampilkan ide terkait struktur dan program yang dibawa oleh kedua calon Ketua HMIF 2009/2010,.

Cakahim 1, Ivan Nugraha, visi: Bersama, Berkesinambungan, Bermanfaat

Struktur HMIF yang diajukan Ivan Nugraha,.

Struktur HMIF yang diajukan Ivan Nugraha,.

Secara umum, hanya dilakukan sedikit perubahan struktur di top level management dari kepengurusan tahun lalu.ย  Saya akan mengoptimalisasi struktur kan kegiatan dari kepengurusan yang sekarang.
Perubahan yang terlihat jelas adalah munculnya Wakil Ketua I dan II menggantikan Sekjen Internal dan Sekjen Eksternal. Fungsi dari masing-masing adalah:

  1. Wakil Ketua I bertugas membantu ketua di bidang sumber daya manusia himpunan (seperti sekjen internal dari kepengurusan tahun lalu), ditambah pengawas penerapan kaderisasi informal di tiap-tiap divisi-biro. Selain itu, Wakil Ketua I bertugas membantu ketua menjadi supervisi di kegiatan-kegiatan Biro Rumah Tangga, Divisi PSDA, Divisi Kekeluargaan, dan Divisi Keprofesian.
  2. Wakil Ketua II bertugas membantu kedua di bidang pengonsepan hubungan HMIF dengan entitas luar (seperti sekjen eksternal kepengurusan tahun lalu). Selain itu, Wakil Ketua II juga membantu ketua di bidang ekonomi yang berhubungan dengan entitas luar. Wakil Ketua II juga bertugas membantu ketua menjadi supervisi di kegiatan-kegiatan Biro Ekonomi, Divisi Media, Divisi Pengabdian Masyarakat, dan Divisi Hubungan Luar.

Pembagian divisi-biro yang dilakukan supervisi oleh Wakil Ketua, banyaknya sumber daya di divisi-divisi, entitas kegiatan di divisi-divisi, dan mempertimbangkan objek dari divisi (dalam-luar). Yang akan ditekankan di sini adalah pembagian tersebutย  tidak merupakan batasan divisi untuk saling koordinasi.

Perbedaan dan perubahan dari kepengurusan tahun lalu untuk optimalisasi dari kepengurusan sekarang :

  1. Biro Ekonomi masih menjalankan fungsi seperti tahun lalu, yaitu di sektor ekonomi, biro ekonomi sebagai peran strategis pencari dana. Marketing proyek yang dilakukan sekarang ditambahkan menumbuhkan โ€œbrandโ€ HMIF seperti pembuatan brosur penawaran proyek, dan lain-lain. Untuk kegiatan yang berhubungan dengan penjualan, lebih mengutamakan bidang ekonomi yang berorientasi profit dan lebih diutamakan ke luar HMIF (luar di sini berarti yang tidak berhubungan dengan HMIF sebagai organisasi), seperti lab-lab, himpunan lain, anggota HMIF yang melakukan kerja sama di luar keorganisasian HMIF, dan lain-lain.
  2. Biro Rumah Tangga masih menjalankan fungsi seperti tahun lalu dan masih akan menekankan agar BRT tidak terkesan sebagai penjaga sekre saja. Fungsi BRT kali ini akan ditambah penjualan yang bersifat pelayanan ke anggota HMIF yang tidak berorientasi profit dan bersifat pelayanan. Seperti suvenir himpunan, kaos sepakbola, dll.
  3. PSDA masih menjalankan fungsi di bidang kaderisasi, kemahasiswaan, softskil, dan akademis.ย  Namun, harapannya di kepengurusan kali ini sudah mendapatkan bentuk dari step-step kaderisasi formal yang akan dilakukan untuk anggota HMIF yang bisa dipakai sampai beberapa kepengurusan ke depan.
  4. Divisi kekeluargaan. Ada optimalisasi dan efisiensi proker di Divisi Kekeluargaan. Selain itu, inginnya beberapa acara disisipi oleh esensi-esensi lain seperti pengabdian masyarakat.
  5. Divisi Pengabdian Masyarakat: Inginnya sense Pengabdian Masyarakat lebih mengena ke banyak orang. Pengabdian masyarakat di sini juga melibatkan bidang keprofesian dan bukan keprofesian. Masalah pewacanaan ke dalam kepantiaan dan himpunan juga ingin ditekankan lagi. Selain itu, diharapkan tetap melanjutkan apa-apa yang telah dilakukan rutin tahun lalu serperti bina ekskul, dll.
  6. Divisi Media : Yang dilakukan divisi media kepengurusan kemarin sudahlah bagus, namun yang perlu dilakukan adalah follow up dari kegiatan tersebut, seperti portal HMIF, update HMIF Inside, dll. Selain itu, Divmed sendiri diharapkan lebih berperan dalam memberikan update informasi ke massa HMIF, seperti optimalisasi mading atau facebook.
  7. Sibulu: Yang dilakukan di kepengurusan kemarin telah baik. HMIF telah berkontribusi besar ke KM ITB. Hal tersebut haruslah dipertahankan. Selain itu, untuk tahun ini harus dilakukan follow up dari kegiatan temu alumni Arkavidia. Optimalisasi AIB, nilai apa saja yang bisa kita ambil dari sana. Kontribusi lebih ke Keluarga Mahasiswa jika kebutuhan dan kewajiban himpunan telah terpenuhi.
  8. Divisi Keprofesian : apa yang sudah dilakukan sudah luar biasa yang terlihat dengan banyaknya proyek. Untuk internalisasi akan lebih ditekankan, agar proyek tidak dapat hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. .Selain itu, mencoba untuk membangkitkan kembali riset dan inovasi, yaitu dalam hal pengembangan yang bukan berbasiskan proyek. Inginnya banyak yang terlibat di sini. Perbanyak training-training internal yang dilakukan sesuai kebutuhan-kebutuhan tiap angkatan yang telah dianalisis sebelumnya. Seminar ke luar dapat dilakukan dengan kerja sama dengan divisi lain. Selain itu, pengadaan lomba desain software yang berbasiskan pengabdian masyarkat dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan divisi lain.

Cakahim 2, Wisnu Adityo, visi: Satu Padu dan Saling Menghargai menuju HMIF yang Sadar Kontribusi

(karena tidak berhasil mengontak rekan yang bersangkutan ketika pembuatan tulisan ini, sehingga hanya mampu mengambil gambar dari buletin yang beredar ketika hearing,. :D)

Struktur HMIF yang diajukan Wisnu Adityo

Struktur HMIF yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Divisi-Biro yang diajukan Wisnu Adityo

Bukan bermaksud kampanye, hanya membantu memberikan informasi bagi yang membutuhkan dan menginginkan, juga karena sedang kekurangan ide dan waktu menulis sesuatu yang baru,. ๐Ÿ˜€

WeLL, one step ahead towards the future,.

Hearing1 Cakahim IF,.

Rabu (11/03/09), sekitar pukul 17.15, dimulailah agenda hearing pertama Calon Ketua HMIF dengan tema besar mengenai Visi Misi calon yang berlangsung hingga sekitar pukul 21.15, dengan pasangan calon adalah:

  1. Ivan “VaNug” Nugraha – 13506073
  2. Wisnu “Cuz” Adityo – 13506029
Calon bersama dengan PanPeL ketika Hearing 1,.

Tampaknya tren kahim berikutnya adalah "biru-garis-garis",. ^^

Dengan dimoderatori oleh rekan Joelian Samuel, hearing pun berlangsung dengan menghabiskan 1 sesi pertanyaan sebelum waktu jeda Magrib yang diisi dengan sejumlah pertanyaan, yang terakhir adalah terkait kekeluargaan sebagai modal untuk pencapaian visi misi kedua calon,.

Diskusi pun berlanjut seiring dengan dibukanya sesi pertanyaan berikutnya, pembicaraan sempat menjurus ke arah asal muasal visi misi yang dibawa kedua calon sebelum akhirnya beralih ke titik tekan pencapaian visi misi kedua calon dengan keterbatasan waktu yang ada,.

Beranjak dari sana, sempat bergulir ide mengenai pengabdian masyarakat melalui ide salah seorang rekan, hingga akhirnya tiba di motivasi diri dan persiapan masing-masing calon serta bagaimana penyikapan terhadap momen pemilu ketua HMIF dari sudut pandang calon seharusnya,.

Akhirnya, hearing pun ditutup dengan pesan-pesan singkat dari kedua calon dan penjelasan dari panitia pelaksana (PanPel) pemiLu HMIF terkait hearing pertama calon senator HMIF pada hari Jum’at mendatang,.

WeLL, for better HMIF,.

Perjalanan di hari Minggu,.

MInggu (08/03/09) pagi sekitar pukul 06.00, segera bergegas ke kampus untuk berkumpul di Gerbang Ganesha sebelum pemberangkatan menuju alamat yang menjadi lokasi walimahan rekan Verry Aria Firmansyah (Planologi ITB 2005) dengan rekan Inna Arumsari Fitriany (Teknik Lingkungan ITB 2005), yaitu Jl.Mini 3 No. 17A Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur bersama rekan-rekan dari Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB dan Teknik Lingkungan ITB menggunakan 2 buah bus yang dipesan untuk 1 hari perjalanan pergi-pulang Bandung-Jakarta,. ๐Ÿ˜€

Akhirnya, perjalanan dimulai pukul 07.00 dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30, padahal awalnya berniat menghadiri acara akad nikahnya pada pukul 07.30, namun ternyata hanya syukurannya saja yang dapat dihadiri,. ๐Ÿ˜›

Sesampainya di sana, segera beraksi dengan VS (baca postingan ini) dengan target sejumlah rekan yang hadir di sana dan tentunya kedua mempelai serta tak luput sejumlah makanan yang disajikan,. ๐Ÿ˜›

Salah satu hal yang paling diingat dari kehadiran pada acara tersebut adalah pesan yang disampaikan rekan Very kepada hampir setiap rekan sejawat beliau, yaitu “Segera menyusul ya,. :)”,. ๐Ÿ˜€

Berikut beberapa cuplikannya:

Sesi foto rekan-rekan IF, rombongan terbanyak ketiga setelah PL dan TL,. :D

Sesi foto rekan-rekan IF, rombongan terbanyak ketiga setelah PL dan TL,. ^^

Sejumlah makanan yang dihidangkan,. :D

Sejumlah makanan yang dihidangkan,. ^^

Sekitar pukul 11.15, akhirnya diputuskan rombongan akan berangkat ke JCC (Jakarta Convention Center) Senayan untuk mampir di IBF (Islamic Book Fair) sebelum kembali ke Bandung, tentunya setelah melalui rapat singkat di dalam bus,. ๐Ÿ˜€

Setibanya di TKP sekitar pukul 12.05, disepakati bahwa perjalanan menuju Bandung akan dimulai pukul 14.00 dari Senayan. Berikut cuplikan dari TKP IBF yang ternyata sedang menghadirkanย  sebagai bintang tamu dalam penjualan buku berjudul Komeng Undercover,.

Pose di depan gedung tempat Islamic Book Fair,.

Pose di depan gedung tempat Islamic Book Fair,.

Talkshow Komeng Undercover

Talkshow Komeng Undercover

Setelah dari Senayan, perjalanan ke Bandung pun dilakukan, setelah sempat beristirahat sejenak di KM57 Tol Cipularang, akhirnya rombongan tiba di Gerbang Ganesha pukul 17.30 dan segera kembali ke kos untuk bersiap menghadiri Opera Ganesha di Sabuga pada pukul 19.00,.

Datang bersama dengan rekan Shinta PL’05 dan Ridwan TI’05, dan sempat bertemu beberapa rekan di sekitar gerbang belakang ITB dan gerbang Sabuga, dengan diawali pembayaran retribusi parkir yang agak kelewat mahal (Rp 2000,00 dibayar di awal), akhirnya memilih untuk menempati tempat yang agak terpencil dari rekan-rekan lain. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memperoleh tempat yang cukup strategis untuk menonton dan mengambil dokumentasi menggunakan VS,.

Acara tersebut merupakan hasil kompilasi dari berbagai penampilan seni rekan-rekan dari unit kesenian dan kebudayaan daerah yang dirangkai dalam suatu alur cerita sejarah perjalanan mahasiswa ITB dari awal pemberian nama Institut Teknologi Bandung hingga saat ini. Meski tiada klimaks yang ditunjukkan, namun karya dan penampilan yang disajikan begitu memukau, namun sayang terlalu singkat untuk sebuah acara yang cukup tenar di kalangan mahasiswa,. ๐Ÿ˜€

Ternyata tidak sia-sia, meski harus sendirian selama acara, beberapa dokumentasi pun berhasil dibuat, mencakup foto dan video singkat, berikut beberapa gambar yang diambil selama acara,.

Salah satu tarian,. ^^

Salah satu tarian,. ^^

Tarian lagi,. ^^

Tarian lagi,. ^^

Agenda penutupan,. ^^

Agenda penutupan,. ^^

Akhirnya, acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 itu berakhir pukul 20.30 dan tentunya dilengkapi dengan sejumlah sesi foto bebas para tamu di area acara bersama para pengisi acara (baik berupa manusia atau atribut penampilan,. :D),.

WeLL, what a day,.

Pendaftaran Pemilu KM ITB Diulang,.

Sabtu (07/03/09) sore, sekitar pukul 16.00, rekan-rekan panitia pelaksana PemiLu Raya KM ITB mengundang rekan-rekan bakal pasangan calon presiden KM ITB dan MWA wakil mahasiswa 2009/2010 beserta tim promotor untuk memberikan informasi hasil verifikasi pendaftaran calon,.

Sebagai informasi, pendaftaran pasangan calon telah mengalami pengulangan sebelumnya akibat hanya ada 1 pasangan calon yang dinyatakan lolos verifikasi, dari 6 pasangan calon yang mengambil formulir pendaftaran dan 5 pasangan yang mengembalikan formulir,.

Kali ini, proses verifikasi pun hanya menghasilkan satu pasangan calon yang dinyatakan lolos, dari 2 pasangan calon yang mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran. Penyebab tidak lolosnya salah satu pasangan calon adalah kurangnya jumlah dukungan massa kampus yang diperoleh kurang dari 1000,.

Pada kesempatan tersebut, panpel bersama kongres menyampaikan rencana pengulangan proses pendaftaran, namun dengan tetap meloloskan pasangan Yusuf-Benny yang telah dinyatakan lolos verifikasi sehingga tidak perlu mengulang proses pengumpulan dukungan massa kampus. Hal tersebut telah diputuskan sebelumnya oleh Kongres KM ITB 2008/2009 pada malam hari sebelumnya dan merupakan keputusan akhir,.

Setelah melalui sejumlah diskusi terkait keputusan yang diambil kongres yang terkesan abu-abu dan tidak tegas, akhirnya keputusan tersebut tetap dipertahankan, namun timeline pendaftaran akan dibicarakan kembali sehingga tidak mengurangi anemo massa kampus juga pasangan calon yang akan mendaftarkan diri,.

Pada kesempatan tersebut sempat terdapat sesi istirahat untuk menyegarkan pikiran dan memberi waktu bagi panpel dan kongres bagi yang harus menunaikan ibadah sholat Ashar,.

Di jeda tersebut, sempat mengambil sebuah gambar anyaman rotan berbentuk gajah Ganesha yang ada di dekat sekre panpel dan plaza widya,.

Anyaman rotan berbentuk gajah Ganesha di wilayah pusat gaung

Anyaman rotan berbentuk gajah Ganesha di wilayah pusat gaung

Hal yang diharapkan semua pihak terhadap ajang PemiRa KM ITB ini adalah sebagai pesta demokrasi yang menghasilkan sosok pemimpin kemahasiswaan ITB yang terbaik untuk kemahasiswaan yang lebih baik,. ๐Ÿ™‚

WeLL, for a better tomorrow,.

Teman Baru,.

Setelah 1 pekan tidak mengupdate tulisan di blog, akhirnya bersamaan dengan lengser-nya postingan ini dari papan teratas blog karena dirasa sudah cukup memberikan informasi hingga saat ini, bermaksud memperkenalkan teman baru yang baru berusia sekitar 1,5 hari,. ๐Ÿ˜€

Sosok yang tiba di siang hari Kamis (05/03/09), bersamaan dengan pertemuan kembali dengan rekan Ahmad Zamakhsyari Sidiq a.k.a Jamak yang kembali ke Bandung setelah 6 bulan berada di Korea. Dan tak lama setelah itu, dengan persiapan awal untuk mengisi tenaga, akhirnya sosok tersebut sempat diajak bermain-main sejenak dan diperkenalkan dengan lingkungan sekre 1 HMIF,.

Sosok yang tak lain dan bukan adalah berupa sebuah kamera digital yang dibelikan oleh rekan Jamak di Korea dan setelah berusia 1,5 hari diputuskan untuk dinamai VS,. ๐Ÿ˜€

Sudah menjadi kebiasaan terhadap sejumlah barang yang lekat dengan diri ini untuk diberikan nama, diantaranya:

  1. motor pertama yang dikendarai, ketika masih duduk di bangku SMA di Depok, namun telah dijual pada tahun 2004, Honda Karisma 125D dengan nomor polisi B 5722 ZK, dinamai Vee” (red: dilafalkan dalam bahasa inggris); huruf ‘V’ diambil dari inisial seseorang yang sangat berarti dalam hidup ini,. ๐Ÿ™‚
  2. motor kedua yang dikendarai, yang menggantikan keberadaan Vee dan hingga kini menemani perjuangan di ITB, Honda Karisma X 125D dengan nomor polisi B 6589 ECO, dinamai VX; dengan huruf ‘X’ yang berasal dari Karisma X,.
  3. motor ketiga yang menggantikan keberadaan VX di Depok, setelah dirinya dibawa berkelana ke Bandung, yaitu kendaraan yang digunakan ketika sedang pulang ke rumah, Honda Supra X 125D R dengan nomor polisi B 6959 EEU, dinamai dengan VR; dengan huruf ‘R’ yang berasal dari Supra X 125D R,.
  4. laptop yang hampri selalu dibawa ke mana pun diri ini bepergian, HP Pavilion dv2120, dinamai VP; dengan ‘P’ berasal dari HP,.
  5. kamera digital, Samsung Kenox S860, dinamai VS; dengan ‘S’ berasal dari Samsung,.

Berikut beberapa hasil jepretan menggunakan VS :

VS at a glance

Potret diri VS menggunakan cermin di sekre1 HMIF

Foto VX bersama seekor kucing di depan sekre1 HMIF

Foto VX bersama seekor kucing di depan sekre1 HMIF

Insya aLLah tulisan berikutnya akan menyertakan sejumlah foto untuk mendukung penyampaian ide,. ๐Ÿ˜€

WeLL, one step ahead,.

ForSiL Himatika,.

Jum’at (27/02/09) sekitar pukul 19.20, bertempat di dekat ruang sekretariat Himatika (Himpunan Mahasiswa Matematika) ITB berlangsung sebuah forum silaturahmi yang diselenggarakan oleh rekan-rekan Himatika bersamaan dengan berakhirnya masa kepengurusan Himatika 2008/2009,.

Agenda yang dibahas adalah:

1. Sosialisasi agenda terdekat dari masing-masing lembaga

Sebagian besar lembaga yang hadir ketika itu, khususnya dari himpunan mahasiswa, tengah menjalani masa pergantian kepengurusan, sehingga agenda terdekat yang akan dilakukan berkisar persiapan pengurus.

Dari HMIF, akan melakukan PHP (Pekan HMIF Peduli), yang berupa kunjungan ke SD dan pelatihan komputer bagi para guru pada pertengahan Maret 2009. Juga di awal April 2009 akan ada Arkavidia yang merupakan perlombaan implementasi teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kelanjutan Kasus IMG

Pada hari Senin (16/02/09) dilaksanakan sidang terhadap 3 rekan mahasiswa Teknik Geodesi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) ITB, yaitu ketua IMG, ketua pelaksana dan penanggungjawab lapangan pada acara yang dinyatakan telah merenggut nyawa rekan Dwiyanto Wisnunugroho, seorang mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007. Namun, pada sidang tersebut belum diungkapkan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada rekan-rekan yang terlibat.

Hingga saat ini, diketahui telah ada sejumlah hukuman yang dikeluarkan ITB, yaitu:

  • hukuman maksimal 15 SKS untuk semester genap 2008/2009 dan semester ganjil 2009/2010 bagi semua mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2007 yang menjadi peserta acara
  • skorsing selama 4 semester bagi 3 rekan yang menjalani sidang dan disertai kewajiban berpartisipasi dalam agenda pengabdian masyarakat yang akan dirumuskan kemudian oleh pihak ITB
  • pembekuan IMG selama waktu yang belum ditentukan dan kewajiban bagi KaProdi Teknik Geodesi yang baru untuk melakukan pembenahan dalam internal IMG

3. Follow-up forum rembug

Pada hari Minggu (15/02/09), sekitar pukul 20.30, dilaksanakan forum rembug yang mengundang seluruh lembaga kemahasiswaan di ITB untuk membicarakan nasib KM (Keluarga Mahasiswa) ITB yang merupakan wadah kemahasiswaan terpusat. Pada kesempatan tersebut, seluruh lembaga sepakat untuk memperbaiki KM ITB bersama-sama.

Pembahasan yang dilakukan adalah mengenai bagaimana internalisasi hasil forum tersebut di masing-masing lembaga dan kesiapan untuk perbaikan sistem ke depannya.

4. Grand Desain Kaderisasi (GDK)

Kamis (26/02/09) pukul 19.30, dimulai pembahasan nasib GDK KM ITB yang diajukan oleh rekan-rekan Kongres KM ITB, seputar bagaimana masukan yang diberikan lembaga dan harapan ke depannya terkait implementasi GDK dalam proses di masing-masing lembaga.

Diskusi yang terjadi adalah menyangkut pengutaraan singkat seputar bagaimana hasil forum sebelumnya serta penyikapan dari setiap lembaga.

5. Sesi Bebas

Pada sesi bebas ini, berkembang sejumlah isu, yang paling mendominasi adalah terkait pengubahan nama 4 gedung yang semula ditandai dengan LabTek V, VI, VII dan VIII menjadi 4 nama tokoh yang disinyalir terkait dengan isu pemberian sumbangan uang sejumlah 25 milyar rupiah. Rincian penggantian nama tersebut adalah:

  • LabTek V, gedung Teknik Informatika beserta Tata Usaha FTI (Fakultas Teknologi Industri), diubah menjadi Gedung Benny Subianto
  • LabTek VI, gedung Teknik Fisika dan Teknik Kelautan, diubah menjadi Gedung Teddy P. Rachmat
  • LabTek VII, gedung Sekolah Farmasi, diubah menjadi Gedung Yusuf Panigoro
  • LabTek VIII, gedung Teknik Elektro, diubah menjadi Achmad Bakrie

Sejumlah pandangan yang terlontar selama diskusi adalah seputar penyikapan terhadap penggantian nama tersebut yang dikaitkan dengan berbagai hal, diantaranya:

  • nama-nama tersebut dilakukan atas sumbangan 25 milyar yang diberikan 4 pihak berbeda yang diangsur selama 5 tahun
  • bahwa penggantian nama tersebut berlaku selama 5 tahun
  • bagaimana independensi ITB sebagai institusi pendidikan
  • kebutuhan dana ITB setiap tahunnya untuk pendidikan
  • status ITB sebagai BHP dan peraturan pendidikan yang berlaku
  • pinjaman yang diperoleh ITB dari Jepang sejumlah 72 milyar
  • budaya dan sikap bangsa Indonesia dalam merancang dan menjaga suatu yang telah dihasilkan
  • prestasi bangsa dan pola pikir pasca lulus dari kampus
  • pandangan terhadap birokrasi ITB dan pemerintah Indonesia

Usai pembahasan tersebut disudahi, terdapat sejumlah pesan terkait ajang Pemilu Raya KM ITB, Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa (I3M) dan Desa Mitra PM KM ITB. Hingga akhirnya forum ditutup sekitar pukul 23.30.

WeLL, for a brighter tomorrow,.

Draft Koridor Kaderisasi KM ITB,.

Berikut konsep yang diajukan sebagai koridor kaderisasi atau yang menjadi batasan pelaksanaan kaderisasi yang akan dicoba diajukan untuk disepakati bersama di tingkat ITB. Rancangan ini diajukan rekan-rekan PSDM KM ITB beberapa hari lalu dan telah sempat dibahas oleh pihak lembaga kemahasiswaan dan masih akan disepakati dahulu sebelum diajukan ke pihak ITB,.

Latar Belakang

Senat akademik sebagai salah satu struktur lembaga ITB, telah menyusun kebijakan pembinaan kemahasiswaan yang mengatur kegiatan kemahasiswaan ITB. Menurut poin 6.2 pada kebijakan organisasi kemahasiswaan, ruang lingkup organisasi kemahasiswaan ITB dapat berupa kegiatan pengembangan diri atau pendidikan karakter, pelatihan berorganisasi dan kepemimpinan, peningkatan kreativitas dan penalaran, dst. Kegiatan yang terdefinisi sebagai kegiatan kaderisasi adalah kegiatan-kegiatan yang mencakup pembentukan karakter, pengembangan diri, maupun kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan oleh KM ITB merupakan kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi kemahasiswaan. Mengacu pada Keputusan Rektor ITB nomor 082 pasal 2 ayat 6 tentang menyelenggarakan orientasi studi dan sejenisnya pada tingkat institut, fakultas, dan prodi yang merupakan salah satu kegiatan yang dilarang yang melanggar etika akademik ITB dan hak asasi manusia. Orientasi studi yang terdapat dalam keputusan tersebut masih membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut tentang batasan-batasan teknis yang bisa membuat suatu kegiatan terdefiniskan sebagai orientasi studi, hal ini diperlukan untuk keberjalanan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan kedepannya. Maka disusunlah draft koridor kaderisasi sebagai aturan bersama yang disepakati oleh elemen KM ITB yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi dan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan kaderisasi antara pihak ITB dengan organisasi kemahasiswaan.

Tujuan Kaderisasi

Membentuk anggota KM ITB yang berkarakter sesuai dengan amanah konsepsi

Kajian tentang karakter yang ingin dibentuk serta orientasi KM ITB dituangkan oleh mahasiswa dalam konsepsi KM ITB. Sesuai dengan yang tertulis dalam konsepsi KM ITB, bahwa tugas perguran tinggi adalah untuk membentuk insan akademis. Yang dimaksud insan akademis adalah insan yang senantiasa untuk mengembangkan diri sehingga tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus dapat menkritisi kondisi masyarakat di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang ideal dengan landasan kebenaran ilmiah. Yang dimaksud dengan tatanan masyarakat masa depan ideal disini adalah masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki nilai parsitipatif, aspriratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika.

Prinsip Kaderisasi

Dalam pelaksanaan kaderisasi terdapat beberapa prinsip yang menjadi dasar dan pegangan dalam pelaksanaan kaderisasasi:

  • Menjunjung nilai-nilai intelektualitas
    Sebagai insan-insan yang berpendidikan sudah seyogyanya dalam pelaksanaan aktivitas apapun didasarkan pada nilai-nilai intelektualitas. Nilai-nilai yang terdefinisi dari intelektualitas adalah :
  1. Mengutamakan kebenaran ilmiah. Dalam setiap aktivitas yang dilakukan, didasarkan pada proses pemikiran yang berujung pada kesimpulan mengapa aktivitas tersebut harus dilakukan, sehingga selalu ada alasan rasional yang mendasari dilaksanakannya suatu aktivitas kaderisasi.
  2. Kritis terhadap kondisi. Pencapaian tujuan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap prosesnya. Perbaikan-perbaikan ini dapat dilakukan dengan diawalli adanya kekritisan terhadap realita yang sedang terjadi. Pencapaian tujuan kaderisasi akan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan dalam proses kaderisasi. Sikap kritis ini juga akan mendasari adanya perbaikan-perbaikan dalam lingkup yang lebih luas. Misalnya lingkungan bangsa.
  3. Pembelajaran. Kaderisasi yang ideal adalah kaderisasi yang bisa memberikan nilai tambah bagi yang mengkader maupun yang dikader. Dengan adanya nilai pembelajaran dalam kaderisasi, maka setiap individu yang terlibat dalam kaderisasi dapat meningkat kapasitasnya tidak hanya kebutuhan jangka pendek tetapi juga kebutuhan jangka panjang untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan.
  • Kaderisasi yang komprehensif
    Kaderisasi yang dilakukan oleh KM ITB merupakan kaderisasi yang bisa melingkupi aktivitas-aktivitas mahasiswa baik akademik maupun non akademik.Kegiatan yang dilakukan di organisasi kemahasiswaan harus bisa melingkupi berbagai bidang, termasuk bidang akademik dan keprofesian. Walaupun tidak secara langsung memberikan muatan akademik dan keprofesian, tetapi dalam prosesnya bagaimana kegiatan ekstrakurikuler bisa memberikan muatan-muatan yang bisa mendukung mahasiswa untuk berprestasiย  dalam bidang akademik dan keprofesian.
  • Kebersamaan
    Kesadaran akan kedudukan kaderisasi sebagai kebutuhan dan tanggungjawab bersama haruslah tertanam pada stake holder di lapangan (dalam hal ini lembaga yang menyelenggarakan , panitia, dan peserta). Setiap elemen menyadari posisinya untuk akhirnya memberikan hasil yang terbaik dari proses kaderisasi. Semangat kekeluargaan juga tercakup dalam prinsip kaderisasi ini.
  • Efektifitas dan efisiensi
    Yang tercakup dalam poin ini adalah terkait waktu yang digunakan dihubungkan dengan output yang dihasilkan. Rentang waktu yang digunakan untuk pelaksanaan kaderisasi disesuaikan dengan kebutuhan untuk hasil yang terbaik. Waktu yang lama dalam pelaksanaan kaderisasi bukan berarti inefektif tetapi bisa jadi dalam kondisi yang sebenarnya memang dibutuhkan waktu sepanjang itu untuk menghasilkan output kader yang telah ditetapkan oleh lembaga kemahasiswaan.
  • Komitmen bersama
    Dalam konsepsi KM ITB bagian posisi organisasi kemahasiswaan di kampus disebutkan bahwa Organisasi Kemahasiswaan ITB berada dalam sistem ITB, akan tetapi secara struktural tidak berada di bawah rektor dan memiliki otonom penuh untuk menentukan kehidupan organisasinya. Dalam pelaksanaan kegiatannya organisasi kemahasiswaan berhak untuk menentukan kebijakan terkait keberjalanan organisasinya, di sisi lain terdapat hal-hal tertentu terkait kegiatan orgsanisasi kemahasiswaan yang disepakati antara kedua belah pihak (ITB dan organisasi kemahasiswaan ITB). Begitu juga dengan pelaksanaan kaderisasi, terdapat hal-hal tertentu yang membutuhkan kerjasama antara kedua belah pihak yang bersifat membangun.
  • Religius dan humanis
    Insan akademis yang bermoral menjadi tinjauan dari pelaksanaan kaderisasi. Nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang mendasari menjadi dasarย  pendukung terciptanya suasana yang terarah, bertanggungjawab, dan kondusif bagi pelaksanaan kaderisasi.

Kaidah Pelaksanaan Kaderisasi

  1. Tahapan pembelajaran dalam sebuah pendidikan adalah : pengenalan, pemahaman, melakukan dan mengajarkan. Maka dalam setiap proses kaderisasi harus melewati proses tersebut. tahap pengenalan adalah tahap dimana peserta didik mengenal sesuatu yang akan dipelajarinya secara definitive. Tahap pemahaman adalah tahap dimana peserta didik memahami secara detail โ€œuntuk apa, kenapa dan bagaimanaโ€ tentang sesuatu yang dipelajarinya. Tahap melakukan adalah tahap dimana peserta didik mengimplementasikan segala hal yang dia pahami. Sedangkan tahap mengajarkan adalah tahap dimana dia mengajarkan segala pengetahuan tentang sesuatu tersebut kepada orang lain. selain itu, karena kaderisasi adalah suatu proses pendidikan, maka sifat pendidikan yaitu berkelanjutan dan tiada henti pun adalah sifat dari kaderisasi.
  2. Kaderisasi bukanlah suatu kegiatan atau proses untuk membentuk karakter kader secara langsung, namun adalah upaya untuk memberikan penyadaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung kader untuk membentuk karakternya secara mandiri. Karena kita fahami secara sadar bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter sesorang yaitu adalah latar belakang dan lingkungan tempat dia berada.

Batasan Pelaksanaan

Pasal 1 – Perizinan

  • Penanggungjawab
  1. Pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi adalah pembina kemahasiswaan di tingkat institut atau pada tingkat fakultas/sekolah (pihak ITB), Ketua Lembaga dan Ketua Panitia (pihak pelaksana kegiatan)
  2. Kegiatan kaderisasi yang tidak mendapatkan perizinan dari pihak ITB tidak berhak menggunakan fasilitas ITB

Pasal 2 – Pelaksanaan

  • Waktu
  1. Pelaksanaan kegiatan kaderisasi disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas formal akademik (pelaksanaan kuliah, praktikum, dll)
  2. Rentang pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan kaderisasi
  • Tempat
  1. Kegiatan kaderisasi dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar kampus
  • Pelaksanaan Teknis, melingkupi hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam pelaksanaan teknis kaderisasi:
  1. Kontak fisik yang bisa mencederai baik secara langsung maupun menggunakan alat (mialnya: menampar, memukul, dll)
  2. Kata dan perbuatan yang melecehkan (termasuk di dalamnya SARAS: suku, agama, ras, adat dan aseksual)
  3. Hukuman fisik, menjadikan olahraga sebagai hukuman (misalnya: push-up, sit-up, dll)

Selain yang disebutkan di atas, masih terdapat komponen prakata dan kedudukan draft koridor kaderisasi.

WeLL, one big idea for a big step,.

Sidang Kasus IMG,.

Kamis (19/02/09) mulai pukul 09.00 hingga 15.00, bertempat di rektorat ITB jalan Tamansari, berlangsung sidang oleh komisi disiplin ITB terhadap kasus yang melibatkan rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) beberapa waktu yang lalu,.

Pihak yang hadir dalam persidangan tersebut yang terlibat dalam persidangan, tidak termasuk penonton adalah:

  1. pihak IMG, yaitu ketua IMG, Agun; ketua panitia acara IMG, Zahril; dan penanggungjawab lapangan ketika acara tersebut.
  2. pihak KM ITB, yaitu Presiden KM ITB, Shana; MWA Wakil Mahasiswa, Bagus; beserta tim MWA, Nita; dan tim advokasi IMG, Jack.
  3. pihak komisi disiplin ITB dan institusi

Berdasarkan aturan yang ada, hukuman yang dijatuhkan merupakan keputusan rektor, dengan melalui rekomendasi yang dihasilkan melalui sidang tersebut. Dalam kasus ini, hukuman paling ringan yang akan dikeluarkan adalah peringatan berat dan hukuman paling berat adalah dicabutnya status mahasiswa. Keputusan akhirakan diumumkan secara resmi pada hari Senin (23/02/09) pagi.

Selama sidang berlangsung, hal yang menjadi pembahasan adalah pemaparan aturan yang dilanggar oleh IMG, yang mencakup setidaknya 5 aturan secara institusi pendidikan ITB. Kemudian, disertai dengan penjelasan faktor yang dapat meringankan kondisi yang dihadapi IMG. Hal ini berbeda dengan kondisi yang dihadapi ketika kasus GEA, di mana sidang menjadi ajang penuduhan berbagai hal dan tanpa adanya pembelaan dan sejenisnya,.

Hal yang mengherankan adalah walaupun selama sidang berlangsung, sama sekali tidak disinggung mengenai hukuman terhadap pihak mahasiswa teknik geodesi angkatan 2007 yang menjadi peserta acara IMG tersebut, namun secara mendadak WRMA mengumumkan penjatuhan hukuman berupa pembatasan SKS bagi seluruh peserta acara IMG sebanyak maksimal 10 SKS. Bagaimana hal ini terjadi dan dari mana sumber keputusan tersebut berasal masih menjadi misteri,.

WeLL, nothing to say,.