Archive for the ‘Mahasiswa’ Tag

Pembukaan PeMiLu Raya KM ITB 2009,.

Setelah melalui 2 kali pengulangan, akhirnya proses pemilu raya KM ITB 2009 dapat berlangsung dan Senin (23/03/09) sekitar pukul 15.30 bertempat di Lapangan CC Barat kampus ITB dimulai dengan didahului oleh serangkaian pawai keliling kampus oleh ketiga pasangan calon Presiden dan MWA Wakil Mahasiswa KM ITB, yaitu:

  1. Muhamad Yunus (Pn’05) – Ridwan Wijaya (Ti’05); dengan sebutan YuRi
  2. Ridwansyah Yusuf (PL’05) – Benny Nafariza (EL’05); dengan sebutan Be-U
  3. iLham Arif (GL’05) – Sjaikhunnas El Muttaqien (FT’05); dengan sebutan HamAs

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Kongres KM ITB 2008/2009, Rahmat Danu Andhika (TL’04), serangkaian video testimoni dari Presiden KM ITB 2008/2009, Shana Fatina (TI’04), dan Presiden KM ITB 2007/2008, Zulkaida Akbar (Fi’03), mengenai kesan mereka selama menjadi presiden KM ITB dan pesan mereka untuk para calon penerusnya,. πŸ™‚

Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia pelaksana PeMiLu Raya KM ITB 2009, Andika Yus Pratama (MT’06), diiringi dengan pengumandangan lagu yang khusus dibuat oleh rekan PSM ITB untuk momen PeMiLu Raya KM ITB 2009 ini oleh rekan-rekan dari PSM ITB,. πŸ˜€

Diakhiri dengan acara puncak sekaligus penting dalam rangkaian pembukaan, yaitu penyampaian visi-misi pasangan calon kepada rekan-rekan yang hadir ketika itu, yang tentunya tidak akan disampaikan di sini, namun bagi yang berkesempatan dipersilahkan hadir pada agenda hearing dengan jadwal:

  1. Selasa (24/03/09) 17.00-19.30 @Double Helix / Kantin Kebab
  2. Jum’at (27/03/09) 17.00-19.30 @Selasar GKU Timur
  3. Sabtu (28/03/09) 09.00-12.00 @Sunken Court
  4. Senin (30/03/09) 17.00-19.30 @Selasar LabTek V
  5. Selasa (31/03/09) 17.00-19.30 @Selasar GKU Barat
  6. Rabu (01/01/09) 17.00-selesai @Lapangan CC Barat
  7. Kamis (02/01/09) 17.00-19.30 @Selasar Planologi

Berikut siluet dari ketiga pasangan calon Presiden dan MWA Wakil Mahasiswa KM ITB 2009/2010,. πŸ™‚

Yunus (CaPres Pasangan 1)

Yunus (CaPres Pasangan 1)

Ridwan (CaMWA Pasangan 1)

Ridwan (CaMWA Pasangan 1)

Yusuf (CaPres Pasangan 2)

Yusuf (CaPres Pasangan 2)

Benny (CaMWA Pasangan 2)

Benny (CaMWA Pasangan 2)

iLham (CaPres Pasangan 3)

iLham (CaPres Pasangan 3)

Anas (CaMWA Pasangan 3)

Anas (CaMWA Pasangan 3)

Agenda yang berakhir sekitar pukul 18.30 itu tampak cukup menggambarkan antusiasme rekan-rekan kampus menyambut ajang tersebut,. πŸ™‚

WeLL, for better KM ITB,.

Advertisements

Draft Koridor Kaderisasi KM ITB,.

Berikut konsep yang diajukan sebagai koridor kaderisasi atau yang menjadi batasan pelaksanaan kaderisasi yang akan dicoba diajukan untuk disepakati bersama di tingkat ITB. Rancangan ini diajukan rekan-rekan PSDM KM ITB beberapa hari lalu dan telah sempat dibahas oleh pihak lembaga kemahasiswaan dan masih akan disepakati dahulu sebelum diajukan ke pihak ITB,.

Latar Belakang

Senat akademik sebagai salah satu struktur lembaga ITB, telah menyusun kebijakan pembinaan kemahasiswaan yang mengatur kegiatan kemahasiswaan ITB. Menurut poin 6.2 pada kebijakan organisasi kemahasiswaan, ruang lingkup organisasi kemahasiswaan ITB dapat berupa kegiatan pengembangan diri atau pendidikan karakter, pelatihan berorganisasi dan kepemimpinan, peningkatan kreativitas dan penalaran, dst. Kegiatan yang terdefinisi sebagai kegiatan kaderisasi adalah kegiatan-kegiatan yang mencakup pembentukan karakter, pengembangan diri, maupun kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan oleh KM ITB merupakan kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi kemahasiswaan. Mengacu pada Keputusan Rektor ITB nomor 082 pasal 2 ayat 6 tentang menyelenggarakan orientasi studi dan sejenisnya pada tingkat institut, fakultas, dan prodi yang merupakan salah satu kegiatan yang dilarang yang melanggar etika akademik ITB dan hak asasi manusia. Orientasi studi yang terdapat dalam keputusan tersebut masih membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut tentang batasan-batasan teknis yang bisa membuat suatu kegiatan terdefiniskan sebagai orientasi studi, hal ini diperlukan untuk keberjalanan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan kedepannya. Maka disusunlah draft koridor kaderisasi sebagai aturan bersama yang disepakati oleh elemen KM ITB yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi dan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan kaderisasi antara pihak ITB dengan organisasi kemahasiswaan.

Tujuan Kaderisasi

Membentuk anggota KM ITB yang berkarakter sesuai dengan amanah konsepsi

Kajian tentang karakter yang ingin dibentuk serta orientasi KM ITB dituangkan oleh mahasiswa dalam konsepsi KM ITB. Sesuai dengan yang tertulis dalam konsepsi KM ITB, bahwa tugas perguran tinggi adalah untuk membentuk insan akademis. Yang dimaksud insan akademis adalah insan yang senantiasa untuk mengembangkan diri sehingga tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus dapat menkritisi kondisi masyarakat di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang ideal dengan landasan kebenaran ilmiah. Yang dimaksud dengan tatanan masyarakat masa depan ideal disini adalah masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki nilai parsitipatif, aspriratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika.

Prinsip Kaderisasi

Dalam pelaksanaan kaderisasi terdapat beberapa prinsip yang menjadi dasar dan pegangan dalam pelaksanaan kaderisasasi:

  • Menjunjung nilai-nilai intelektualitas
    Sebagai insan-insan yang berpendidikan sudah seyogyanya dalam pelaksanaan aktivitas apapun didasarkan pada nilai-nilai intelektualitas. Nilai-nilai yang terdefinisi dari intelektualitas adalah :
  1. Mengutamakan kebenaran ilmiah. Dalam setiap aktivitas yang dilakukan, didasarkan pada proses pemikiran yang berujung pada kesimpulan mengapa aktivitas tersebut harus dilakukan, sehingga selalu ada alasan rasional yang mendasari dilaksanakannya suatu aktivitas kaderisasi.
  2. Kritis terhadap kondisi. Pencapaian tujuan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap prosesnya. Perbaikan-perbaikan ini dapat dilakukan dengan diawalli adanya kekritisan terhadap realita yang sedang terjadi. Pencapaian tujuan kaderisasi akan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan dalam proses kaderisasi. Sikap kritis ini juga akan mendasari adanya perbaikan-perbaikan dalam lingkup yang lebih luas. Misalnya lingkungan bangsa.
  3. Pembelajaran. Kaderisasi yang ideal adalah kaderisasi yang bisa memberikan nilai tambah bagi yang mengkader maupun yang dikader. Dengan adanya nilai pembelajaran dalam kaderisasi, maka setiap individu yang terlibat dalam kaderisasi dapat meningkat kapasitasnya tidak hanya kebutuhan jangka pendek tetapi juga kebutuhan jangka panjang untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan.
  • Kaderisasi yang komprehensif
    Kaderisasi yang dilakukan oleh KM ITB merupakan kaderisasi yang bisa melingkupi aktivitas-aktivitas mahasiswa baik akademik maupun non akademik.Kegiatan yang dilakukan di organisasi kemahasiswaan harus bisa melingkupi berbagai bidang, termasuk bidang akademik dan keprofesian. Walaupun tidak secara langsung memberikan muatan akademik dan keprofesian, tetapi dalam prosesnya bagaimana kegiatan ekstrakurikuler bisa memberikan muatan-muatan yang bisa mendukung mahasiswa untuk berprestasiΒ  dalam bidang akademik dan keprofesian.
  • Kebersamaan
    Kesadaran akan kedudukan kaderisasi sebagai kebutuhan dan tanggungjawab bersama haruslah tertanam pada stake holder di lapangan (dalam hal ini lembaga yang menyelenggarakan , panitia, dan peserta). Setiap elemen menyadari posisinya untuk akhirnya memberikan hasil yang terbaik dari proses kaderisasi. Semangat kekeluargaan juga tercakup dalam prinsip kaderisasi ini.
  • Efektifitas dan efisiensi
    Yang tercakup dalam poin ini adalah terkait waktu yang digunakan dihubungkan dengan output yang dihasilkan. Rentang waktu yang digunakan untuk pelaksanaan kaderisasi disesuaikan dengan kebutuhan untuk hasil yang terbaik. Waktu yang lama dalam pelaksanaan kaderisasi bukan berarti inefektif tetapi bisa jadi dalam kondisi yang sebenarnya memang dibutuhkan waktu sepanjang itu untuk menghasilkan output kader yang telah ditetapkan oleh lembaga kemahasiswaan.
  • Komitmen bersama
    Dalam konsepsi KM ITB bagian posisi organisasi kemahasiswaan di kampus disebutkan bahwa Organisasi Kemahasiswaan ITB berada dalam sistem ITB, akan tetapi secara struktural tidak berada di bawah rektor dan memiliki otonom penuh untuk menentukan kehidupan organisasinya. Dalam pelaksanaan kegiatannya organisasi kemahasiswaan berhak untuk menentukan kebijakan terkait keberjalanan organisasinya, di sisi lain terdapat hal-hal tertentu terkait kegiatan orgsanisasi kemahasiswaan yang disepakati antara kedua belah pihak (ITB dan organisasi kemahasiswaan ITB). Begitu juga dengan pelaksanaan kaderisasi, terdapat hal-hal tertentu yang membutuhkan kerjasama antara kedua belah pihak yang bersifat membangun.
  • Religius dan humanis
    Insan akademis yang bermoral menjadi tinjauan dari pelaksanaan kaderisasi. Nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang mendasari menjadi dasarΒ  pendukung terciptanya suasana yang terarah, bertanggungjawab, dan kondusif bagi pelaksanaan kaderisasi.

Kaidah Pelaksanaan Kaderisasi

  1. Tahapan pembelajaran dalam sebuah pendidikan adalah : pengenalan, pemahaman, melakukan dan mengajarkan. Maka dalam setiap proses kaderisasi harus melewati proses tersebut. tahap pengenalan adalah tahap dimana peserta didik mengenal sesuatu yang akan dipelajarinya secara definitive. Tahap pemahaman adalah tahap dimana peserta didik memahami secara detail β€œuntuk apa, kenapa dan bagaimana” tentang sesuatu yang dipelajarinya. Tahap melakukan adalah tahap dimana peserta didik mengimplementasikan segala hal yang dia pahami. Sedangkan tahap mengajarkan adalah tahap dimana dia mengajarkan segala pengetahuan tentang sesuatu tersebut kepada orang lain. selain itu, karena kaderisasi adalah suatu proses pendidikan, maka sifat pendidikan yaitu berkelanjutan dan tiada henti pun adalah sifat dari kaderisasi.
  2. Kaderisasi bukanlah suatu kegiatan atau proses untuk membentuk karakter kader secara langsung, namun adalah upaya untuk memberikan penyadaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung kader untuk membentuk karakternya secara mandiri. Karena kita fahami secara sadar bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter sesorang yaitu adalah latar belakang dan lingkungan tempat dia berada.

Batasan Pelaksanaan

Pasal 1 – Perizinan

  • Penanggungjawab
  1. Pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi adalah pembina kemahasiswaan di tingkat institut atau pada tingkat fakultas/sekolah (pihak ITB), Ketua Lembaga dan Ketua Panitia (pihak pelaksana kegiatan)
  2. Kegiatan kaderisasi yang tidak mendapatkan perizinan dari pihak ITB tidak berhak menggunakan fasilitas ITB

Pasal 2 – Pelaksanaan

  • Waktu
  1. Pelaksanaan kegiatan kaderisasi disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas formal akademik (pelaksanaan kuliah, praktikum, dll)
  2. Rentang pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan kaderisasi
  • Tempat
  1. Kegiatan kaderisasi dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar kampus
  • Pelaksanaan Teknis, melingkupi hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam pelaksanaan teknis kaderisasi:
  1. Kontak fisik yang bisa mencederai baik secara langsung maupun menggunakan alat (mialnya: menampar, memukul, dll)
  2. Kata dan perbuatan yang melecehkan (termasuk di dalamnya SARAS: suku, agama, ras, adat dan aseksual)
  3. Hukuman fisik, menjadikan olahraga sebagai hukuman (misalnya: push-up, sit-up, dll)

Selain yang disebutkan di atas, masih terdapat komponen prakata dan kedudukan draft koridor kaderisasi.

WeLL, one big idea for a big step,.

Meninggalnya Mahasiswa ITB,.

Akhirnya kembali dari Depok hari Senin (09/02/09) pukul 20.15, sejak Sabtu (07/02/09) sore, tepatnya pukul 17.30 meninggalkan Bandung untuk pulang ke Depok untuk melakukan beberapa hal, yaitu urusan keluarga dan masalah alat-alat elektronik di rumah,. πŸ™‚

Setibanya di Bandung, segera menuju kos dan menaruh beberapa barang sekaligus menjemput motor yang tertidur selama lebih dari 48 jam dan langsung dipacu ke kampus,. πŸ˜€

Kehadiran di kampus adalah untuk menghadiri rapim (rapat pimpinan) lembaga KM ITB membahas masalah yang terjadi dengan rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Teknik Geodesi (IMG) pada hari Minggu (08/02/09),.

Agenda utama ketika itu memang untuk klarifikasi kejadian sesungguhnya, karena memang telah berbagai berita tersebar di media, khususnya internet, agar jangan sampai bahkan mahasiswa ITB sendiri tidak mengetahui kebenarannya,.

Berdasarkan pemaparan perwakilan IMG pada rapim berikut kronologis secara garis besar peristiwa yang terjadi, perlu diingat bahwa berikut adalah versi pada hari Senin (09/02/09) yang tentunya akan mengalami perubahan sesuai perkembangan informasi dan penyelidikan ke depannya,.

Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu (mohon maaf jika terdapat kesalahan) merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang,.

Acara tersebut didampingi tim dari AMP, yaitu suatu kesatuan medis dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran UnPad yang memang sering dilibatkan dalam agenda-agenda kemahasiswaan ITB (HMIF sendiri pernah melibatkan mereka). Sebelum keberangkatan, rekan-rekan AMP telah melakukan tes medis untuk memastikan kesehatan seluruh peserta, termasuk Wisnu,.

Berangkat sekitar pukul 09.00 menuju TKP dengan menggunakan angkot yang dipesan hingga Dago Bengkok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sejauh kira-kira 800 meter,.

Hingga sekitar 400 meter pertama, Wisnu mulai roboh dan dipapah pada paruh kedua perjalanan sambil beristirahat di bawah pengawasan panitia,.

Setibanya di lokasi, detil peristiwanya tidak begitu ingat, yang pasti sempat beristirahat dan tentunya panitia memberi perhatian lebih kepada Wisnu yang tadi sempat menunjukkan gejala kurang sehat mengenai motivasinya untuk melanjutkan acara juga kesiapan secara fisik dan mental,.

Hal yang sempat diingat adalah, sebelum akhirnya mendekati waktu keberangkatan ke lokasi acara berikutnya, Wisnu sempat diminta memikirkan masak-masak untuk melanjutkan atau tidak, dengan panitia membiarkannya di sebuah ruangan sendirian dan meminta beberapa rekannya untuk mengajaknya berdiskusi. Dan sempat terjadi beberapa peristiwa sehingga panitia meragukan ketidaksehatan Wisnu dan memang Wisnu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara,.

Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 persiapan berangkat ke rute outbond dan sebelumnya telah diperiksa kembali kesehatan peserta dan dengan berbagai rangkaian yang ada. Wisnu sempat menunjukkan beberapa gejala gangguan kesehatan, mulai dari buang air besar dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Minggu Wisnu tumbang,.

Panitia pun memutuskan mengistirahatkan dan memberikan pertolongan pertama kepada Wisnu sebelum akhirnya menjelang pukul 06.00 akan dilarikan ke rumah sakit, namun ternyata Wisnu telah tiada,.

Itulah kronologis yang paling mendekati kebenaran, terlepas dari berbagai berita yang beredar di media, berita ini langsung dari sumber yang terlibat di lokasi,.

Setelah peristiwa itu, pihak IMG segera mengontak Kepala Program Studi Teknik Geodesi dan pihak keluarga, juga membantu prosesi pemakaman jenazah aLmarhum bersama rekan dari kabinet KM ITB yang baru selesai pukul 23.00,.

Hingga saat ini, belum ada bentuk tuntutan dari pihak keluarga, namun hal yang pasti, jika memang ada tuntutan, maka itu berupa pidana dan memerlukan otopsi jenazah Wisnu sebagai landasan pasti,.

Dan yang akan dilakukan oleh KM ITB adalah membantu mengkondisikan isu yang beredar di kampus agar tidak melenceng dari kebenaran dan mengarahkan pihak luar yang ingin mengetahui soal kasus ini agar menghubungi WRMA (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), karena telah disepakati bahwa jalur informasi dari luar ITB adalah melalui WRMA,.

Selain itu, sedang dilakukan penelusuran mengenai bukti-bukti yang mendukung kejelasan penyebab meninggalnya Wisnu, karena jelas bukan aktivitas fisik yang berlebihan atau kekerasan yang menjadi penyebabnya. Pencarian info mengenai proses hukum dan medis terkait peristiwa ini juga masih dilakukan, karena mahasiswa ITB notabene-nya tidak punya pemahaman mendalam mengenai kedua bidang tersebut,.

Sejak Senin siang, pihak kepolisian mulai terlibat dalam penyelidikan kasus ini, meski belum diketahui siapa yang melibatkan mereka, karena jelas hal ini akan berdampak pada sifat pidana pada perkara tersebut,.

Reaksi pihak WRMA yang mewakili ITB terhadap hal ini adalah akan diadakannya sidang penentuan siapa yang paling bersalah dalam kasus ini yang akan dihadiri oleh rektor sebagai hakim dan komisi disiplin ITB sebagai penuntut, namun belum dipastikan kapan dan bagaimana mekanisme pembelaan terdakwa, yaitu pihak IMG, dalam hal ini,.

Semoga peristiwa ini tidak memberikan kesan buruk di kalangan luar terhadap mahasiswa ITB, juga tidak menghancurkan pergerakan yang selama ini dibangun,.

WeLL, just another obstacle, a big one,.

ForSil 28/11/08,.

Jum’at (28/11/08) malam, sekitar pukul 20.15 dimulailah Forum Silaturahmi setelah meleset selama 45 menit bertempat di depan sekre MTI (Mahasiswa Teknik Industri) ITB, dengan moderator Dhika TI’06 dan beberapa piring snack yang mulai habis beredar,. πŸ˜€

Diawali dengan sesi perkenalan masing-masing lembaga yang hadir beserta berbagai agenda yang terdekat sebagai informasi ke rekan-rekan yang lain. Dilanjutkan dengan penyampaian seputar Peringatan Hari AIDS se-Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2008. KM ITB mengajak rekan-rekan mahasiswa ITB untuk melakukan aksi peduli kemahasiswaan dalam bentuk kampanye “1000 Surat Cinta KM ITB” dengan tema “CIntailah Keluarga, No Drug and No Freesex” pada hari Minggu (30/11/08) dengan TKP tujuan adalah wilayah Gasibu sebagai pusat berkumpulnya masyarakat Bandung di hari minggu,. πŸ™‚

Selanjutnya, ada sejumlah pertanyaan yang diinisiasi oleh rekan dari HMT seputar update berita mengenai hilangnya rekan Mizan Bustanul a.k.a inuL a.k.a Ketua HMP (Planologi) sejak Kamis pagi pekan lalu yang ternyata belum juga menghasilkan kabar yang menggembirakan selain proses yang terus berjalan dengan tim pencari yang dikoordinasikan langsung oleh ayahanda inuL sendiri yang juga alumni Planologi ITB,.

Kemudian, rekan HMIF (Informatika) mencoba mengklarifikasi mengenai aksi penanaman pohon di BakSil pagi hari tadi yang melibatkan Kabinet KM ITB dan kaitannya dengan sikap kita terhadap Baksil serta berbagai isu perombakan lingkungan sekitar ITB, mencakup Balubur dan Taman Hewan oleh pihak PemKot. Isu ini paling banyak menarik perhatian pihak HMS (Teknik Sipil) dan IMA-G (Arsitektur). Juga ada informasi terkait ajakan dari WRMA untuk aksi penanaman pohon bersama lagi hari Sabtu (29/11/08) bertempat di BakSil dimulai dengan agenda senam pagi pukul 07.00,.

Beranjak ke penyampaian informasi dari rekan Keprofesian Kabinet KM ITB menyangkut Selasar Oprek 3 yang akan dilaksanakan sekitar bulan Januari 2009 (CMIIW) dan meminta dukungan dan partisipasi masing-masing lembaga untuk mengoptimalkan manfaat dari momen itu,. πŸ˜€

Ketika suasana mulai bertambah jenuh dan hening, rekan dari MTI mencoba melemparkan pertanyaan seputar keberadaan GDK (Grand Design Kaderisasi) kepada Kabinet atau KOngres KM ITB yang kemudian memancing perbincangan mengenai SatGas Koridor Kaderisasi dan bagaimana follow-up serta keberlangsungan dari apa yang telah dibicarakan sebelumnya. Meski ternyata masih menemui jalan buntu ketika mengharapkan partisipasi dari SEMUA lembaga, namun dari Kabinet dan Kongres masih mengharapkan partisipasi masing-masing lembaga yang akan dalam waktu dekat diinisiasi sebuah kumpul bersama sekitar bulan Januari 2009,.

Di akhir pembicaraan seputar kaderisasi yang sedikit menjurus ke arah InKM (Inisiasi Keluarga Mahasiswa), rekan dari GAMAIS melemparkan pertanyaan kepada Kabinet KM ITB mengenai LPJ kegiatan itu dan juga LPJ Tengah Tahun Kabinet yang batal dilakukan ke massa kampus. Hal ini cukup menjadikan Kabinet mengeluarkan beberapa pendapat yang memancing pandangan dari sejumlah lembaga,.

Kemudian, rekan IMMG mengalihkan arah diskusi setelah agak mencair, menuju isu Penerapan Jam Malam bagi kegiatan kemahasiswaan, khususnya sekre himpunan yang telah diterapkan di FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) dan ternyata disebabkan keputusan fakultas terkait dan belum ada tanggapan lebih jauh dari pihak rektorat akan tindakan itu, meski kabinet bersama HMS dan himpunan di FTSL terus mengusahakan langkah pendekatan untuk mencari solusi yang lebih baik,.

Permasalahan terakhir yang cukup panjang dan tampak mulai banyak pihak yang jenuh, namun tertahan oleh beberapa rekan yang terus bersemangat dan vokal mengungkapkan pendapatnya di forum, adalah seputar kondisi kampus menghadapi suasana politik pada ajang Pemilu RI 2009. Yang membawa informasi dari pembahasan rapat pimpinan lembaga bersama MWA dan perkembangan dari Kabinet itu sendiri. Banyak yang menyatakan bersedia namun tidak sedikit juga yang benar-benar ingin menolak masuknya ParPol ke lingkungan kampus dengan atribut kampanye dalam bentuk apa pun,.

Akhirnya ForSil pun berakhir sekitar pukul 23.20 dan bergegas kembali ke sekre HMIF karena ada suatu hal yang harus dikerjakan sebelum pukul 23.59,. πŸ˜€

WeLL, next stop: MSDN Day,.

RaPim di HMP,.

Selasa (25/11/08), setelah sekitar 6 hari pasca hilangnya rekan Mizan Bustanul a.k.a InuL PL’05, ketua Himpunan Mahasiswa Planologi (HMP), rekan-rekan Kabinet KM ITB mengadakan Rapat Pimpinan Lembaga (RaPim) bertempat di depan sekre HMP dengan tujuan mengklarifikasikan berita mengenai hilangnya rekan InuL terkait berita-berita yang tersebar dari mulut ke mulut maupun melalui berbagai media lainnya,.

Pertemuan dimulai sekitar pukul 19.50 dan agendanya hanya satu, yaitu klarifikasi berita hilangnya Ketua HMP kepada rekan-rekan lembaga untuk memberikan kejelasan kepada massa kampus,. πŸ˜€

Hal yang kemudian diterangkan adalah terkait kronologis hilangnya rekan InuL, yang terakhir terlihat oleh rekan HMP pada Rabu (19/11/08) malam hingga larut malam berdiskusi mengenai HMP di sekre, hingga pulang pukul 01.00 lewat tengah malam dan beliau berjanji akan datang kembali ke sekre HMP untuk berbincang dengan rekan Imam PL’05 pukul 08.00, sebelum agenda terkait kaderisasi HMP pukul 09.00 di hari yang sama,.

Keesokan harinya, Kamis (20/11/08), di pagi hari, InuL telah bersiap berangkat ke kampus, namun belum berganti baju dan pamit dari rumahnya di daerah Arcamanik dengan setelan santai untuk ke Griya di dekat rumahnya, bersamaan dengan itu, rekan InuL menyampaikan maaf karena tidak bisa hadir pukul 08.00 di HMP via SMS kepada rekan Imam, namun akan sampai sebelum pukul 09.00,.

Akan tetapi, sejak pergi ke griya itu, rekan InuL tak kunjung kembali, dan di sekitar waktu perkiraan hilangnya beliau, rekan Yani yang merupakan teman dekatnya menerima SMS singkat berisi, “ni tlg”,.

Akhirnya, karena rekan Imam yang menunggu di HMP tak kunjung melihat InuL datang, akhirnya mencoba menghubungi HP beliau, namun tak dapat tersambung dan akhirnya mengkonfirmasi ke rumah keluarganya hingga ditemukan fakta dan dugaan menghilangnya InuL,.

Proses pencarian pun telah dilakukan sejak hari Kamis (20/11/08) malam oleh pihak keluarga dibantu rekan HMP, mulai dari pencarian ke seluruh rekan-rekan Inul sejak SD hingga SMA, hasilnya nihil, malah memperluas kekhawatiran di kalangan rekan-rekannya tersebut,.

Kemudian, hingga malam berikutnya pun pencarian dilanjutkan ke seluruh Rumah Sakit di Bandung, namun masih nihil, setelah pagi hari Jum’at (21/11/08) pihak HMP melaporkan kasus ini kepada Program Studi dan Fakultas hingga ke Rektorat,.

Akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadian hilangnya InuL ke Polisi dan InuL resmi dinyatakan sebagai orang hilang pada hari Sabtu (22/11/08), bersamaan dengan itu HMP melakukan penyisiran di wilayah kampus ITB hingga Babakan Siliwangi, di dekat Sabuga, dan PDAM, di dekat Salman ITB, namun masih belum ada kabar apa pun,.

Pembahasan berikutnya adalah terkait isu yang bermunculan mengenai penyebab hilangnya rekan InuL, pihak HMP mengklarifikasi bahwa semua yang ada di media, khususnya media elektronik, adalah tidak benar adanya, karena belum ada berita pasti dari pihak yang mencari langsung, baik kepolisian, keluarga, maupun HMP itu sendiri,.

Kemudian, dari beberapa rekan menawarkan usulan pencarian, seperti penyebaran berita orang hilang via poster dan sejenisnya; penelusuran posisi HP rekan InuL; penyelidikan LapTop dan media penyimpan informasi pribadi InuL lainnya, seperti e-mail dan sejenisnya,.

Berbagai usulan itu ditampung dan akan dikonfirmasikan ke pihak keluarga untuk diputuskan akan dijalankan atau tidak, karena masalah ini ditangani keluarga sepenuhnya dengan bantuan kepolisian,.

Forum pun berakhir cepat, kembali memecahkan rekor, kali ini untuk sebuah RaPim, selesai sekitar pukul 21.10 dan dengan berbagai masukan untuk HMP yang akan disampaikan ke pihak keluarga untuk membantu pencarian dan bentuk kesiapan rekan-rekan lembaga untuk membantu; juga berita untuk diklarifikasikan di lembaga masing-masing dan tentunya harapan dari semua pihak agar rekan InuL dapat diketemukan dengan segera dalam kondisi sehat,. πŸ™‚

WeLL, nothing is certain in Life,.

Sumpah Pemuda,.

Tak terasa (sudah lama) sudah 80 tahun berlalu sejak peristiwa yang mengukir torehan sejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam mempersatukan berbagai perbedaan yang ada di seluruh tanah air Indonesia,.

28 Oktober 1928, tanggal yang bersejarah dalam persatuan bangsa Indonesia, momen yang tiada akan terhapus dari benak rekan-rekan yang senantiasa berjuang demi kepentingan bangsa ini, mereka yang tanpa pamrih mencurahkan jiwa, raga dan pikiran demi kemajuan bangsa,.

Akan tetapi, pada kenyataannya, masihkah ada sosok yang demikian mulia dan dengan polos tulusnya mengorbankan segala yang dimiliki hanya demi apa yang disebut dengan bangsa,.

Masihkah ada di masa sekarang, orang yang benar-benar meniatkan setiap langkah kakinya, baik itu di kantor, pemerintahan bahkan hingga sekolah dan perguruan tinggi, sekedar untuk menjadi pribadi yang dapat berkontribusi bagi bangsa ini,.

Apakah ternyata untaian kalimat indah di awal tulisan ini hanya khayalan semata untuk dapat terwujud di masa yang serba global seperti sekarang ini,.

Jawaban pertanyaan-pertanyaan semacam itu dan berbagai pertanyaan lain yang senantiasa kita pertanyakan ketika membicarakan kepahlawanan dengan melihat kondisi bangsa saat ini, sesungguhnya bukanlah hal yang harus dijawab oleh orang lain di sekitar kita,.

Kita sendiri lah yang harus menjawab semua pertanyaan itu, tidak sekedar dengan ucapan, namun dengan sikap dan perbuatan yang tercermin dalam keseharian kita,.

Akankah kita menjawabnya dengan nada penuh semangat dan tatapan perjuangan serta kesiapan untuk berjuang?? Ataukah kita hanya sekedar tersenyum sinis dan bersembunyi di balik kepentingan pribadi semata??

WeLL, Live is TOO valuabLe to be wasted on ourselves ONLY,.

Tugas Akhir ?? Kapan ??

Melihat tanggal yang tercantum di kartu berwarna biru yang merupakan lembar evaluasi kuLiah Tugas Akhir 1 menunjukkan 19 Agustus 2008, yang berarti hampir 2 bulan berlalu sejak kartu tersebut dibuat yang juga berdekatan dengan waktu diterimanya kartu tersebut oleh yang bersangkutan,. 😦

Sejumlah pertanyaan yang cukup menggelitik beberapa waktu belakangan ini adalah, “Bagaimana perkembangan tugas akhir ??”, “topiknya apa ??”, “kapan presentasi proposal ??” dan “kapan target LuLus ??”,. πŸ˜€

Permasalahannya adalah bukan sekedar tingkat kesulitan tugas, meski memang hal itu dipastikan ada, namun dipastikan pula akan ada solusi dan tergantung usaha kita, akan tetapi kali ini masalahnya adalah terkait motivasi untuk mengerjakan tugas itu sendiri,. πŸ˜›

Tugas tanpa deadline dan tugas dengan spesifikasi yang ditentukan masing-masing,. Tampaknya hal tersebut cukup untuk menggambarkan tugas akhir yang menjadi kepastian bagi setiap mahasiswa yang hendak mengakhiri masa belajar di tahap sarjana. Sayangnya, tak segalanya semudah yang dibayangkan,. 😦

Apalagi, saat ini, dengan absennya sang rekan sejati yang selalu menemani jam kerja dan bermain karena harus menjalani masa rehabilitasi untuk sementara waktu,. 😦

WeLL, LIfe is fuLL of struggLe,.

Hari pertama,.

Satu hari telah berlalu sejak perpisahan dengan rekan perjuangan dengan TKP di Wisma Lippo dan satu hari perkuliahan telah dilewati dengan penuh kehampaan tanpa kehadirannya,. πŸ˜›

Beginilah nasib anak IF yang tanpa komputer atau sejenisnya,. 😦

Jadi teringat masa-masa awaL kuLiah di ITB, ketika hampir 1 semester menjalani hidup tanpa komputer atau apa pun di kosan, bahkan Falsh Disk atau apa pun belum ada, kecuali Disket yang ternyata tidak dapat digunakan dengan optimal (atau malah tidak sama sekali),. 😦

Untungnya di masa-masa awal tidak banyak perkuliahan yang membutuhkan peran komputer untuk prosesinya, hanya ada Pengantar Teknologi Informasi (kLo tidak saLah) dan cukup banyak waktu yang digunakan untuk berkeliaran di kampus (makLum, masih mahasiswa baru),. πŸ˜€

Di waktu dibutuhkan pun, masih ada LabDas Informatika yang ketika itu masih dibuka hingga pukul 20.00, namun kini hanya hingga pukul 17.00,. πŸ™‚

Baru menjelang akhir semester pertama, sepaket komputer tiba di kosan, beserta sebuah FLash Disk 256 MB,. πŸ˜€

WeLL, Yesterday is history,.

Evaluasi InKM,.

Jum’at (22/08/08), setelah melalui aktivitas kuLiah, dan sejenak diselingi dengan agenda Silaturahmi Senator bersama Apri di Sekre 2, akhirnya diri ini menghadiri agenda Evaluasi InKM yang berlangsung (harusnya) pukul 20.00, namun baru sekitar 40 menit kemudian dimulai,.

Di menit-menit awal, sempat mengikuti dengan serius di barisan terdepan, namun, sempat menghilang selama hampir 2 jam dari forum, karena ternyata diajak rekan-rekan satu negara SMA 1 Depok untuk ditraktir makan malam di lokasi bernama CiLaKi di dekat Gedung Sate,.

Sekembalinya dari sana, tiba di kampus dan segera menuju forum evaluasi lagi, setelah menyamakan suhu dengan forum, akhirnya mulai mengikuti pembahasan, berikut alur yang terjadi:

  • Panitia memaparkan evaluasi per hari sejak dimulainya InKM hingga agenda penutupan
  • Di setiap sesi acara terdapat evaluasi
  • Ketika tiba di agenda Closing, muncul sejumlah kekecewaan yang relatif besar dari massa kampus, yaitu terkait:
    • Evaluasi OHU terkait flow di pihak peserta, yaitu bagaimana materi sense keberaktivitasan dalam kemahasiswaan tercapai dengan itu
    • Agenda Lingkar Wacana terakhir sebelum Closing untuk mengembalikan peserta ke kondisi serius
    • Pemutaran video dokumentasi InKM kepada peserta untuk mem-flash back apa yang mereka dapat selama InKM
    • Seremonial closing yang masih dipertanyakan dengan berbagai perubahan teknis yang tiba-tiba dan tanpa informasi kepada pihak himpunan
  • Muncul pertanyaan seputar evaluasi ketercapaian materi keseluruhan
  • Pembahasan seputar selebaran gelap yang beredar di kampus dengan TagLine “InKM 2008 Gagal”, yang berisi 5 fakta, yaitu:
    • HMM menarik seluruh kadernya dari kepanitiaan InKM 2008
    • Alokasi waktu acara InKM 2008 adalah alokasi waktu yang diberikan rektorat dari sisa waktu rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru 2008 versi rektorat
    • Minggu lalu Kabinet KM ITB bertemu dengan MenKoKesRa terkait dana InKM 2008
    • Fakta sejarah Kemahasiswaan ITB disembunyikan
    • Closing InKM 2008 terancam iLegaL

Dari semua yang terungkap di sana, satu kata yang membuat banyak pihak kecewa adalah miskom alias kesalahan komunikasi yang diakui panitia menjadi penyebab utama banyaknya kekurangan pada acara InKM 2008,.

Akhirnya, forum berakhir pada hari Sabtu (23/08/08 ) dini hari, sekitar pukul 01.00, dan disertai dengan sejumlah obrolan ringan dengan beberapa pihak, diri ini baru dapat meninggalkan lokasi dan kembali ke sekre untuk sejenak bebersih dan membuka e-mail, juga menulis postingan ini hingga akhirnya pulang pukul 03.00,.