Archive for the ‘Lembang’ Tag

Meninggalnya Mahasiswa ITB,.

Akhirnya kembali dari Depok hari Senin (09/02/09) pukul 20.15, sejak Sabtu (07/02/09) sore, tepatnya pukul 17.30 meninggalkan Bandung untuk pulang ke Depok untuk melakukan beberapa hal, yaitu urusan keluarga dan masalah alat-alat elektronik di rumah,. 🙂

Setibanya di Bandung, segera menuju kos dan menaruh beberapa barang sekaligus menjemput motor yang tertidur selama lebih dari 48 jam dan langsung dipacu ke kampus,. 😀

Kehadiran di kampus adalah untuk menghadiri rapim (rapat pimpinan) lembaga KM ITB membahas masalah yang terjadi dengan rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) pada hari Minggu (08/02/09),.

Agenda utama ketika itu memang untuk klarifikasi kejadian sesungguhnya, karena memang telah berbagai berita tersebar di media, khususnya internet, agar jangan sampai bahkan mahasiswa ITB sendiri tidak mengetahui kebenarannya,.

Berdasarkan pemaparan perwakilan IMG pada rapim berikut kronologis secara garis besar peristiwa yang terjadi, perlu diingat bahwa berikut adalah versi pada hari Senin (09/02/09) yang tentunya akan mengalami perubahan sesuai perkembangan informasi dan penyelidikan ke depannya,.

Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu (mohon maaf jika terdapat kesalahan) merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang,.

Acara tersebut didampingi tim dari AMP, yaitu suatu kesatuan medis dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran UnPad yang memang sering dilibatkan dalam agenda-agenda kemahasiswaan ITB (HMIF sendiri pernah melibatkan mereka). Sebelum keberangkatan, rekan-rekan AMP telah melakukan tes medis untuk memastikan kesehatan seluruh peserta, termasuk Wisnu,.

Berangkat sekitar pukul 09.00 menuju TKP dengan menggunakan angkot yang dipesan hingga Dago Bengkok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sejauh kira-kira 800 meter,.

Hingga sekitar 400 meter pertama, Wisnu mulai roboh dan dipapah pada paruh kedua perjalanan sambil beristirahat di bawah pengawasan panitia,.

Setibanya di lokasi, detil peristiwanya tidak begitu ingat, yang pasti sempat beristirahat dan tentunya panitia memberi perhatian lebih kepada Wisnu yang tadi sempat menunjukkan gejala kurang sehat mengenai motivasinya untuk melanjutkan acara juga kesiapan secara fisik dan mental,.

Hal yang sempat diingat adalah, sebelum akhirnya mendekati waktu keberangkatan ke lokasi acara berikutnya, Wisnu sempat diminta memikirkan masak-masak untuk melanjutkan atau tidak, dengan panitia membiarkannya di sebuah ruangan sendirian dan meminta beberapa rekannya untuk mengajaknya berdiskusi. Dan sempat terjadi beberapa peristiwa sehingga panitia meragukan ketidaksehatan Wisnu dan memang Wisnu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara,.

Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 persiapan berangkat ke rute outbond dan sebelumnya telah diperiksa kembali kesehatan peserta dan dengan berbagai rangkaian yang ada. Wisnu sempat menunjukkan beberapa gejala gangguan kesehatan, mulai dari buang air besar dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Minggu Wisnu tumbang,.

Panitia pun memutuskan mengistirahatkan dan memberikan pertolongan pertama kepada Wisnu sebelum akhirnya menjelang pukul 06.00 akan dilarikan ke rumah sakit, namun ternyata Wisnu telah tiada,.

Itulah kronologis yang paling mendekati kebenaran, terlepas dari berbagai berita yang beredar di media, berita ini langsung dari sumber yang terlibat di lokasi,.

Setelah peristiwa itu, pihak IMG segera mengontak Kepala Program Studi Teknik Geodesi dan pihak keluarga, juga membantu prosesi pemakaman jenazah aLmarhum bersama rekan dari kabinet KM ITB yang baru selesai pukul 23.00,.

Hingga saat ini, belum ada bentuk tuntutan dari pihak keluarga, namun hal yang pasti, jika memang ada tuntutan, maka itu berupa pidana dan memerlukan otopsi jenazah Wisnu sebagai landasan pasti,.

Dan yang akan dilakukan oleh KM ITB adalah membantu mengkondisikan isu yang beredar di kampus agar tidak melenceng dari kebenaran dan mengarahkan pihak luar yang ingin mengetahui soal kasus ini agar menghubungi WRMA (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), karena telah disepakati bahwa jalur informasi dari luar ITB adalah melalui WRMA,.

Selain itu, sedang dilakukan penelusuran mengenai bukti-bukti yang mendukung kejelasan penyebab meninggalnya Wisnu, karena jelas bukan aktivitas fisik yang berlebihan atau kekerasan yang menjadi penyebabnya. Pencarian info mengenai proses hukum dan medis terkait peristiwa ini juga masih dilakukan, karena mahasiswa ITB notabene-nya tidak punya pemahaman mendalam mengenai kedua bidang tersebut,.

Sejak Senin siang, pihak kepolisian mulai terlibat dalam penyelidikan kasus ini, meski belum diketahui siapa yang melibatkan mereka, karena jelas hal ini akan berdampak pada sifat pidana pada perkara tersebut,.

Reaksi pihak WRMA yang mewakili ITB terhadap hal ini adalah akan diadakannya sidang penentuan siapa yang paling bersalah dalam kasus ini yang akan dihadiri oleh rektor sebagai hakim dan komisi disiplin ITB sebagai penuntut, namun belum dipastikan kapan dan bagaimana mekanisme pembelaan terdakwa, yaitu pihak IMG, dalam hal ini,.

Semoga peristiwa ini tidak memberikan kesan buruk di kalangan luar terhadap mahasiswa ITB, juga tidak menghancurkan pergerakan yang selama ini dibangun,.

WeLL, just another obstacle, a big one,.

Advertisements

Survey ke Subang,.

Selasa (18/11/08) siang, setelah sebelumnya begadang mengerjakan tugas di kampus malam hari sebelumnya hingga shubuh hari, pagi hari akhirnya dihabiskan dengan tidur sejak pukul 06.00 hingga menjelang pukul 10.00, dengan melewatkan kuLiah Kerja Praktek (KP) yang berlangsung pukul 07.00-09.00,. 😛

Setelah melakukan sedikit rutinitas pagi pasca bangun tidur, menjelang pukul 11.00, segera bersiap untuk berangkat untuk survey tempat acara pelatihan bulan depan di daerah Subang. Namun, sekitar pukul 11.30, hujan pun turun dan perjalanan pun ditunda sesaat, hingga agak reda menjelang dzuhur, akhirnya berangkat ke TKP bersama rekan Ikhsan Fanani,.

Karena baru-baru ini, tepatnya ketika sedang berada di Yogyakarta luar kota bulan lalu, pernah menempuh perjalanan cukup jauh dengan motor, sehingga kemampuan bermotor masih cukup tinggi,. 😛

Jalur yang dilewati adalah dari kampus, menuju arah GegerKalong hingga ke Lembang, kemudian melewati Tangkuban dan tiba di wilayah Subang, mulai dari wilayah kabupaten hingga tiba di kotanya,. 🙂

Ketika sedang menikmati kelajuan tinggi di jalan menuju Lembang yang cukup mendaki dan berkelok-kelok, hujan mulai turun mengguyur wilayah tersebut dan terpaksa kami menepi di salah satu rumah makan yang masih tutup untuk berteduh. Setelah akhirnya memutuskan untuk mengenakan jas hujan yang dibawa, perjalanan pun dilanjutkan kembali dengan ditemani hujan yang sempat semakin deras dan baru mulai reda ketika memasuki wilayah Subang,.

Suhu terdingin sempat dirasakan ketika menuruni gunung Tangkuban, di mana kedua tangan sempat mati rasa dan sulit mengendalikan laju motor dan rahang bawah mulai bergemeletuk,. 😀

Hingga akhirnya tiba di suatu persimpangan tiga jalur di wilayah tepi Subang, ternyata sempat salah pilih jalan dan mengambil jalur yang menuju Sumedang dan baru menyadari setelah jarak yang cukup jauh,. 😛

Akhirnya, sesampainya di lokasi yang ternyata tak jauh dari pertigaan yang sempat menjadi awal salah jalan yang dilalui, segera menjalankan ibadah sholat dzuhur karena waktu telah menunjukkan pukul 13.40,. 😀

Kemudian, segera menghubungi pihak setempat dan bertanya berbagai mekanisme penggunaan tempat serta jalur koordinasi yang diperlukan hingga pukul 14.35 dan sadar bahwa kuLiah APBO, yang tugasnya baru saja diselesaikan semalaman akan dikumpulkan, dimulai pukul 15.00, sehingga segera bergegas kembali ke Bandung,.

Untungnya, perjalan pulang ditempuh tanpa keberadaan hujan sedikit pun, sehingga kelajuan motor dapat dipacu dengan relatif cepat, meski pada beberapa jalur mendaki yang cukup terjal dan panjang sempat kesulitan, mungkin karena si Karisma X 125 tersayang yang tidak lama tidak dipakai untuk perjalanan jauh sejak terakhir pulang-balik Bandung-Depok lebih dari 6 bulan yang lalu,. 😀

Hambatan berikutnya adalah macet di wilayah GegerKalong hingga Siliwangi dan akhirnya tiba di gerbang belakang ITB pukul 15.40 dan bergegas ke kelas dengan sedikit menahan malu (mohon maaf sebesar-besarnya kepada Ibu Yani selaku dosen pengajar kuLiah yang bersangkutan),. 🙂

WeLL, what a day,.