Archive for the ‘DaiLy’ Category

Macet Pasca Hujan,. -_-

Senin (08/03/10) siang, kawasan Jakarta SeLatan sekitar Semanggi dan Sudirman diLiputi awan mendung yang cukup geLap, namun ternyata hanya berujung pada hujan ringan dengan durasi yang tak terLaLu Lama,.

Beberapa rekan yang menempuh waktu istirahat dengan makan siang keLuar kantor pun dapat bernafas Lega karena akhirnya tidak perLu berbasah ria ataupun berojek payung ria menembus hujan,. πŸ˜€

Sore hari menjeLang waktu puLang, Langit menunjukkan gejaLa serupa dan memang beberapa Lokasi sempat diLanda hujan ringan. Namun, karena tidak terjaid hujan Lebat, rekan-rekan pun berhamburan puLang ketika jam kerja usai, dengan harapan tiba di rumah tanpa perLu menderita basah di jaLan,. πŸ™‚

Sayangnya, ruas jaLan antara kawasan Mampang Prapatan hingga Departemen Pertanian mengaLami kemacetan parah sore itu, perbandingan waktu tempuh yang biasa dapat diLaLui sekitar 30 menit, harus ditempuh seLama hampir 90 menit, itu pun dengan meLaLui sejumLah jaLur tikus dan trotoar jaLan,. πŸ˜€

Asap kendaraan dan suara kLakson pun menjadi haL yang sangat Lumrah, bahkan teriakan-teriakan penuh ketidaksabaran pun bergaung di peLosok jaLanan,. πŸ˜€

Bahkan, hingga maLam hari ketika akhirnya diri ini bersiap menuju rumah, masih juga terjadi kemacetan di ruas jaLan tersebut, yang entah apa penyebabnya, sehingga Lebih memiLih meLewati rute Pancoran-Pasar Minggu yang ternyata memang Lebih Lancar,. πŸ˜€

WeLL, traffic jam is simply naturaL in Jakarta,. -_-

Advertisements

Presensi via EDC,. ^^

Tentunya memiLiki rekening suatu bank wajib hukumnya bagi karyawan yang bekerja pada bank tersebut, haL ini puLa yang mendorong pembuatan rekening di Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank tempat bekerja di JaLan Nusantara Raya Depok sekitar 2 pekan LaLu,.

aLasan di baLik pemiLihan KCP tersebut ketimbang membuka rekening Langsung dari kantor pusatnya adaLah karena Lokasinya dekat dengan rumah sehingga mudah dijangkau,. πŸ™‚

aLhasiL, pembuatan ATM dari KCP ternyata memakan waktu 2 pekan, berbeda dengan ketika membuat Langsung di kantor pusat yang hanya sekitar 15 menit, sehingga si ATM baru sahaja seLesai Kamis (04/03/10) dan untungnya proses pengambiLan ATM dapat diwakiLkan oLeh Ibu dengan membawa KTP dan KK asLi,.

Konsekuensi tak Langsung dari masa pembuatan ATM tersebut adaLah proses pengisian daftar hadir yang seharusnya dapat diLakukan menggunakan EDC (Electronic Data Capture) dengan meng-gesek kartu ATM, beLum dapat diLakukan dan diri ini bersama seorang rekan Lain yang juga bernasib sama (dia membuka tabungan di Unit Kerja bank di dekat rumahnya) menggunakan kartu untuk pengisian daftar hadir,.

Kami berdua menamakan diri tim cekLok karena setiap pengisian daftar hadir meLakukan cekLok dengan si kartu dan harus ke Lantai 3 dahuLu, sebeLum akhirnya menuju Lokasi kerja di Lantai 5,. 😦

Entah jodoh atau kebetuLan beLaka, saia dan si rekan tadi ternyata ditempatkan pada bagian yang sama pada divisi tempat kami berada,. πŸ˜€

Keesokan hari seteLah ATM jadi, kami Langsung mendaftarkan nomor kartu ATM agar dapat segera menggunakannya untuk pengisian daftar hadir. Namun, karena ketika itu adaLah hari Jum’at, sehingga baruLah pada hari Senin (08/03/10) di pagi harinya dapat menggunakan mesin EDC untuk pengisian daftar hadir,. πŸ˜€

WeLL, new day, new spirit,. πŸ˜€

Mengawas Kuis,.

Setelah sekitar 20 hari tidak menambah isi blog pribadi ini karena berbagai alasan yang sebenarnya lebih cenderung kepada rasa ‘sedang-enggan’ belaka, akhirnya di sela aktivitas yang tidak begitu padat menyempatkan diri untuk menulis sedikit,. πŸ˜€

Pagi hari Kamis (30/04/09), sekitar pukul 09.00, menerima pesan singkat (SMS) dari seorang dosen pengajar mata kuliah S1, di mana diri ini sebagai salah satu asisten beliau, isinya adalah permintaan untuk bertemu beliau di ruangannya sekitar pukul 16.00 untuk mengambil soal kuis mata kuliah yang bersangkutan keesokan harinya. Hal tersebut dikarenakan beliau berhalangan hadir pada esok hari, dan memang bukan hal luar biasa, karena itu sama sekali tidak ada pikiran kaget atau sejenisnya,.

Sore harinya, sekitar pukul 16.00, ketika bergegas menemui sang dosen, ternyata beliau menyampaikan bahwa malam harinya beliau akan pergi ke luar kota dan esok harinya ada kuis untuk 3 mata kuliah berbeda yang beliau ajar dan beliau meminta tolong untuk mengawasnya. Sebenarnya sejak tahun lalu memang telah terbiasa menjalani peran asisten dan mengawas kuis, namun berbeda kasusnya ketika mata kuliah yang diawasi adalah mata kuliah tingkat S2,. πŸ˜€

Permasalahan pertama yang muncul adalah dari segi waktu, yaitu kuis pertama (mata kuliah S2), dilaksanakan pada pukul 07.00-09.00, kuis kedua (masih mata kuliah S2), dilaksanakan pada pukul 13.00-14.00, dan kuis ketiga (untungnya mata kuliah S1), dilaksanakan pada pukul 15.00-16.00. Kebetulan pada pukul 08.00-10.00 dan 13.00-15.00 terdapat jadwal kuliah yang harus diikuti, meskipun demikian, masih mencoba memenuhi keinginan sang dosen sebagai kewajiban asisten,.

Hal yang menambah seru suasana adalah bahwasanya pada kuis yang pertama, pada daftar nama peserta kelas terdapat nama seorang dosen yang menjadi pengajar mata kuliah S1, meski pada semester ini tidak sedang mengambil mata kuliah yang diajar beliau, dan hal tersebut seketika langsung menimbulkan perasaan canggung yang tidak biasa,. πŸ˜›

Pagi hari Jum’at (01/05/09), segera bergegas ke TKP kuis pertama dan tiba sekitar pukul 07.00, setelah sesaat bingung mencari ruangannya karena belum pernah menjalani kuliah di ruang tersebut. Yang menghebohkan adalah, meski ketika itu telah berdua bersama rekan sesama asisten, ketika peserta pertama yang hadir dari delapan mahasiswa yang namanya tercantum di daftar peserta kelas ternyata adalah dosen kami sendiri,. πŸ˜€

Untungnya di kuis kedua, yang bersamaan dengan waktu pembuatan tulisan ini, bukan kelas yang terlalu asing, karena beberapa rekan seangkatan yang mengikuti program fasttrack S2 adalah peserta kelas tersebut,. πŸ˜€

Satu hal yang dipelajari dari pengalaman kali ini adalah, ternyata kelas S2 memiliki toleransi keterlambatan yang lebih dibandingkan dengan kelas S1,. πŸ˜›

WeLL, what a day,.

Partisipasi Pertama di PemiLu,.

Setelah sekian lama vacuum pasca arkavidia dan memasuki masa pemilihan umum 9 April 2009 kemarin, akhirnya kembali menuliskan hal baru di blog ini,. πŸ˜€

Dikarenakan tahun kelahiran 1988 dengan bulan JuLI, sehingga ketika tahun 2004 belum dapat berpartisipasi dalam ajang pamiLu. Dengan alasan serupa, pada tahun 2005 juga belum dapat berpartisipasi dalam ajang pilwakot Depok. Yang terakhir adalah ajang piLkada Jawa Barat yang terpaksa ditinggalkan akibat adanya urusan di Bandung,. 😦

Oleh karena itu, 9 April kemarin menjadi kesempatan perdana untuk mengikuti ajang pemilihan yang menentukan masa depan masyarakat, bahkan bangsa Indonesia secara keseluruhan,.

Setelah pulang dari Bandung dengan menumpang kendaraan salah seorang rekan informatika angkatan 2007 di malam hari Rabu (08/04/09), keesokan harinya sekitar pukul 10.30 akhirnya berangkat menuju TPS 80 di dekat rumah untuk menunaikan kewajiban sebagai warga negara dan hak dalam negara demokrasi. Tentunya dengan partai pilihan ***, langsung menuju TKP pencontrengan dengan memperoleh 4 surat suara,.

Dengan sedikit iseng, selama berada di dalam bilik suara yang menjadi TKP pencontrengan sempat mengambil gambar keempat surat suara sebelum dibuka dan pasca pencontrengan dengan menggunakan VS, namun karena datanya tidak dibawa jadi tidak dapat ditampilkan pada tulisan ini,. πŸ˜€

Pagi hari Jum’at (10/04/09), setelah sempat menyaksikan informasi di televisi dan di malam sebelumnya juga melihat hasil quickcount di salah satu stasiun TV, berangkat ke warnet untuk mengambil bahan kuliah sosioteknologi informasi yang diperlukan untuk mengerjakan tugas resume untuk hari Selasa pekan depan,.

Di sela-sela waktu, sempat mencari informasi di internet terkait hasil pemilu yang ternyata belum dikeluarkan secara remsi oleh KPU, namun hasil quickcount yang dilakukan oleh berbagai lembaga berhasil ditemukan di detik.com sebagai berikut:

QuickCount PemiLu 2009

QuickCount PemiLu 2009

Dari berita tersebut, memang ternyata tak banyak perubahan dari hasil yang ditampilkan di malam hari pencontrengan, juga oleh prediksi sejumlah pihak, meski angka perolehan yang muncul masih sangat mungkin berubah,.

Semoga bagaimana pun hasilnya, hal tersebut dapat membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan,. πŸ™‚

WeLL, Let’s hope for the Best,.

Teman Baru,.

Setelah 1 pekan tidak mengupdate tulisan di blog, akhirnya bersamaan dengan lengser-nya postingan ini dari papan teratas blog karena dirasa sudah cukup memberikan informasi hingga saat ini, bermaksud memperkenalkan teman baru yang baru berusia sekitar 1,5 hari,. πŸ˜€

Sosok yang tiba di siang hari Kamis (05/03/09), bersamaan dengan pertemuan kembali dengan rekan Ahmad Zamakhsyari Sidiq a.k.a Jamak yang kembali ke Bandung setelah 6 bulan berada di Korea. Dan tak lama setelah itu, dengan persiapan awal untuk mengisi tenaga, akhirnya sosok tersebut sempat diajak bermain-main sejenak dan diperkenalkan dengan lingkungan sekre 1 HMIF,.

Sosok yang tak lain dan bukan adalah berupa sebuah kamera digital yang dibelikan oleh rekan Jamak di Korea dan setelah berusia 1,5 hari diputuskan untuk dinamai VS,. πŸ˜€

Sudah menjadi kebiasaan terhadap sejumlah barang yang lekat dengan diri ini untuk diberikan nama, diantaranya:

  1. motor pertama yang dikendarai, ketika masih duduk di bangku SMA di Depok, namun telah dijual pada tahun 2004, Honda Karisma 125D dengan nomor polisi B 5722 ZK, dinamai Vee” (red: dilafalkan dalam bahasa inggris); huruf ‘V’ diambil dari inisial seseorang yang sangat berarti dalam hidup ini,. πŸ™‚
  2. motor kedua yang dikendarai, yang menggantikan keberadaan Vee dan hingga kini menemani perjuangan di ITB, Honda Karisma X 125D dengan nomor polisi B 6589 ECO, dinamai VX; dengan huruf ‘X’ yang berasal dari Karisma X,.
  3. motor ketiga yang menggantikan keberadaan VX di Depok, setelah dirinya dibawa berkelana ke Bandung, yaitu kendaraan yang digunakan ketika sedang pulang ke rumah, Honda Supra X 125D R dengan nomor polisi B 6959 EEU, dinamai dengan VR; dengan huruf ‘R’ yang berasal dari Supra X 125D R,.
  4. laptop yang hampri selalu dibawa ke mana pun diri ini bepergian, HP Pavilion dv2120, dinamai VP; dengan ‘P’ berasal dari HP,.
  5. kamera digital, Samsung Kenox S860, dinamai VS; dengan ‘S’ berasal dari Samsung,.

Berikut beberapa hasil jepretan menggunakan VS :

VS at a glance

Potret diri VS menggunakan cermin di sekre1 HMIF

Foto VX bersama seekor kucing di depan sekre1 HMIF

Foto VX bersama seekor kucing di depan sekre1 HMIF

Insya aLLah tulisan berikutnya akan menyertakan sejumlah foto untuk mendukung penyampaian ide,. πŸ˜€

WeLL, one step ahead,.

Draft Koridor Kaderisasi KM ITB,.

Berikut konsep yang diajukan sebagai koridor kaderisasi atau yang menjadi batasan pelaksanaan kaderisasi yang akan dicoba diajukan untuk disepakati bersama di tingkat ITB. Rancangan ini diajukan rekan-rekan PSDM KM ITB beberapa hari lalu dan telah sempat dibahas oleh pihak lembaga kemahasiswaan dan masih akan disepakati dahulu sebelum diajukan ke pihak ITB,.

Latar Belakang

Senat akademik sebagai salah satu struktur lembaga ITB, telah menyusun kebijakan pembinaan kemahasiswaan yang mengatur kegiatan kemahasiswaan ITB. Menurut poin 6.2 pada kebijakan organisasi kemahasiswaan, ruang lingkup organisasi kemahasiswaan ITB dapat berupa kegiatan pengembangan diri atau pendidikan karakter, pelatihan berorganisasi dan kepemimpinan, peningkatan kreativitas dan penalaran, dst. Kegiatan yang terdefinisi sebagai kegiatan kaderisasi adalah kegiatan-kegiatan yang mencakup pembentukan karakter, pengembangan diri, maupun kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan oleh KM ITB merupakan kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi kemahasiswaan. Mengacu pada Keputusan Rektor ITB nomor 082 pasal 2 ayat 6 tentang menyelenggarakan orientasi studi dan sejenisnya pada tingkat institut, fakultas, dan prodi yang merupakan salah satu kegiatan yang dilarang yang melanggar etika akademik ITB dan hak asasi manusia. Orientasi studi yang terdapat dalam keputusan tersebut masih membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut tentang batasan-batasan teknis yang bisa membuat suatu kegiatan terdefiniskan sebagai orientasi studi, hal ini diperlukan untuk keberjalanan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan kedepannya. Maka disusunlah draft koridor kaderisasi sebagai aturan bersama yang disepakati oleh elemen KM ITB yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi dan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan kaderisasi antara pihak ITB dengan organisasi kemahasiswaan.

Tujuan Kaderisasi

Membentuk anggota KM ITB yang berkarakter sesuai dengan amanah konsepsi

Kajian tentang karakter yang ingin dibentuk serta orientasi KM ITB dituangkan oleh mahasiswa dalam konsepsi KM ITB. Sesuai dengan yang tertulis dalam konsepsi KM ITB, bahwa tugas perguran tinggi adalah untuk membentuk insan akademis. Yang dimaksud insan akademis adalah insan yang senantiasa untuk mengembangkan diri sehingga tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus dapat menkritisi kondisi masyarakat di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang ideal dengan landasan kebenaran ilmiah. Yang dimaksud dengan tatanan masyarakat masa depan ideal disini adalah masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki nilai parsitipatif, aspriratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika.

Prinsip Kaderisasi

Dalam pelaksanaan kaderisasi terdapat beberapa prinsip yang menjadi dasar dan pegangan dalam pelaksanaan kaderisasasi:

  • Menjunjung nilai-nilai intelektualitas
    Sebagai insan-insan yang berpendidikan sudah seyogyanya dalam pelaksanaan aktivitas apapun didasarkan pada nilai-nilai intelektualitas. Nilai-nilai yang terdefinisi dari intelektualitas adalah :
  1. Mengutamakan kebenaran ilmiah. Dalam setiap aktivitas yang dilakukan, didasarkan pada proses pemikiran yang berujung pada kesimpulan mengapa aktivitas tersebut harus dilakukan, sehingga selalu ada alasan rasional yang mendasari dilaksanakannya suatu aktivitas kaderisasi.
  2. Kritis terhadap kondisi. Pencapaian tujuan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap prosesnya. Perbaikan-perbaikan ini dapat dilakukan dengan diawalli adanya kekritisan terhadap realita yang sedang terjadi. Pencapaian tujuan kaderisasi akan mendekati sempurna jika dilakukan perbaikan-perbaikan dalam proses kaderisasi. Sikap kritis ini juga akan mendasari adanya perbaikan-perbaikan dalam lingkup yang lebih luas. Misalnya lingkungan bangsa.
  3. Pembelajaran. Kaderisasi yang ideal adalah kaderisasi yang bisa memberikan nilai tambah bagi yang mengkader maupun yang dikader. Dengan adanya nilai pembelajaran dalam kaderisasi, maka setiap individu yang terlibat dalam kaderisasi dapat meningkat kapasitasnya tidak hanya kebutuhan jangka pendek tetapi juga kebutuhan jangka panjang untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan.
  • Kaderisasi yang komprehensif
    Kaderisasi yang dilakukan oleh KM ITB merupakan kaderisasi yang bisa melingkupi aktivitas-aktivitas mahasiswa baik akademik maupun non akademik.Kegiatan yang dilakukan di organisasi kemahasiswaan harus bisa melingkupi berbagai bidang, termasuk bidang akademik dan keprofesian. Walaupun tidak secara langsung memberikan muatan akademik dan keprofesian, tetapi dalam prosesnya bagaimana kegiatan ekstrakurikuler bisa memberikan muatan-muatan yang bisa mendukung mahasiswa untuk berprestasiΒ  dalam bidang akademik dan keprofesian.
  • Kebersamaan
    Kesadaran akan kedudukan kaderisasi sebagai kebutuhan dan tanggungjawab bersama haruslah tertanam pada stake holder di lapangan (dalam hal ini lembaga yang menyelenggarakan , panitia, dan peserta). Setiap elemen menyadari posisinya untuk akhirnya memberikan hasil yang terbaik dari proses kaderisasi. Semangat kekeluargaan juga tercakup dalam prinsip kaderisasi ini.
  • Efektifitas dan efisiensi
    Yang tercakup dalam poin ini adalah terkait waktu yang digunakan dihubungkan dengan output yang dihasilkan. Rentang waktu yang digunakan untuk pelaksanaan kaderisasi disesuaikan dengan kebutuhan untuk hasil yang terbaik. Waktu yang lama dalam pelaksanaan kaderisasi bukan berarti inefektif tetapi bisa jadi dalam kondisi yang sebenarnya memang dibutuhkan waktu sepanjang itu untuk menghasilkan output kader yang telah ditetapkan oleh lembaga kemahasiswaan.
  • Komitmen bersama
    Dalam konsepsi KM ITB bagian posisi organisasi kemahasiswaan di kampus disebutkan bahwa Organisasi Kemahasiswaan ITB berada dalam sistem ITB, akan tetapi secara struktural tidak berada di bawah rektor dan memiliki otonom penuh untuk menentukan kehidupan organisasinya. Dalam pelaksanaan kegiatannya organisasi kemahasiswaan berhak untuk menentukan kebijakan terkait keberjalanan organisasinya, di sisi lain terdapat hal-hal tertentu terkait kegiatan orgsanisasi kemahasiswaan yang disepakati antara kedua belah pihak (ITB dan organisasi kemahasiswaan ITB). Begitu juga dengan pelaksanaan kaderisasi, terdapat hal-hal tertentu yang membutuhkan kerjasama antara kedua belah pihak yang bersifat membangun.
  • Religius dan humanis
    Insan akademis yang bermoral menjadi tinjauan dari pelaksanaan kaderisasi. Nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang mendasari menjadi dasarΒ  pendukung terciptanya suasana yang terarah, bertanggungjawab, dan kondusif bagi pelaksanaan kaderisasi.

Kaidah Pelaksanaan Kaderisasi

  1. Tahapan pembelajaran dalam sebuah pendidikan adalah : pengenalan, pemahaman, melakukan dan mengajarkan. Maka dalam setiap proses kaderisasi harus melewati proses tersebut. tahap pengenalan adalah tahap dimana peserta didik mengenal sesuatu yang akan dipelajarinya secara definitive. Tahap pemahaman adalah tahap dimana peserta didik memahami secara detail β€œuntuk apa, kenapa dan bagaimana” tentang sesuatu yang dipelajarinya. Tahap melakukan adalah tahap dimana peserta didik mengimplementasikan segala hal yang dia pahami. Sedangkan tahap mengajarkan adalah tahap dimana dia mengajarkan segala pengetahuan tentang sesuatu tersebut kepada orang lain. selain itu, karena kaderisasi adalah suatu proses pendidikan, maka sifat pendidikan yaitu berkelanjutan dan tiada henti pun adalah sifat dari kaderisasi.
  2. Kaderisasi bukanlah suatu kegiatan atau proses untuk membentuk karakter kader secara langsung, namun adalah upaya untuk memberikan penyadaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung kader untuk membentuk karakternya secara mandiri. Karena kita fahami secara sadar bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter sesorang yaitu adalah latar belakang dan lingkungan tempat dia berada.

Batasan Pelaksanaan

Pasal 1 – Perizinan

  • Penanggungjawab
  1. Pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi adalah pembina kemahasiswaan di tingkat institut atau pada tingkat fakultas/sekolah (pihak ITB), Ketua Lembaga dan Ketua Panitia (pihak pelaksana kegiatan)
  2. Kegiatan kaderisasi yang tidak mendapatkan perizinan dari pihak ITB tidak berhak menggunakan fasilitas ITB

Pasal 2 – Pelaksanaan

  • Waktu
  1. Pelaksanaan kegiatan kaderisasi disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas formal akademik (pelaksanaan kuliah, praktikum, dll)
  2. Rentang pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan kaderisasi
  • Tempat
  1. Kegiatan kaderisasi dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar kampus
  • Pelaksanaan Teknis, melingkupi hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam pelaksanaan teknis kaderisasi:
  1. Kontak fisik yang bisa mencederai baik secara langsung maupun menggunakan alat (mialnya: menampar, memukul, dll)
  2. Kata dan perbuatan yang melecehkan (termasuk di dalamnya SARAS: suku, agama, ras, adat dan aseksual)
  3. Hukuman fisik, menjadikan olahraga sebagai hukuman (misalnya: push-up, sit-up, dll)

Selain yang disebutkan di atas, masih terdapat komponen prakata dan kedudukan draft koridor kaderisasi.

WeLL, one big idea for a big step,.

Ketika mencoba mengikukti beberapa rekan lain yang mencoba tes yang ada di sini, diperoleh hasil berikut ini. Meskipun masih merasa di beberapa tempat agak kurang cocok, tapi untuk tambahan pengetahuan cukup baik lah,. πŸ˜€


Your view on yourself:

You are intelligent, honest and sweet. You are friendly to everybody and don’t like conflict. Because you’re so cheerful and fun people are naturally attracted to you and like to talk to you.

Setuju dengan ini, khususnya di bagian konflik dan cheerful,. πŸ˜›

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You are not looking merely for a girl/boyfriend – you are looking for your life partner. Perhaps you should be more open-minded about who you spend time with. The person you are looking for might hide their charm under their exterior.

… πŸ˜€

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

masih no-comment,. πŸ˜›

The seriousness of your love:

You are very serious about relationships and aren’t interested in wasting time with people you don’t really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.

belum berani ber-comment,. πŸ™‚

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

Pembelajaran yang tentunya harus bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri,.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

Untuk rencana di awal masa pasca perkuliahan memang akan seperti ini, namun bukan berarti tantangan di dunia wirausaha adalah mustahil,.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

Usaha, kerja keras dan tentunya kedekatan dengan Yang Maha Kuasa yang akan menentukan hal ini,.

What are you most afraid of:

You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.

Yang ini agak sedikit menyimpang, karena tampaknya image dalam hidup memang perlu dibangun, namun akanjadi seperti apa image itu adalah pilihan kita masing-masing,.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.]

Kadang-kadang memang merasa demikian,. πŸ˜€


WeLL, just another way to know yourself better,.

Perpisahan,.

Jum’at (13/02/09) malam, usai agenda penutupan rangkaian Olimpiade ITB 2009 yang bertempat di Lapangan CC sejak sekitar pukul 19.30 hingga 22.00 dan kembali ke ruang sekretariat HMIF (sekre) di lantai satu gedung LabTek V kampus ITB untuk beristirahat dengan diselingi aktivitas bersih-bersih sejenak, muncul suatu musibah yang amat menyedihkan di hari itu,.

Setelah sebelumnya karena tengah melamun merenungkan suatu hal saat mengemudikan motor mendekati wilayah sekre, dengan kondisi hujan yang membasahi jalanan dan roda motor menyebabkan licin yang tidak biasa pada jalur kendaraan, akhirnya akibat terlambat kembali ke pikiran yang benar bahwa ketika itu sedang mengemudikan kendaraan sehingga terlambat menginjak rem dan menyebabkan posisi tidak stabil dan terjatuh bersama kendaraan. Meski memang kecelakaan amat ringan, namun cukup menyiksa batin karena amat konyol dan disaksikan banyak rekan,. 😦

Malam itu, ketika hendak menyalakan Laptop, terdengar suara mencurigakan saat membuka Laptop, ternyata setelah diperiksa, sambungan menuju LCD (monitor) terganggu dan akibatnya dapat menyala dengan tampilan amat sangat gelap,. 😦

Selain fakta bahwa akhirnya batal untuk mengakses internet ketika itu, pemikiran akan mahalnya biaya perbaikan dan bagaimana kehidupan beberapa hari ke depan tanpa keberadaan Laptop yang amat menyiksa menjadikan hari itu ditutup dengan penuh kesedihan. Untungnya di akhir hari itu sempat berkumpul dengan sejumlah rekan untuk membicarakan seputar kemahasiswaan, yang merupakan satu dari tiga hal yang mampu mengalihkan pikiran ini dari berbagai kepenatan hidup,. πŸ˜€

Akhirnya keesokan harinya, Sabtu (14/02/09), setelah mencoba menghubungi lokasi servis Laptop dengan tanpa balasan, tetap bersikeras memastikan langsung apakah buka atau tidak di hari Sabtu. Menuju lokasi di Jalan Gatot Subroto no.2, sekitar 400 meter dari lokasi, ketika tengah menyalip sejumlah mobil yang terperangkap kemacetan, tanpa disadari sebuah motor mendekat dari arah berlawanan dan tanpa mampu mengantisipasi lebih jauh karena sedang dalam posisi gas ditarik dan badan motor agak miring, segera menekan rem sekuatnya untuk menghindari benturan dan akhirnya bersama kami terseret jatuh tanpa sempat berbenturan,. 😦

Kali ini, mungkin karena trauma yang masih tersisa dari peristiwa sebelumnya dan berbagai beban pikiran, juga faktor rezeki yang buruk, akhirnya kali ini dengan benturan yang lebih keras namun dengan tetap untungnya sang motor lolos dengan hampir tanpa cacat, namun celana panjang sedikit sobek. Hal yang lebih menyedihkan adalah bahwa ternyata lokasi servis yang didatangi tutup pada hari Sabtu,. 😦

Akhirnya kembali ke kos dan melakukan sedikit penjahitan modifikasi pada celana agar dapat tetap dipakai,. πŸ˜›

Setelah dua hari yang menyedihkan, akhirnya Senin (16/02/09) pagi kembali menuju lokasi servis dan memperoleh fakta bahwa kemungkinan kerusakan adalah menyangkut LCD yang menyebabkan mahalnya biaya,. 😦

Hingga kini, hari-hari sulit dan sepi tanpa sang Laptop masih melanda, semoga dapat segera kembali seperti sedia kala dengan tanpa perlu merugikan secara berlebihan dari sisi finansial,. πŸ™‚

WeLL, yesterday is history, tomorrow is mystery,.

Komunikasi Antar Personal,.

Kuliah dengan kode IF3094 yang berlabel Komunikasi Antar Personal merupakan salah satu kuliah dengan nilai 2 SKS yang menjadi kuliah wajib pada semester 6 di jenjang perkuliahan mahasiswa S1 Informatika ITB sejak diterapkannya kurikulum 2008 pada semester ganjil 2008/2009 yang lalu,.

Berbagai hal yang cukup mengejutkan mewarnai kisah awal perkuliahan ini, mulai dari prosesi pemilihan kelas yang pada awalnya terdapat 3 kelas dengan masing-masing dosen yang tercantum namanya, sehingga mahasiswa yang hendak mengambil kuLiah tersebut, yang berkisar pada rekan-rekan angkatan 2005, 2006 dan sebagian 2007, menetapkan pilihan masing-masing.

Sebagian mahasiswa memang mengikuti aturan dengan memilih kelas K-1 untuk NIM ganjil dan K-2 untuk NIM genap, serta K-3 tanpa penjelasan lengkap,. πŸ˜€

Usai penetapan mata kuliah yang diambil masing-masing mahasiswa dengan kelas pilihannya, ternyata terdapat pengumuman penggantian dosen pengajar salah satu kelas mata kuliah ini. Pada dasarnya penggantian dosen adalah hal biasa, namun tampaknya beberapa rekan menanggapinya dengan cukup histeris, entah dengan alasan apa,.

Akhirnya perkuliahan pertama pun dimulai dan rekan-rekan dengan kelas yang mengalami perubahan dosen, termasuk penulis, dikejutkan dengan beberapa kenyataan terkait sikap dosen di awal dan sepanjang kuliah, juga terkait tugas yang diberikan di akhir kuliah,.

Yang paling membingungkan adalah kenyataan bahwa untuk semua kelas, diwajibkan mengenakan nametag selama kuliah yang mencantumkan nama dan NIM, di mana hal ini mengingatkan kembali pada masa-masa pembinaan organisasi yang pernah kamu jalani,. πŸ˜€

H-1 menjelang perkuliahan kedua, yaitu hari Selasa (10/02/09), sejumlah rekan sibuk mengerjakan tugas yang akan dikumpulkan esok harinya pukul 10.00. Hal yang paling menggelitik adalah bahwa sejumlah rekan membuat nametag dengan mencetak tulisan pada kertas A4 dalam berbagai desain, mulai dari yang sederhana, hingga yang berlebihan, belum termasuk metode pemasangan yang variatif,. πŸ˜€

WeLL, hope tomorrow is just fine,.

Gelar HC untuk SBY,.

Pemberian gelar Doktor Honoris Causa (HC) yang hingga kini masih menuai berbagai kontroversial di kalangan internal ITB, mulai dari mahasiswa hingga staf pengajar, maupun eksternal ITB, mulai dari kalangan akademisi hingga politisi,.

Sidang penetapan gelar untuk SBY tersebut dilakukan pada hari Jum’at (16/01/09) di Gedung Majelis Guru Besar (MGB) ITB di Jalan Surapati nomor 1, Bandung,.

Alasan pemberian gelar tersebut kepada SBY adalah karena jasa beliau dalam pengembangan industri melalui kebijakan yang dikeluarkannya selama menjabat sebagai Presiden RI,.

Selain alasan di balik pemberian gelar tersebut yang ternyata telah lama dipertimbangkan oleh pihak Senat Akademik (SA) ITB, hal yang menjadi pertanyaan terbesar adalah pada waktu pemberian gelar itu sendiri; yaitu mengapa harus pada bulan Maret 2009, di mana kondisi politik sedang marak dengan suasana kampanye,.

Hal yang dijadikan alasan pemilihan waktu untuk pemberian gelar tersebut adalah disesuaikan dengan momen Dies Emas ITB yang akan diperingati dalam sebuah acara puncak pada hari Senin (02/03/09) di ITB,.

Setelah melalui berbagai kontroversi, akhirnya pada hari Jum’at (06/02/09), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Rektor ITB, Djoko Santoso ke Istana Negara, Jakarta, dan mengemukakan permintaannya untuk menunda pemberian gelar tersebut hingga usai masa pemilihan Presiden RI,.

Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Haryanto Danutirto; Ketua Ikatan Alumni ITB, Hatta Rajasa; dan Mendiknas, Bambang Soedibyo turut hadir di Istana Negara ketika SBY meminta penundaan pemberian gelar tersebut kepadanya,.

Meski kehadiran SBY tetap diharapkan pada agenda peringatan Dies Emas ITB, namun setidaknya tidak ada nuansa perpolitikan yang terlalu kental yang akan terjadi,. πŸ™‚

WeLL, just another case of our government,.